BANYUMASEKSPRES.ID, SHANGHAI – Pembukaan musim Formula One 2026 yang berlangsung di Australian Grand Prix pekan lalu menunjukkan bahwa regulasi teknis baru masih memerlukan penyesuaian.
Karakter lintasan di Albert Park Circuit, Australia, dinilai kurang optimal untuk memaksimalkan sistem pemulihan energi pada mobil generasi terbaru.
Dengan minimnya zona pengereman yang keras di sirkuit tersebut, banyak tim mengalami kesulitan dalam mengisi ulang energi sepanjang balapan.
Situasi ini membuat beberapa pembalap terpaksa harus mengangkat pedal gas lebih awal atau bahkan menurunkan gigi saat berada di trek lurus hanya untuk membantu proses pengisian baterai mereka.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengamat dan penggemar Formula One, apakah aksi salip-menyalip yang ramai terjadi di Melbourne benar-benar mencerminkan karakter mobil musim 2026, atau hanya dampak dari mobil yang cepat kehabisan energi.
Sebuah gambaran yang lebih jelas diperkirakan akan muncul akhir pekan ini saat seri kedua digelar di Chinese Grand Prix, yang berlangsung di Shanghai International Circuit pada hari Minggu (15/3).
Berbeda dengan Melbourne, sirkuit di Shanghai dikenal memiliki sejumlah zona pengereman berat dan rangkaian tikungan berkecepatan menengah.
Karakteristik ini membuat lintasan tersebut termasuk dalam kategori trek dengan tingkat pemulihan energi yang tinggi menurut klasifikasi Fédération Internationale de l’Automobile (FIA).
Dalam sesi kualifikasi di Shanghai, mobil dapat memulihkan energi hingga sekitar 9 megajoule per lap, angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan Melbourne yang dibatasi sekitar 7 megajoule.
Nikolas Tombazis, Direktur Single-Seater FIA, menjelaskan perbedaan batasan tersebut bertujuan agar para pembalap tidak perlu melakukan manuver yang tidak wajar hanya untuk mengisi ulang energi mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa pembalap tidak perlu mengisi ulang energi di trek lurus, atau melakukan hal-hal aneh seperti mengerem terlalu awal hanya untuk mengisi baterai,” ungkap Tombazis seperti yang dikutip dari The Race.
Ia melanjutkan, “Ini dirancang untuk melindungi kualitas kualifikasi dan memastikan bahwa sesi ini menjadi ajang unjuk kecepatan murni, bukan sekadar latihan manajemen energi.”
Pada balapan pembuka di Melbourne, tim Mercedes-AMG Petronas Formula One tampil mendominasi dengan hasil finis satu-dua melalui George Russell dan rookie Andrea Kimi Antonelli.
Di sisi lain, Scuderia Ferrari harus puas menempati posisi ketiga dan keempat berkat performa Charles Leclerc dan Lewis Hamilton.
Namun, harapan bagi Ferrari untuk mendekati Mercedes tampaknya meningkat menjelang seri di Shanghai.
Karakter tikungan cepat pada sirkuit tersebut dianggap lebih sesuai dengan karakter mobil Ferrari musim ini.
Pernyataan tersebut juga disampaikan oleh Lando Norris, pembalap McLaren sekaligus juara dunia musim lalu.
Ia menyatakan, “Menurut saya, dari apa yang kami lihat, Ferrari jelas memiliki mobil terbaik. Kecepatan menikungnya luar biasa.”
Komentar Norris menunjukkan pengakuan terhadap kemampuan teknis Ferrari yang semakin berkembang.
Selain faktor karakter lintasan yang mendukung, Ferrari juga dikabarkan membawa inovasi baru berupa konsep sayap belakang yang dijuluki “Macarena”.
Julukan tersebut diberikan karena elemen utama sayap belakang dapat berputar sedikit pada porosnya ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi, mirip dengan gerakan tangan dalam tarian lagu Macarena yang populer pada tahun 1990-an.
Konsep sayap belakang ini pertama kali diperkenalkan saat uji pramusim di Bahrain pada bulan Februari lalu.
Dalam uji coba tersebut, komponen ini diperkirakan mampu meningkatkan kecepatan puncak mobil sekitar 8 hingga 10 km per jam di trek lurus.
Keunggulan dari inovasi sayap belakang ini sangat cocok dengan karakter Shanghai yang memiliki lintasan lurus sepanjang 1,3 kilometer menuju tikungan ke-14.
Menurut laporan GPBlog, Ferrari bahkan membawa tiga versi berbeda dari sayap tersebut ke Shanghai.
Namun demikian, tim asal Maranello itu berencana untuk mengevaluasi performa sayap baru tersebut terlebih dahulu pada sesi latihan bebas pertama sebelum memutuskan apakah komponen tersebut akan digunakan dalam sprint race dan balapan utama.
Dengan persaingan semakin ketat dan inovasi teknologi terus berkembang dalam dunia Formula One, setiap tim harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap setiap perubahan regulasi dan karakteristik lintasan. (*/dda)
















