Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
72 Kebakaran Terjadi di Banyumas Selama Enam Bulan, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama
Tradisi Sedekah Laut di Pantai Laguna Kebumen Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Berebut Gunungan

Tradisi Sedekah Laut di Pantai Laguna Kebumen Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Berebut Gunungan

Ribuan Warga Meriahkan Sedekah Laut LembupurwoRibuan Warga Meriahkan Sedekah Laut Lembupurwo
ANTUSIAS: Warga Desa Lembupurwo mengarak gunungan hasil bumi saat pelaksanaan Sedekah Laut di Kawasan Pantai Laguna, Minggu (12/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Ribuan warga memadati kawasan Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, pada Minggu (12/7) untuk mengikuti tradisi Sedekah Laut, sebuah ritual tahunan masyarakat nelayan yang digelar setiap Bulan Suro sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa memohon keselamatan dan keberkahan.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut kembali berlangsung meriah.

Warga dari berbagai kalangan bersama para nelayan mengikuti rangkaian prosesi adat yang dipenuhi nuansa kebersamaan dan gotong royong.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah arak-arakan gunungan tumpeng hasil bumi yang dibawa menuju lokasi acara di kawasan Pantai Laguna.

Gunungan berisi berbagai hasil pertanian dan kebutuhan pangan itu menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki yang telah diberikan.

Setelah didoakan bersama, gunungan hasil bumi kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.

Tradisi berebut hasil bumi tersebut dipercaya sebagai simbol memperoleh berkah sekaligus harapan agar rezeki dan hasil tangkapan ikan pada masa mendatang semakin melimpah.

Ketua Nelayan Lembupurwo, Jumadi Effendi, mengatakan Sedekah Laut merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan masyarakat nelayan setiap Bulan Suro sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat pesisir untuk memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut dan memperoleh hasil tangkapan yang melimpah.

“Sedekah Laut adalah bentuk rasa syukur atas rezeki, keselamatan, sekaligus doa agar para nelayan selalu diberikan hasil tangkapan yang melimpah. Tradisi ini juga menjadi perekat persatuan masyarakat pesisir,” ujar Jumadi.

Ia menambahkan, keberadaan tradisi Sedekah Laut tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat kebersamaan masyarakat di kawasan pesisir.

Selain memiliki makna budaya dan religius, Sedekah Laut Lembupurwo juga berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Kebumen.

Setiap penyelenggaraannya, ribuan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan prosesi adat tersebut.

Ramainya wisatawan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Pelaku usaha kuliner, pedagang kaki lima, hingga pelaku UMKM di kawasan Pantai Laguna memperoleh peningkatan pendapatan selama berlangsungnya acara.

Jumadi berharap tradisi tersebut terus dilestarikan agar tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat nelayan, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengenal Sedekah Laut, semakin besar pula peluang berkembangnya ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor wisata budaya.

Pelaksanaan Sedekah Laut tahun ini juga dihadiri berbagai unsur masyarakat serta sejumlah tokoh daerah.

Salah satunya jajaran DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kebumen yang turut menyaksikan prosesi adat tersebut.

Ketua DPD PSI Kabupaten Kebumen, Dipa Yuwono, menilai Sedekah Laut merupakan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan perlu terus dijaga keberlangsungannya.

Menurutnya, tradisi tersebut mengajarkan pentingnya rasa syukur, semangat gotong royong, persatuan, serta penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir.

“Sedekah Laut bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga mengandung nilai gotong royong, persatuan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus dijaga bersama,” kata Dipa.

Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, Sedekah Laut di Pantai Laguna Lembupurwo diharapkan terus menjadi warisan budaya yang mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Dengan antusiasme ribuan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman serta mampu menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kebumen. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Korsleting Picu 72 Peristiwa Kebakaran

72 Kebakaran Terjadi di Banyumas Selama Enam Bulan, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama