BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Banjarnegara.
Setelah sejumlah desa mengalami krisis air bersih, kini Dusun Karanggedang, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, juga mengalami penurunan debit sumber mata air yang menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Sedikitnya 66 kepala keluarga (KK) atau 245 jiwa terdampak kondisi tersebut.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut pada Sabtu (11/7/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara sekaligus Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi PMI Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan distribusi bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kesulitan memperoleh air bersih.
“Setelah menerima permintaan bantuan dari warga, kami bersama BPBD segera melakukan distribusi air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Aji, potensi bertambahnya wilayah terdampak kekeringan masih cukup besar seiring memasuki puncak musim kemarau.
Karena itu, PMI dan BPBD terus memantau kondisi di lapangan agar bantuan dapat segera disalurkan apabila ada daerah lain yang mulai mengalami krisis air.
Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah darurat untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih untuk kebutuhan pokok, seperti minum, memasak, dan sanitasi.
Selain menyalurkan bantuan, petugas juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat agar persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih lama selama musim kemarau berlangsung.
PMI dan BPBD Banjarnegara memastikan koordinasi dengan pemerintah desa akan terus diperkuat guna memetakan wilayah-wilayah yang mulai mengalami kekeringan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila pasokan air di lingkungannya mulai berkurang sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Musim kemarau tahun ini diperkirakan masih berpotensi menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Banjarnegara, terutama desa-desa yang mengandalkan sumber mata air maupun sumur dangkal.
Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan air bersih serta meminimalkan dampak kekeringan yang lebih luas. (jud/stch/dda)
















