Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kejagung Sita Uang 401,65 Miliar dari Kasus Korupsi Nikel PT CNI
Gol Maguire Kontroversial, Mengapa VAR Tetap Sahkan Gol Manchester United?

Gol Maguire Kontroversial, Mengapa VAR Tetap Sahkan Gol Manchester United?

Gol Maguire KontroversialGol Maguire Kontroversial

BANYUMASEKSPRES.ID, MANCHESTER – Manchester United berhasil meraih kemenangan meyakinkan 5-2 atas Ipswich Town pada pekan kedua Premier League 2026/2027.

Bermain di Old Trafford, Setan Merah mampu bangkit setelah sempat tertinggal lebih dahulu. Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya lepas dari kontroversi.

Sorotan utama tertuju pada gol kedua Manchester United yang tercatat sebagai gol bunuh diri Jacob Greaves pada menit ke-57.

Gol tersebut sempat diprotes para pemain Ipswich karena dalam proses terciptanya gol, bola terlihat lebih dahulu mengenai tangan bek Manchester United, Harry Maguire.

Wasit tetap mengesahkan gol setelah insiden tersebut diperiksa oleh Video Assistant Referee atau VAR.

Keputusan itu kemudian memunculkan perdebatan mengenai bagaimana aturan handball diterapkan ketika pemain yang melakukan handball tidak menjadi pencetak gol langsung.

Insiden terjadi ketika Harry Maguire menguasai bola di sekitar tepi kotak penalti Ipswich Town.

Bek Manchester United tersebut kemudian berusaha mempertahankan penguasaan bola sebelum melepaskan tembakan mendatar ke arah pertahanan lawan.

Dalam prosesnya, bola terlihat mengenai tangan Maguire. Bola kemudian melanjutkan pergerakan dan tembakan Maguire berubah arah setelah mengenai Jacob Greaves. Bola akhirnya masuk ke gawang Ipswich dan dicatat sebagai gol bunuh diri Greaves.

Para pemain Ipswich langsung melakukan protes kepada wasit. Mereka menilai sentuhan tangan Maguire seharusnya membuat proses serangan dihentikan dan gol Manchester United tidak disahkan.

Wasit kemudian melakukan pemeriksaan melalui VAR. Setelah melihat kembali insiden tersebut, keputusan untuk mengesahkan gol tetap dipertahankan.

Premier League menjelaskan bahwa sentuhan tangan Maguire dinilai tidak disengaja.

Selain itu, Maguire bukan pemain yang mencetak gol secara langsung karena bola akhirnya masuk setelah mengenai Greaves.

“Keputusan wasit untuk mengesahkan gol Manchester United telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR—dengan penilaian bahwa Maguire bukanlah pencetak gol langsung setelah terjadinya handball yang tidak disengaja,” demikian penjelasan Premier League.

Kontroversi tersebut membuat aturan handball kembali menjadi perhatian.

Dalam kasus ini, keputusan VAR mempertimbangkan dua hal penting, yakni sifat sentuhan tangan dan siapa yang menjadi pencetak gol langsung.

Maguire memang melakukan sentuhan bola dengan tangan, tetapi VAR menilai handball tersebut tidak disengaja. Selain itu, Maguire tidak langsung mencetak gol setelah bola mengenai tangannya.

Bola masih mengenai pemain Ipswich, Jacob Greaves, sebelum masuk ke gawang. Karena itu, gol tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri Greaves.

“Gol tersebut adalah gol bunuh diri dan handball yang tidak disengaja tidak dikenai sanksi, jadi kami menyarankan agar gol tersebut disahkan,” tulis keterangan VAR Premier League.

Keputusan tersebut menjadi salah satu pembahasan menarik dalam pertandingan Manchester United karena situasi handball dalam proses terciptanya gol sering kali menjadi bagian yang sulit dipahami penonton.

Mantan pemain Manchester United, Gary Neville, turut memberikan pandangan mengenai kontroversi tersebut.

Menurut Neville, keputusan VAR bisa saja berbeda apabila tembakan Maguire langsung menjadi gol tanpa adanya sentuhan pemain lawan.

Neville menilai apabila bola hasil tembakan Maguire langsung masuk ke gawang, situasinya akan berbeda karena Maguire akan menjadi pencetak gol setelah sebelumnya melakukan handball.

“Jika tembakan itu mengarah tepat ke gawang, gol itu tidak akan disahkan. VAR berkata kepada wasit, ‘dengarkan saya,’ karena mereka tahu situasinya akan rumit,” ujar Neville kepada Sky Sports.

Komentar tersebut semakin menambah perhatian terhadap keputusan VAR dalam pertandingan Manchester United kontra Ipswich.

Di luar kontroversi VAR, pertandingan di Old Trafford berlangsung menarik karena Manchester United harus melakukan comeback.

Ipswich Town justru berhasil mengejutkan tuan rumah dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-29 melalui Leif Davis.

Gol tersebut membuat Manchester United berada dalam posisi tertinggal di kandang sendiri. Namun, Setan Merah mampu merespons dengan baik dan membalikkan keadaan.

Setelah gol bunuh diri Jacob Greaves pada menit ke-57, Manchester United mulai semakin mengendalikan pertandingan.

Permainan tuan rumah berkembang dan tekanan terhadap pertahanan Ipswich semakin meningkat.

Manchester United akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan besar 5-2.

Hasil tersebut menjadi kemenangan penting bagi Setan Merah pada awal Premier League 2026/2027.

Tiga poin tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Manchester United pada musim ini.

Meski Manchester United menang dengan skor besar, keputusan VAR terkait gol kedua tetap menjadi salah satu topik paling banyak diperbincangkan.

Bagi Ipswich Town, keputusan tersebut tentu mengecewakan karena mereka menilai adanya handball sebelum tembakan dilepaskan.

Namun, berdasarkan pemeriksaan VAR, sentuhan tangan Maguire tidak dianggap sebagai pelanggaran yang membuat gol harus dianulir.

Perbedaan pemahaman mengenai aturan handball menunjukkan betapa pentingnya detail dalam proses pengambilan keputusan menggunakan VAR.

Dalam pertandingan dengan situasi seperti ini, bukan hanya keberadaan sentuhan tangan yang diperiksa.

VAR juga mempertimbangkan apakah sentuhan tersebut disengaja, siapa yang menyentuh bola setelahnya, serta siapa yang menjadi pencetak gol langsung.

Kasus gol Manchester United tersebut menjadi contoh bagaimana keputusan VAR dapat memengaruhi jalannya pertandingan sekaligus memicu perdebatan di kalangan pemain, mantan pemain, dan penggemar sepak bola.

Terlepas dari kontroversi gol kedua, kemenangan 5-2 atas Ipswich menjadi modal penting bagi Manchester United.

Setelah sempat tertinggal, Setan Merah menunjukkan kemampuan untuk membalikkan keadaan dan mencetak lima gol.

Kemenangan di Old Trafford juga memberikan tiga poin pertama bagi Manchester United pada Premier League 2026/2027.

Sementara itu, Ipswich harus menerima kekalahan setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka dapatkan melalui gol Leif Davis.

Pertandingan tersebut akhirnya meninggalkan dua cerita utama: comeback Manchester United yang menghasilkan kemenangan 5-2 dan kontroversi keputusan VAR yang mengesahkan gol bunuh diri Jacob Greaves.

Keputusan tersebut menjadi sorotan karena adanya handball Harry Maguire dalam rangkaian terciptanya gol.

Premier League kemudian menegaskan bahwa handball tersebut tidak disengaja dan Maguire bukan pencetak gol langsung.

Dengan demikian, gol tetap dinyatakan sah dan Manchester United berhasil mengamankan tiga poin pertama mereka musim ini. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kejagung Sita Uang Rp401,65 Miliar

Kejagung Sita Uang 401,65 Miliar dari Kasus Korupsi Nikel PT CNI