Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Guru di Kebumen Mulai Dilatih Coding dan Kecerdasan Buatan

Guru mulai dilatih coding dan kecerdasan buatanGuru mulai dilatih coding dan kecerdasan buatan
Guru dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Kebumen mengikuti pelatihan coding dan kecerdasan Buatan di SMA Negeri 1 Kebumen, Minggu (20/7).

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Ratusan guru dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Kebumen kini mulai dikenalkan dengan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Pelatihan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kebumen sebagai bagian dari persiapan implementasi kurikulum baru yang akan memasukkan materi digital tersebut ke seluruh sekolah di Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan dunia digital yang terus berkembang pesat.

Para pendidik yang sebelumnya belum familiar dengan istilah coding dan AI kini mendapatkan kesempatan untuk mempelajarinya, dengan harapan ke depan mereka dapat mengajarkannya kepada para siswa.

“Ini pelatihannya ini berarti kita mengetahui beberapa istilah dalam coding dan kecerdasan Artificial,” ujar Sih Kaputra, salah satu peserta pelatihan, pada Minggu (20/7).

Meskipun masih awam terhadap dunia coding dan AI, antusiasme para guru untuk mengikuti kelas ini tetap tinggi. Pelatihan dilengkapi dengan metode pengajaran yang dirancang agar mudah dipahami oleh siswa nantinya.

“Awalnya ini kita mengira ini pembuatan aplikasi. Ternyata di sini pengaplikasiannya dari anak. Berarti kita memberi pemahaman mereka tentang coding ini secara mandiri secara tersusun. Jadi nanti kita bisa menerapkannya di SD dengan mudah,” jelas Sih Kaputra lebih lanjut.

Penyelenggaraan pelatihan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan serta Pendidikan Guru, bekerja sama dengan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) LKP Indojaya.

Yuminah, selaku pengelola pelatihan dan diklat dari LKP Indojaya, menuturkan bahwa harapan mereka adalah mempersiapkan para guru agar mampu mengimplementasikan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan di sekolah masing-masing.

“Harapannya kami dari LPD Indojaya adalah menyiapkan guru-guru untuk bisa menerapkan mata pelajaran coding dan KA di sekolah masing-masing. Semoga pelatihan ini membuka gambaran bagi guru-guru untuk bisa menerapkan pembelajaran di kelas,” kata Yuminah.

Pelatihan ini dianggap sebagai langkah awal yang penting dalam mempersiapkan tenaga pendidik untuk menghadapi era digitalisasi pendidikan yang semakin nyata.

Dengan pengetahuan baru tentang teknologi digital seperti AI dan coding, para guru diharapkan dapat lebih siap dalam memberikan pendidikan yang relevan sesuai tuntutan zaman kepada siswa-siswi mereka.

Kurikulum baru yang sedang disiapkan pemerintah memang memasukkan unsur-unsur digitalisasi sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan teknologi global.

Dengan demikian melalui inisiatif semacam ini, kebijakan pendidikan nasional dapat bertransformasi seiring perkembangan teknologi informasi yang kian cepat.

Para guru dituntut tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Oleh karena itu, program pelatihan seperti yang dilakukan LPD Indojaya menjadi sangat krusial.

Selain itu, kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam pembelajaran menjadi salah satu kompetensi penting bagi para pendidik masa kini.

Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pendidikan berbasis teknologi menawarkan banyak peluang baru bagi pengembangan keterampilan siswa.

Dalam konteks globalisasi pendidikan saat ini, kemampuan adaptif terhadap teknologi baru harus dimiliki oleh setiap tenaga pendidik agar tetap relevan dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas kepada generasi penerus bangsa.

Kesadaran akan pentingnya peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi pendorong utama bagi pemerintah daerah Kebumen untuk mendukung program pelatihan semacam ini.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan teknologi informasi menjadi prioritas utama agar daerah dapat bersaing secara kompetitif baik pada level nasional maupun internasional.

Inisiatif kolaboratif antara pemerintah pusat dengan lembaga-lembaga penyelenggara diklat swasta seperti LKP Indojaya menunjukkan adanya sinergi positif dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan berbasis digital yang inklusif bagi seluruh kalangan masyarakat tanpa terkecuali.

Pada akhirnya hasil dari pelatihan-pelatihan semacam ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu para tenaga pendidik tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan sosial-ekonomi daerah secara keseluruhan melalui penciptaan generasi muda yang melek teknologi serta siap menghadapi tantangan masa depan. (mam/stch)

Berita Sebelumnya
Lsm tuntut penjual ditindak tegas

LSM di Purbalingga Tuntut Penjual Miras Ditindak Tegas Buntut Proses Hukum Anggotanya yang Lakukan Pemerasan pada Penjual Miras

Berita Selanjutnya
Kerugian negara capai rp 100 triliun

Pemerintah Tegaskan Tindakan Tegas Hadapi Praktik Curang Beras Oplosan