Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

FKIP UMNU Kebumen Gandeng Stakeholder Pendidikan, Bahas Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri

UMNU Minta Masukan Sejumlah StakeholderUMNU Minta Masukan Sejumlah Stakeholder
DISKUSI: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen menggelar diskusi untuk menentukan visi misi pendidikan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen baru-baru ini mengadakan pertemuan penting yang melibatkan berbagai pihak dan pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan.

Pertemuan ini bertujuan untuk menggali masukan berharga, dengan harapan dapat menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan nyata di lapangan.

Dalam forum yang dihadiri oleh para praktisi pendidikan, akademisi, serta stakeholder lainnya, diskusi berlangsung hangat dan produktif.

Para peserta memberikan berbagai masukan yang berfokus pada beberapa aspek krusial.

Di antaranya adalah penguatan kompetensi lulusan, pengembangan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan industri pendidikan, serta penekanan pada pembentukan karakter calon guru.

Hal ini menunjukkan bahwa para pendidik tidak hanya dituntut untuk profesional dalam bidang akademis, tetapi juga harus memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi.

Dalam konteks ini, Dr. Alek Andika selaku Dekan FKIP UMNU Kebumen menekankan pentingnya adaptasi pendidikan terhadap tuntutan zaman.

“Dalam era modern saat ini, tantangan pendidikan semakin kompleks, dengan tuntutan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif,” ungkap Dr. Alek Andika dalam pernyataannya kemarin (12/5).

Ia menambahkan bahwa FKIP UMNU Kebumen berkomitmen untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga siap menghadapi persaingan global.

Komitmen FKIP UMNU Kebumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya berhenti di ruang kelas.

Fakultas ini juga aktif berkontribusi dalam mendukung pengembangan Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Contohnya adalah pelatihan bahasa Inggris dasar bagi pelaku wisata lokal seperti pemilik warung, pengelola penginapan, hingga penyedia jasa transportasi.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pariwisata daerah sekaligus memperkuat daya saing Kebumen di mata wisatawan mancanegara,” tambah Dr. Alek Andika.

Dengan adanya program pelatihan tersebut, FKIP UMNU Kebumen menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada aspek akademis saja, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Festival Sabang Merauke Angkat Budaya Perempuan

Meriahnya Pagelaran Sabang Merauke 2026 Apresiasikan Perempuan Dalam Budaya Indonesia

Berita Selanjutnya
KIP Kuliah

20 Kabupaten/Kota dengan Penerima KIP Kuliah Terbanyak 2025, Daerahmu Masuk?