Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Ahmad Dhani Puji Mulan Jameela sebagai Istri yang Sangat Taat Pada Suami
Gunung Selokurung, Destinasi Pendakian Hidden Gem dengan View Waduk Selorejo

Gunung Selokurung, Destinasi Pendakian Hidden Gem dengan View Waduk Selorejo

Pendakian Gunung SelokurungPendakian Gunung Selokurung
Gunung Selokurung di Ngantang, Malang, menawarkan jalur pendakian ramah pemula dengan panorama Waduk Selorejo, sunrise memukau, dan kisah sejarah Raden Trunojoyo.

BANYUMASEKSPRES.ID, Bagi pencinta alam yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus menghadapi jalur pendakian panjang, Gunung Selokurung di Kabupaten Malang dapat menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi.

Gunung Selokurung belakangan mulai menarik perhatian para pendaki karena menawarkan jalur yang relatif ringan namun tetap menyuguhkan panorama alam yang memikat sepanjang perjalanan.

Daya tarik gunung ini tidak hanya terletak pada keindahan lanskapnya. Di balik suasana alam yang tenang, terdapat cerita sejarah yang berkembang di masyarakat setempat.

Kombinasi antara panorama pegunungan, nilai historis, serta jalur yang ramah bagi pendaki pemula menjadikan Gunung Selokurung semakin dilirik wisatawan.

Gunung Selokurung berada di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Lokasinya terletak di kawasan lereng utara Gunung Kelud dengan ketinggian sekitar 1.038 meter di atas permukaan laut.

Meski tidak termasuk gunung tertinggi di Jawa Timur, Selokurung menawarkan pengalaman berbeda yang cocok bagi berbagai kalangan pecinta aktivitas luar ruangan.

Jalur yang relatif singkat membuat gunung ini cocok untuk pendaki pemula, keluarga, maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang lebih santai.

Keunggulan lain yang dimiliki Gunung Selokurung adalah panorama Waduk Selorejo yang dapat dinikmati dari sejumlah titik sepanjang jalur pendakian hingga area puncak.

Keindahan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak pendaki mulai memasukkan Gunung Selokurung dalam daftar tujuan wisata alam mereka.

Selain panorama alamnya, Gunung Selokurung juga dikenal memiliki kisah sejarah yang terus diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat sekitar.

Menurut cerita yang berkembang, kawasan ini pernah menjadi tempat persembunyian Raden Trunojoyo ketika menghadapi pengejaran musuh pada tahun 1679.

Nama Selokurung disebut memiliki kaitan dengan bentuk geografis kawasan tersebut yang dikelilingi tebing batu dan area hutan bambu.

Gunung Selokurung
Punggungan Naga di Gunung Selokurung menjadi spot favorit pendaki untuk menikmati sunrise dan bentang alam pegunungan.

Kondisi tersebut menciptakan kesan seolah kawasan itu terkurung secara alami sehingga melahirkan nama Selokurung yang dikenal hingga sekarang.

Karakter geografis yang unik tersebut memberikan suasana berbeda dibandingkan sejumlah jalur pendakian lain yang berada di wilayah Malang.

Salah satu alasan utama meningkatnya popularitas Gunung Selokurung adalah jalur pendakiannya yang relatif bersahabat bagi berbagai kalangan.

Untuk mencapai puncak, pendaki biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam perjalanan sesuai kondisi fisik masing-masing.

Jalur pendakian didominasi trek tanah, vegetasi alami, serta tanjakan yang tidak terlalu ekstrem sehingga lebih nyaman dilalui pemula.

Karena durasi pendakian yang cukup singkat, banyak wisatawan memilih melakukan perjalanan pulang pergi dalam satu hari tanpa bermalam.

Meski demikian, pendaki tetap perlu mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan yang memadai sebelum memulai perjalanan menuju puncak.

Pada musim hujan, beberapa bagian jalur dapat menjadi licin sehingga kewaspadaan dan perlengkapan yang sesuai tetap diperlukan.

Pemandangan yang tersaji menjadi salah satu daya tarik utama sejak awal perjalanan menuju puncak Gunung Selokurung.

Selama pendakian, wisatawan dapat menikmati hamparan Waduk Selorejo yang terlihat jelas dari sejumlah titik terbuka di sepanjang jalur.

Ketika cuaca cerah, panorama Pegunungan Anjasmara serta massif Gunung Arjuno-Welirang juga dapat terlihat dari kejauhan.

Keindahan tersebut membuat Gunung Selokurung menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam tanpa pendakian panjang.

Karakter jalur yang tidak terlalu tertutup juga memberikan kesempatan lebih luas bagi pendaki untuk menikmati bentang alam sekitar.

Menjelang area puncak, terdapat lokasi yang cukup populer dan sering menjadi tujuan berfoto para pendaki bernama Punggungan Naga.

Area tersebut memiliki jalur terbuka dengan panorama di kedua sisi yang menampilkan pemandangan alam secara lebih luas.

Dari kawasan Punggungan Naga, bentang alam di sekitar Gunung Selokurung terlihat lebih dramatis dan memanjakan mata.

Banyak pendaki menyebut lokasi ini sebagai salah satu titik terbaik untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.

Minimnya penghalang pandangan membuat panorama yang tersaji terlihat semakin luas dan memberikan pengalaman visual yang berkesan.

Selain pendakian pada siang hari, sebagian wisatawan memilih memulai perjalanan sejak dini hari untuk mengejar momen matahari terbit.

Dari puncak Gunung Selokurung, panorama sunrise terlihat semakin indah karena berpadu dengan pemandangan Waduk Selorejo di bawahnya.

Pada malam hari, pendaki juga dapat menikmati hamparan city light yang berasal dari kawasan Malang, Batu, hingga sebagian Kediri.

Pemandangan lampu kota tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang menyukai fotografi malam hari.

Akses menuju basecamp Gunung Selokurung juga relatif mudah dijangkau baik dari Kota Malang maupun Kota Batu.

Dari Kota Malang, perjalanan dapat dilakukan melalui rute Malang, Batu, Ngantang, hingga menuju kawasan Waduk Selorejo.

Jarak perjalanan dari Kota Malang menuju lokasi pendakian kurang lebih mencapai enam puluh kilometer.

Wisatawan yang menggunakan transportasi umum dari Batu dapat memanfaatkan bus jurusan Ngantang sebelum melanjutkan perjalanan menuju basecamp.

Karena jalur menuju Ngantang melewati kawasan pegunungan, kondisi kendaraan sebaiknya dipastikan dalam keadaan prima sebelum berangkat.

Meskipun dikenal ramah bagi pemula, persiapan sebelum mendaki tetap menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Melakukan aktivitas fisik ringan beberapa hari sebelum pendakian dapat membantu menjaga stamina selama perjalanan berlangsung.

Pendaki juga disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman dan memiliki daya cengkeram yang baik saat melintasi jalur.

Membawa air minum, makanan ringan, jas hujan, serta jaket penahan angin akan membantu perjalanan menjadi lebih nyaman.

Selain itu, wisatawan juga perlu menerapkan prinsip pendakian yang bertanggung jawab dengan membawa kembali seluruh sampah.

Di tengah banyaknya gunung populer yang semakin ramai, Gunung Selokurung menawarkan pengalaman pendakian yang lebih tenang dan santai.

Panorama Waduk Selorejo, pemandangan pegunungan yang luas, jalur yang bersahabat, serta nilai sejarah menjadikan destinasi ini layak dikunjungi.

Bagi wisatawan yang mencari tempat healing di Malang dengan trek tidak terlalu berat namun tetap menyuguhkan panorama memukau, Gunung Selokurung patut dipertimbangkan.

Sebelum berkunjung, wisatawan disarankan selalu memantau informasi terbaru mengenai akses pendakian, kondisi cuaca, serta aturan yang berlaku agar perjalanan berlangsung aman dan menyenangkan. (vip)

Berita Sebelumnya
Dipuji Istri Taat Suami

Ahmad Dhani Puji Mulan Jameela sebagai Istri yang Sangat Taat Pada Suami