Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kaki Siswa PAUD Terjepit Perosotan di Cilacap, Damkar Kroya Berhasil Evakuasi dalam 10 Menit

Kaki Siswa TAUD Terjepit PerosotanKaki Siswa TAUD Terjepit Perosotan
EVAKUASI : Petugas Damkar Kroya saat mengevakuasi kaki seorang anak yang terjepit wahana permainan saat bermain di Desa Adireja Kulon Cilacap

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kroya berhasil menyelamatkan seorang siswa yang mengalami insiden kaki terjepit di wahana perosotan saat bermain di lingkungan sekolah.

Peristiwa yang terjadi di TAUD Sholih Cendekia, Desa Adireja Kulon, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (14/7), sempat membuat guru dan wali murid panik sebelum akhirnya korban berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kejadian tersebut bermula ketika seorang siswa bernama Alfian sedang menikmati waktu istirahat bersama teman-temannya.

Saat bermain di area permainan sekolah, kaki kiri korban tiba-tiba masuk ke celah perosotan dan tidak dapat dikeluarkan.

Meski telah berusaha melepaskan sendiri, posisi kaki yang terjepit membuat korban kesulitan bergerak.

Melihat kondisi tersebut, teman-teman korban segera meminta bantuan kepada guru yang sedang berada di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah kemudian bergerak cepat dengan menghubungi Pos Damkar Kroya untuk meminta bantuan penyelamatan karena khawatir upaya evakuasi secara mandiri justru dapat menyebabkan cedera pada anak.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 09.06 WIB.

Begitu menerima informasi, Tim Rescue Pos Damkar Kroya langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan kepada korban.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.16 WIB dan segera melakukan penanganan dengan memperhatikan keselamatan anak.

Berbekal pengalaman dalam operasi penyelamatan, tim melakukan evakuasi secara hati-hati agar kaki korban dapat dikeluarkan tanpa menimbulkan cedera.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit. Berkat kerja sama yang baik antara petugas Damkar dan pihak sekolah, kaki korban berhasil dilepaskan dari celah perosotan dalam kondisi aman.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban dipastikan tidak mengalami luka maupun cedera akibat insiden tersebut.

Menurut Gatot, seluruh proses penyelamatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Kecepatan respons petugas menjadi salah satu faktor penting yang membantu mengurangi kepanikan di lokasi sekaligus memastikan kondisi korban tetap aman selama proses evakuasi berlangsung.

Selain melakukan penyelamatan, petugas Damkar juga memberikan edukasi kepada pihak sekolah mengenai pentingnya keselamatan penggunaan wahana bermain.

Edukasi tersebut meliputi pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, pemeriksaan rutin kondisi peralatan permainan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.

Keselamatan anak saat menggunakan fasilitas bermain di sekolah menjadi perhatian penting karena berbagai risiko dapat terjadi apabila peralatan kurang aman atau digunakan tanpa pengawasan yang memadai.

Oleh karena itu, pemeriksaan berkala terhadap wahana bermain serta pendampingan dari guru ketika jam istirahat dinilai dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan atau rescue yang melibatkan masyarakat.

Mulai dari evakuasi korban terjebak, penyelamatan hewan, hingga penanganan keadaan darurat lainnya menjadi bagian dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Meski sempat membuat suasana sekolah dipenuhi kepanikan, insiden tersebut berakhir dengan baik.

Korban berhasil diselamatkan tanpa mengalami cedera sehingga dapat kembali berkumpul bersama teman-temannya.

Pihak Damkar berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh satuan pendidikan agar selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam menyediakan dan mengawasi penggunaan fasilitas bermain.

Dengan peralatan yang terawat, pengawasan yang baik, serta respons cepat ketika terjadi keadaan darurat, risiko kecelakaan di lingkungan sekolah dapat diminimalkan sehingga aktivitas belajar dan bermain anak berlangsung dengan aman dan nyaman. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ledakan di MAN 3 Padang Ulah Siswa

Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga Dipicu Bullying, Polisi Dalami Motif Pelaku

Berita Selanjutnya
Mitra MBG Klaim Rugi Rp 8,7 Triliun

Pembangunan SPPG Dihentikan, Mitra MBG Klaim Potensi Kerugian Capai 8,7 Triliun