BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Klirong akan melaksanakan verifikasi arah kiblat untuk seluruh masjid dan mushola di wilayah Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Berkiblat, program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat tempat ibadah umat Islam.
Pelaksanaan program tersebut juga melibatkan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa di Kecamatan Klirong.
Kolaborasi antara KUA dan mahasiswa diharapkan mampu memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memastikan arah kiblat yang benar.
Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan program nasional yang memanfaatkan fenomena astronomi istiwa a’zam atau rashdul kiblat, yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah.
Pada momen tersebut, arah bayangan benda tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara akurat sehingga masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri.
Melalui program ini, Kementerian Agama mengajak masyarakat untuk memastikan kembali arah kiblat di masjid, mushola, maupun tempat salat lainnya agar sesuai dengan posisi Ka’bah di Kota Makkah.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Klirong, Amir Syarifudin, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN menjadi bagian penting dalam menyukseskan program tersebut.
Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis karena berada langsung di tengah masyarakat selama menjalankan pengabdian di desa.
Menurut Amir, mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan teknis verifikasi arah kiblat, tetapi juga menjadi penghubung dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengecekan arah kiblat secara berkala.
“Tahun ini mahasiswa KKN menjadi mitra kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan keterlibatan mereka, informasi mengenai Gerakan Indonesia Berkiblat diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga,” jelasnya.
Pada pelaksanaan KKN tahun ini, sekitar 230 mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta ditempatkan di 23 desa yang berada di wilayah Kecamatan Klirong.
Penyebaran mahasiswa tersebut dinilai sangat membantu pelaksanaan sosialisasi sekaligus pendampingan kepada masyarakat saat proses verifikasi arah kiblat berlangsung.
Keberadaan mahasiswa di setiap desa diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi mengenai jadwal pelaksanaan, tata cara pengecekan, hingga pendampingan bagi pengurus masjid maupun mushola yang ingin memastikan kembali arah kiblat tempat ibadah mereka.
Jadwal Verifikasi Arah Kiblat
Pelaksanaan verifikasi arah kiblat akan dilakukan secara serentak pada:
- Tanggal: 15–16 Juli 2026
- Waktu: Pukul 16.27 WIB
Waktu tersebut dipilih karena bertepatan dengan fenomena istiwa a’zam, ketika Matahari berada hampir tepat di atas Ka’bah sehingga menghasilkan arah bayangan yang dapat dijadikan acuan menentukan kiblat secara ilmiah.
Cara Menentukan Arah Kiblat Melalui Rashdul Kiblat
Masyarakat tidak memerlukan alat khusus untuk mengikuti Gerakan Indonesia Berkiblat.
Cukup menggunakan benda yang berdiri tegak lurus, seperti tongkat, kayu, atau pipa yang dipasang secara vertikal di tempat terbuka.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Pasang tongkat atau benda tegak lurus di area yang terkena sinar Matahari.
- Tunggu hingga pukul 16.27 WIB sesuai jadwal pelaksanaan.
- Amati arah bayangan yang terbentuk.
- Garis yang berlawanan dengan arah bayangan menunjukkan arah kiblat menuju Ka’bah.
Metode ini dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi karena memanfaatkan posisi astronomis Matahari secara langsung.
Selain melakukan verifikasi arah kiblat, KUA Kecamatan Klirong juga menjadikan kegiatan ini sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah salat.
Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami metode rashdul kiblat, diharapkan proses pengecekan arah kiblat dapat dilakukan secara mandiri pada waktu-waktu tertentu setiap tahunnya.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, KUA, pemerintah desa, serta mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta, Gerakan Indonesia Berkiblat di Kecamatan Klirong diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memastikan arah kiblat masjid dan mushola tetap akurat sesuai kaidah ilmu falak dan astronomi Islam. (cah/stch/dda)













