BANYUMASEKSPRES.ID, Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan favorit bagi warga asing yang ingin bekerja di luar negeri, termasuk pekerja asal Indonesia.
Selain menawarkan peluang karier yang beragam, Negeri Sakura juga menghadapi tantangan berupa kekurangan tenaga kerja akibat penuaan populasi dan rendahnya angka kelahiran.
Kondisi tersebut membuat berbagai sektor industri di Jepang terus membuka kesempatan bagi tenaga kerja asing yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar.
Tidak hanya pekerjaan di sektor manufaktur, permintaan juga meningkat pada bidang teknologi, kesehatan, hingga pariwisata.
Bagi Anda yang berencana mencari pengalaman kerja di Jepang, mengetahui profesi dengan gaji tinggi dapat menjadi langkah awal menentukan jalur karier.
Hal ini sekaligus mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan, termasuk penguasaan bahasa Jepang maupun sertifikasi profesi.
Mengapa Jepang Membutuhkan Banyak Pekerja Asing?
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang mengalami penurunan jumlah penduduk usia produktif. Oleh karena itu, hal ini dapat menjadi kesempatan dalam berkarir di Jepang.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan layanan masyarakat.
Situasi tersebut mendorong pemerintah serta perusahaan di Jepang untuk membuka lebih banyak peluang bagi pekerja asing.
Beberapa bidang bahkan diperkirakan masih akan mengalami kekurangan tenaga kerja dalam beberapa tahun mendatang sehingga prospek kariernya tetap menjanjikan.
Berikut lima bidang pekerjaan dengan kisaran gaji kompetitif yang dapat menjadi referensi bagi calon pekerja asing.
1. Teknologi Informasi dan Rekayasa Perangkat Lunak

Sektor teknologi menjadi salah satu bidang dengan permintaan tenaga kerja tertinggi di Jepang. Selain itu, jika ingin berkarir dalam negeri dapat simak kualifikasi persyaratan kerja di Sucofindo.
Posisi seperti software engineer, cloud engineer, data scientist, spesialis keamanan siber, hingga ahli kecerdasan buatan (AI) terus dibutuhkan.
Banyak perusahaan teknologi internasional yang beroperasi di Tokyo menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kerja sehingga kemampuan bahasa Jepang tidak selalu menjadi syarat utama.
Namun, penguasaan bahasa Jepang tetap menjadi nilai tambah dalam proses rekrutmen. Profesi di bidang ini menawarkan kisaran gaji sekitar 5 juta hingga 12 juta yen per tahun.
Hal ini setara dengan sekitar Rp515 juta hingga Rp1,23 miliar, tergantung pengalaman dan posisi. Sehingga dapat menjadi tujuan karir yang bisa dipertimbangkan.
2. Tenaga Keperawatan

Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia membuat kebutuhan tenaga perawat di Jepang terus bertambah. Karena itu, profesi ini menjadi salah satu yang paling banyak membuka peluang bagi tenaga kerja asing.
Calon pekerja umumnya perlu memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal level N4 atau N3 serta memenuhi persyaratan uji kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kisaran pendapatan tenaga perawat berada di angka 2,5 juta hingga 4,5 juta yen per tahun, atau sekitar Rp275 juta hingga Rp496 juta.
3. Teknik dan Industri Manufaktur

Industri manufaktur menjadi tulang punggung perekonomian Jepang. Berbagai perusahaan membutuhkan tenaga kerja di bidang teknik mesin, perakitan elektronik, otomotif, galangan kapal, hingga produksi industri.
Selain menawarkan peluang kerja yang cukup luas, sektor ini juga memberikan penghasilan yang kompetitif.
Rata-rata gaji yang ditawarkan berkisar 4,5 juta hingga 8 juta yen per tahun, atau setara sekitar Rp496 juta hingga Rp882 juta.
4. Perhotelan, Pariwisata, dan Industri Kuliner

Sebagai salah satu destinasi wisata dunia, Jepang terus membutuhkan tenaga kerja pada sektor perhotelan dan layanan wisata.
Posisi yang banyak dibuka antara lain resepsionis hotel, staf restoran, pelayan, pemandu wisata, hingga petugas kebersihan.
Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang biasanya menjadi salah satu syarat penting, terutama bagi pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan.
Untuk sektor ini, kisaran gaji berada pada angka 2,5 juta hingga 5 juta yen per tahun, atau sekitar Rp275 juta hingga Rp551 juta.
5. Konstruksi dan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur yang terus berjalan membuat sektor konstruksi masih membutuhkan banyak tenaga kerja asing.
Posisi yang tersedia cukup beragam, mulai dari pengawas lapangan, tukang las, tukang kayu, hingga operator alat berat.
Meski pekerjaan di bidang ini tergolong memiliki tingkat risiko dan tuntutan fisik yang tinggi, kompensasi yang diberikan juga cukup menarik.
Gaji pekerja konstruksi berkisar 3,5 juta hingga 6 juta yen per tahun, atau sekitar Rp386 juta hingga Rp661 juta.
Persiapkan Kemampuan Sebelum Melamar Kerja
Selain memilih bidang pekerjaan yang sesuai, calon pekerja disarankan mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang, meningkatkan keterampilan profesional, serta melengkapi sertifikasi yang dibutuhkan.
Memahami budaya kerja di Jepang juga menjadi nilai tambah karena perusahaan umumnya mengutamakan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Dengan persiapan yang matang, peluang memperoleh pekerjaan bergaji tinggi di Jepang akan semakin terbuka.
Informasi mengenai profesi yang banyak dibutuhkan ini dapat menjadi referensi bagi siapa saja yang berencana membangun karier internasional dalam beberapa tahun ke depan. (*/nds)














