BANYUMASEKSPRES.ID, TEMANGGUNG – Sebuah insiden tragis terjadi pada dini hari, Sabtu (14/3/2026), ketika gudang penyimpanan tabung gas LPG yang terletak di Jalan Raya Temanggung–Bulu, tepatnya di Dusun Growo, Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, meledak dengan dahsyat.
Peristiwa ini mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Menurut penjelasan Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini, ledakan tersebut diduga disebabkan oleh adanya api dari kompor yang kemudian menyambar gas yang ada di lokasi kejadian.
“Situasi ini sangat mengkhawatirkan karena kejadian berlangsung saat sahur. Kami menerima laporan tentang ledakan dan kebakaran yang terjadi bersamaan. Ada empat korban dalam kejadian ini dan semuanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Temanggung akibat luka bakar,” ungkap Zamrul.
Tim pemadam kebakaran yang segera dikerahkan ke lokasi berhasil memadamkan api setelah melakukan upaya penyelamatan yang hati-hati.
Dalam proses tersebut, petugas kepolisian pun langsung mengamankan area kejadian untuk mencegah risiko ledakan susulan.
Selain itu, ratusan tabung LPG berukuran 3 kilogram dan 12 kilogram dievakuasi dari dalam gudang untuk menjamin keselamatan masyarakat sekitar.
Dari hasil penyelidikan awal oleh pihak kepolisian, ditemukan indikasi bahwa terdapat praktik pengoplosan LPG di lokasi tersebut.
Hal ini terungkap dari banyaknya tabung LPG bersubsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya.
Polres Temanggung saat ini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan serta memastikan apakah ada unsur pelanggaran hukum terkait dugaan praktik ilegal tersebut.
“Keamanan lokasi adalah prioritas kami saat ini agar masyarakat dapat beraktivitas dengan normal,” lanjut Zamrul.
Dia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah meminta keterangan dari para korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit guna mendapatkan informasi lebih lanjut tentang peristiwa mengerikan ini.
Sementara itu, Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Evakuasi Damkar Temanggung, Edi Irwanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran dari warga sekitar pukul 03.25 WIB.
Mengingat sifat objek yang terbakar adalah gudang berisi tabung LPG, yang merupakan bahan mudah terbakar dan berpotensi meledak, proses pemadaman dilakukan dengan sangat hati-hati dari luar bangunan terlebih dahulu.
“Setelah kondisi dianggap cukup aman untuk masuk ke dalam bangunan, kami mulai menyisir area terdampak,” kata Edi.
Dalam insiden tersebut, tiga pekerja gudang mengalami luka-luka dan satu personel pemadam kebakaran juga terluka akibat serpihan kaca saat penanganan kebakaran.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.15 WIB setelah tim pemadam kebakaran bekerja keras untuk mengendalikan kobaran api yang berkobar hebat.
Kebakaran tersebut telah menghanguskan satu bangunan gudang dengan ukuran sekitar 12 x 8 meter.
Dalam kejadian ini juga dilaporkan bahwa dua kendaraan roda empat jenis Isuzu Traga dan Mitsubishi L300 yang berada dekat lokasi turut hangus terbakar oleh si jago merah.
Dampak dari kebakaran ini tidak hanya terbatas pada gudang saja tetapi juga merembet ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya.
Di antaranya adalah musala yang berada dalam kompleks gudang tembakau Djarum serta sebuah bengkel cat mobil milik warga setempat.
Kejadian ini menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai keselamatan penyimpanan bahan bakar gas serta praktik distribusi LPG bersubsidi di wilayah Temanggung.
Dengan adanya indikasi bahwa ada praktik pengoplosan gas bersubsidi yang marak terjadi di daerah tersebut, masyarakat pun mulai meminta perhatian serius dari pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas guna mencegah insiden serupa terulang kembali. (stch/dda)
















