BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus berupaya memperkuat industri hasil tembakau sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), berbagai program pembinaan dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri rokok lokal sekaligus memperluas penyerapan hasil panen tembakau dari petani setempat.
Selain menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha dan tenaga kerja industri rokok, Disperindagkop UKM Banjarnegara juga mendorong penggunaan tembakau lokal sebagai bahan baku utama dalam proses produksi.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara sektor pertanian dan industri, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Yusep Handoko, menjelaskan bahwa hingga saat ini sebagian besar industri rokok di daerah masih menggunakan campuran tembakau lokal dan tembakau yang berasal dari luar daerah.
Komposisi penggunaan bahan baku tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan dan karakteristik produk yang dihasilkan.
Meski demikian, pemerintah daerah berharap pemanfaatan tembakau hasil panen petani Banjarnegara dapat terus ditingkatkan.
Dengan meningkatnya penggunaan bahan baku lokal, industri rokok tidak hanya memperoleh pasokan yang lebih dekat dan stabil, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pendapatan para petani tembakau.
Banjarnegara sendiri dikenal memiliki potensi produksi tembakau yang cukup besar.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Distankan KP), produksi tembakau di wilayah tersebut mencapai sekitar 400 ton daun tembakau basah setiap tahun.
Jumlah tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan baku industri rokok lokal apabila pemanfaatannya dilakukan secara optimal.
Menurut Yusep, peningkatan penggunaan tembakau lokal akan menciptakan rantai pasok yang lebih kuat antara petani dan industri pengolahan.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas tembakau, memperkuat perekonomian daerah, serta menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas melalui berkembangnya industri hasil tembakau.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan industri, Disperindagkop UKM juga rutin mengadakan pelatihan peningkatan keterampilan bagi para pekerja.
Pelatihan tersebut mencakup teknik blending atau pencampuran tembakau hingga keterampilan pelintingan rokok yang bertujuan meningkatkan kualitas produk serta daya saing industri lokal di tengah persaingan pasar.
Tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas produksi, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar dapat menjalankan kegiatan usahanya secara legal.
Legalitas dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan industri yang sehat, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Saat ini, terdapat satu perusahaan rokok yang berlokasi di Desa Gelang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, yang sedang menjalani proses pengurusan perizinan usaha.
Disperindagkop UKM memberikan pendampingan secara langsung selama proses tersebut berlangsung.
Pendampingan yang diberikan meliputi berbagai tahapan administrasi, termasuk fasilitasi pengujian kadar nikotin, pemenuhan persyaratan teknis, hingga proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah berharap semakin banyak pelaku usaha rokok yang bersedia mengurus legalitas usahanya sehingga industri hasil tembakau di Banjarnegara dapat berkembang secara berkelanjutan.
Selain memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, legalitas juga membuka peluang untuk memperoleh akses pembinaan, pengembangan usaha, serta berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kapasitas industri kecil dan menengah.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan para petani tembakau, Banjarnegara optimistis mampu memperkuat posisi sebagai salah satu daerah penghasil tembakau yang memiliki industri pengolahan yang terus berkembang.
Peningkatan penggunaan tembakau lokal diharapkan tidak hanya memperkuat industri rokok daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjarnegara. (*/stch/dda)














