BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sebuah gudang penyimpanan furniture di Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, dilalap api pada Senin (3/8/2026) siang.
Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh api dari aktivitas pembakaran sampah yang merambat hingga mengenai bangunan gudang beserta berbagai perlengkapan furniture yang tersimpan di dalamnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, insiden ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.15 WIB.
Seorang warga bernama Tri Nur Arifin, yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian, melihat kepulan asap tebal dari arah gudang milik Ganjar Yuwono.
Merasa curiga, Tri segera mendatangi lokasi untuk memastikan sumber asap tersebut.
Sesampainya di tempat kejadian, ia mendapati api telah membesar dan membakar bangunan gudang beserta seluruh isinya.
Melihat kondisi tersebut, informasi segera diteruskan kepada perangkat Desa Jatimulyo, Teguh Rodiyanto, yang kemudian datang ke lokasi.
Setelah mengetahui gudang dalam kondisi terbakar, Teguh langsung menghubungi pemilik gudang yang saat itu sedang berada di wilayah Kecamatan Sruweng.
Selain menginformasikan kepada pemilik gudang, pihak desa juga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Petanahan.
Mendapat laporan, petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kebakaran diduga berasal dari api pembakaran sampah yang dilakukan di sekitar lokasi gudang.
“Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merambat ke gudang,” ujar Kapolres, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang kering saat musim kemarau diduga mempercepat penyebaran api.
Material yang mudah terbakar di dalam gudang, seperti papan kayu dan perlengkapan furniture, membuat kobaran api dengan cepat membesar sehingga sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Akibat kebakaran tersebut, berbagai barang yang disimpan di dalam gudang mengalami kerusakan berat.
Sejumlah produk furniture seperti almari, dipan, papan kayu, dan berbagai material pendukung lainnya hangus terbakar sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena saat kebakaran berlangsung tidak terdapat aktivitas di dalam gudang.
Namun, kerugian ekonomi yang dialami pemilik diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat rusaknya bangunan dan seluruh isi gudang.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kebakaran.
Pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan sejumlah saksi dilakukan guna memastikan tidak ada faktor lain yang memicu munculnya api.
Kapolres Kebumen juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sampah, terutama selama musim kemarau.
Pada kondisi cuaca panas disertai angin, api dapat dengan mudah menyebar ke area sekitar apabila tidak diawasi dengan baik.
Menurutnya, aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan secara sembarangan memiliki risiko tinggi menyebabkan kebakaran bangunan, lahan, maupun fasilitas lainnya.
Oleh karena itu, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
Selain itu, warga juga diimbau untuk membersihkan area di sekitar bangunan dari material yang mudah terbakar serta menyediakan peralatan pemadam sederhana sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.
Peristiwa kebakaran gudang furniture di Desa Jatimulyo ini menjadi pengingat penting bahwa kelalaian kecil dapat menimbulkan kerugian besar.
Kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya saat musim kemarau, sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah Kabupaten Kebumen maupun daerah lainnya. (cah/stch/dda)














