BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Banjarnegara pada Minggu (12/7/2026) malam untuk menyaksikan Banjarnegara Culture Collaboration, sebuah pertunjukan seni dan hiburan yang digelar dalam rangka puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara AMF (Ali Mahmudi Family), CV Akar Mas, dan CV Restu Jaya, yang menghadirkan perpaduan seni budaya tradisional dengan hiburan modern.
Konsep tersebut berhasil menarik antusiasme masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara.
Sejak sore hingga malam hari, kawasan alun-alun dipenuhi ribuan warga yang ingin menikmati berbagai penampilan seni yang disuguhkan secara gratis.
Pertunjukan dibuka oleh kelompok seni Saleho Karya Budaya melalui tarian Nyai Bendolegi.
Penampilan para penari dengan balutan busana tradisional yang dipadukan iringan gamelan modern sukses memukau penonton.
Gerakan tari yang kompak dan energik disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang memenuhi area pertunjukan.
Penampilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa seni budaya lokal tetap mampu menarik perhatian ketika dikemas secara kreatif dan modern.
Suasana semakin semarak ketika musisi dangdut koplo dan campursari Abah Lala naik ke atas panggung.
Kehadirannya langsung mengundang antusiasme ribuan penonton yang ikut bernyanyi dan berjoget bersama sepanjang penampilannya.
Alun-alun Banjarnegara pun berubah menjadi lautan penonton yang menikmati hiburan dengan tertib dan penuh kegembiraan.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan acara.
Menurutnya, Banjarnegara Culture Collaboration menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha mampu menghadirkan hiburan berkualitas tanpa membebani keuangan pemerintah daerah.
“Acara ini murni hiburan dari masyarakat untuk masyarakat, tanpa menggunakan dana APBD sedikit pun. Berkat dukungan komunitas dan pelaku usaha, pertunjukan budaya hingga menghadirkan bintang tamu seperti Abah Lala dapat terselenggara secara mandiri,” ujarnya.
Amalia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan serta semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Banjarnegara.
Ia berharap ruang kreativitas bagi para pelaku seni dan komunitas budaya terus mendapatkan dukungan sehingga dapat menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya seperti Banjarnegara Culture Collaboration memiliki nilai strategis karena mampu mengangkat potensi daerah sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.
“Semoga kegiatan seperti ini semakin mempererat tali persaudaraan dan gotong royong masyarakat sebagai modal untuk mewujudkan Banjarnegara yang maju dan sejahtera,” harap Amalia.
Penyelenggaraan Banjarnegara Culture Collaboration menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan dunia usaha dapat menghasilkan kegiatan berskala besar yang bermanfaat bagi publik.
Selain menjadi hiburan, acara ini juga menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Banjarnegara tanpa bergantung pada pembiayaan dari APBD. (far/stch/dda)














