BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga terus memperkuat berbagai program literasi guna meningkatkan budaya membaca masyarakat.
Pada tahun 2026, Dinarpus menargetkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Purbalingga mencapai 57 persen atau meningkat dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar 53,97 persen.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi.
Tingkat Kegemaran Membaca tidak hanya menjadi indikator kebiasaan masyarakat dalam membaca, tetapi juga mencerminkan kemampuan memahami informasi serta memanfaatkan hasil bacaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpus Kabupaten Purbalingga, Ari Susanti, menjelaskan bahwa peningkatan TKM bukanlah pekerjaan yang mudah.
Berbeda dengan sekadar menghitung jumlah buku yang dibaca, indikator TKM menilai keseluruhan proses membaca mulai dari tahap sebelum membaca, ketika membaca, hingga setelah membaca.
Menurut Ari, sistem penilaian Tingkat Kegemaran Membaca dibagi menjadi tiga tahapan utama.
Tahap pertama adalah pra-membaca yang memiliki bobot penilaian sebesar 15 persen.
Pada tahap ini, kemampuan seseorang dalam memilih bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat menjadi salah satu aspek yang dinilai.
Tahap kedua merupakan proses saat membaca dengan bobot terbesar, yakni mencapai 50 persen.
Penilaian difokuskan pada durasi membaca, intensitas kegiatan membaca, serta tingkat pemahaman terhadap isi bacaan.
Dengan demikian, membaca tidak hanya diukur dari banyaknya buku yang diselesaikan, tetapi juga sejauh mana pembaca mampu memahami informasi yang diperoleh.
Sementara itu, tahap ketiga adalah pasca-membaca yang memiliki bobot penilaian sebesar 35 persen.
Pada tahap ini, penilaian diarahkan pada dampak yang dihasilkan setelah membaca, termasuk kemampuan pembaca menjelaskan kembali isi bacaan, menarik kesimpulan, hingga menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Ari Susanti mengatakan bahwa konsep penilaian tersebut membuat target peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca menjadi cukup menantang.
Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, sekolah, keluarga, hingga masyarakat untuk membangun budaya membaca secara berkelanjutan.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
Sementara pemerintah desa juga diharapkan mampu menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang mendorong masyarakat meluangkan waktu membaca dan mendiskusikan isi bacaan yang telah dipelajari.
Dinarpus Purbalingga berharap masyarakat tidak hanya membaca sebagai rutinitas, tetapi juga mampu mendeskripsikan, memahami, dan mengambil manfaat dari setiap bahan bacaan.
Dengan demikian, aktivitas membaca benar-benar memberikan dampak positif terhadap peningkatan wawasan, kemampuan berpikir kritis, dan kualitas sumber daya manusia.
Untuk mencapai target TKM sebesar 57 persen pada tahun 2026, Dinarpus terus menggencarkan berbagai program literasi di Kabupaten Purbalingga.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Perpustakaan Umum Daerah sebagai pusat belajar, pusat informasi, sekaligus ruang pengembangan pengetahuan.
Perpustakaan daerah tidak hanya menyediakan koleksi buku yang beragam, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk membaca, belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan literasi.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Selain memperkuat fungsi perpustakaan, Dinarpus juga terus mendorong kolaborasi dengan sekolah, desa, komunitas literasi, dan berbagai lembaga pendidikan agar budaya membaca semakin berkembang di lingkungan masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mencapai target peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca pada tahun mendatang.
Melalui berbagai program literasi yang dijalankan secara berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap budaya membaca semakin mengakar di tengah masyarakat.
Peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca diharapkan tidak hanya berdampak pada bertambahnya jumlah pembaca, tetapi juga melahirkan masyarakat yang lebih kritis, kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan informasi secara bijaksana dalam menghadapi perkembangan zaman. (alw/stch/dda)
















