Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Angka Perceraian di Kebumen Meningkat, Kemenag Bekali 168 Siswa dengan Pendidikan Pra Nikah

Tekan Angka Perceraian, Kemenag Gelar BRUSTekan Angka Perceraian, Kemenag Gelar BRUS
PEMBEKALAN: Siswa antusias mengikuti pembekalan yang digelar kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Di tengah meningkatnya angka perceraian yang menjadi perhatian serius di Kabupaten Kebumen, Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya pencegahan.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menyasar kalangan pelajar, di mana pendidikan karakter dan pemahaman tentang kehidupan berkeluarga sangat penting bagi mereka yang akan memasuki fase kehidupan dewasa.

Pada hari kemarin, Kemenag menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Negeri 1 Alian.

Acara tersebut dihadiri oleh 168 siswa yang antusias mengikuti setiap sesi pembekalan.

Dalam kesempatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan bekal pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kesiapan mental untuk menghadapi tantangan masa depan serta kehidupan berkeluarga yang sehat dan harmonis.

Pelaksana Harian Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, menjelaskan bahwa peserta memperoleh berbagai materi penting dalam kegiatan ini.

Materi tersebut meliputi perencanaan masa depan yang baik, kesiapan mental dan ekonomi dalam berumah tangga, kesehatan reproduksi remaja, serta pemahaman mengenai regulasi pernikahan.

Semua aspek ini sangat vital bagi generasi muda agar dapat memahami konsekuensi dari pilihan hidup yang mereka ambil.

Selain itu, dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta diajak untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari remaja.

Hal ini bertujuan untuk membekali mereka dengan kemampuan untuk menghadapi masalah secara lebih bijaksana dan solutif.

“BRUS menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti pernikahan usia dini, perundungan, kenakalan remaja, hingga stunting,” ujar Salim pada acara tersebut.

Pentingnya pembekalan ini bukan hanya sekadar formalitas. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menegaskan bahwa menyiapkan generasi berkualitas sejak usia sekolah adalah suatu keharusan agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan ke depan.

“Karena itu mereka perlu dibekali dengan karakter kuat, wawasan luas, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana,” tambahnya.

Melihat latar belakang tingginya angka perceraian di Kebumen, upaya proaktif dari Kemenag ini sangat relevan.

Menurut data dari pengadilan agama setempat, persentase perceraian terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Ini mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk memberikan pendidikan yang lebih komprehensif kepada generasi muda mengenai kehidupan berkeluarga dan tanggung jawab sebagai pasangan suami istri.

Dalam konteks ini, BRUS tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi tetapi juga menciptakan kesadaran tentang pentingnya perencanaan hidup yang matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Dengan menyediakan wadah bagi remaja untuk belajar dan berdiskusi tentang topik-topik sensitif yang sering kali dianggap tabu, Kemenag berharap dapat mengurangi angka perceraian di masa depan.

“Semoga ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan ini menjadi bekal berharga dalam mempersiapkan masa depan,” harap H. Anif Solikhin dengan penuh harapan.

Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi generasi berkualitas yang dapat membanggakan orang tua, sekolah, bangsa dan agama.

Dengan adanya kegiatan seperti BRUS ini, diharapkan para remaja dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter moral yang baik serta mampu membuat keputusan bijak dalam hidupnya. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rumah Warga Digedor Pria Tak Dikenal

Rumah Warga Gandrungmangu Cilacap Digedor Pria yang Mengaku Musafir

Berita Selanjutnya
Marka Jalan Ditambah di Kawasan Sekolah ‎

Dishub Banjarnegara dan BPTD Pasang Marka Jalan Baru di Jalur Nasional