BANYUMASEKSPRES.ID, Langit pagi di lereng Gunung Merapi selalu memiliki daya tarik tersendiri, terlebih saat dihiasi dengan warna-warni balon udara yang perlahan terbang tinggi.
Itulah suasana yang tercipta dalam Festival Balon Udara yang digelar di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Boyolali pada 18 April 2026.
Sejak dini hari, ratusan warga sudah memadati lapangan desa untuk menyaksikan momen langka tersebut.
Meski udara pagi terasa dingin khas kawasan pegunungan, antusiasme masyarakat tetap tinggi demi menikmati keindahan balon udara yang menghiasi langit.
Alternatif Wisata Selain Dieng yang Tak Kalah Menarik
Selama ini, festival balon udara identik dengan kawasan Dieng Plateau yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata unik.
Namun kini, masyarakat di sekitar Boyolali tidak perlu jauh-jauh untuk merasakan pengalaman serupa. Festival yang diadakan di Desa Cluntang ini memang masih dalam skala lebih kecil dibandingkan Dieng.

Meski begitu, suasana yang dihadirkan tetap memikat dan memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung yang datang.
Dengan latar pemandangan alam lereng Merapi–Merbabu, festival ini justru menawarkan nuansa yang lebih alami dan intim.
Hal tersebut menjadi nilai tambah yang membuat acara ini terasa spesial, terutama bagi wisatawan lokal. Selain Boyolali, ada juga perubahan harga tiket ke Candi Prambanan 2026 dengan paket wisata terusan.
Proses Penerbangan Balon Jadi Daya Tarik Tersendiri
Dalam festival ini, sekitar sepuluh balon udara didatangkan langsung dari Wonosobo. Namun, hanya sembilan balon yang berhasil diterbangkan karena adanya kendala teknis.
Menariknya, proses persiapan balon udara juga menjadi tontonan yang tidak kalah seru. Kain balon dibentangkan di tanah, kemudian diisi udara panas hingga perlahan mengembang sebelum akhirnya terangkat ke langit.
Setiap balon yang mulai naik disambut dengan sorakan penonton yang memenuhi area lapangan. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel, menciptakan suasana meriah sejak pagi hari.
Kolaborasi Komunitas dan Seniman Lokal
Festival ini digagas oleh komunitas seni Saleho Karya Budaya yang dipimpin oleh Agus Purwanto atau dikenal sebagai Abah Lala.
Dalam pelaksanaannya, mereka bekerja sama dengan komunitas balon udara dari Wonosobo. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-18 komunitas tersebut.
Selain sebagai bentuk perayaan, festival ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya balon udara kepada masyarakat luas.
Panitia menyampaikan bahwa tujuan utama acara ini bukan hanya hiburan, tetapi juga edukasi.
Banyak masyarakat yang belum memahami aturan dalam menerbangkan balon udara, sehingga kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik.
Edukasi dan Keamanan Jadi Prioritas
Penyelenggara memastikan bahwa festival ini dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk PLN, aparat kepolisian, serta pihak Lanud Adi Soemarmo.
Langkah ini penting untuk menjamin keamanan selama acara berlangsung, mengingat balon udara memiliki risiko jika diterbangkan tanpa pengawasan.
Meski sempat mengalami kendala perizinan di awal, festival ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik.
Melalui kegiatan ini, masyarakat terutama anak-anak diharapkan memahami bahwa menerbangkan balon udara tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada aturan dan prosedur yang harus dipatuhi demi keselamatan bersama.
Antusiasme Pengunjung dari Berbagai Daerah
Tingginya minat masyarakat terlihat dari padatnya kendaraan di sekitar lokasi acara. Tidak hanya warga lokal, pengunjung juga datang dari berbagai kota seperti Solo, Kediri, hingga Banyuwangi.
Banyak di antara mereka rela berjalan kaki cukup jauh dari area parkir demi bisa menyaksikan festival secara langsung.
Hal ini menunjukkan bahwa acara tersebut memiliki daya tarik yang kuat, meskipun baru pertama kali diselenggarakan.
Salah satu pengunjung mengaku memilih datang ke Cluntang karena jaraknya lebih dekat dibandingkan harus pergi ke Dieng. Ia merasa pengalaman yang didapat tidak kalah seru dan bahkan lebih nyaman.
Potensi Jadi Agenda Wisata Tahunan
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, panitia berencana menjadikan festival ini sebagai agenda rutin. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata baru di Boyolali.
Selain sebagai hiburan, festival ini juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kehadiran wisatawan tentu membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
Ke depan, Festival Balon Udara Boyolali diharapkan bisa menjadi ikon baru wisata daerah yang tidak hanya menarik, tetapi juga edukatif.
Dengan pengelolaan yang baik, acara ini berpeluang besar untuk dikenal secara lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional. (*/nds)
















