BANYUMASEKSPRES.ID, Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau yang dikenal sebagai emas Antam tercatat tidak mengalami perubahan pada perdagangan hari ini, Senin, 21 Juli 2025. Harga logam mulia ini stagnan usai sempat naik Rp 10 ribu pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam per gram hari ini masih bertahan di angka Rp 1.927.000. Angka ini merupakan harga yang sama sejak Sabtu, 19 Juli 2025.
Sementara pada Jumat, 18 Juli 2025, harga emas tercatat Rp 1.917.000 per gram. Hari sebelumnya, yaitu Kamis, harga emas sempat menyentuh Rp 1.919.000 per gram, lalu turun sebesar Rp 2.000 ke posisi Jumat.
Harga beli kembali atau buyback untuk emas batangan Antam juga tidak mengalami perubahan. Hari ini, harga buyback emas tetap berada di level Rp 1.773.000 per gram, yang berarti harga yang diterima jika konsumen menjual kembali emas batangan ke Antam.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta, pembeli atau pemilik emas akan dikenakan pajak penghasilan (PPh 22) sebesar 1,5 persen. Pajak ini akan langsung dipotong dari total nilai transaksi secara otomatis.
Ketentuan pajak ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.03/2022, yang mengatur soal penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pengganti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Aturan ini berlaku untuk individu, badan usaha, hingga instansi pemerintah.
Dengan kebijakan ini, transaksi pembelian dan penjualan emas harus disesuaikan dengan data NIK yang telah terintegrasi secara resmi dengan sistem perpajakan nasional. Hal ini bertujuan untuk memperkuat transparansi serta memudahkan proses pelaporan pajak. Berikut daftar harga emas batangan Antam hari ini berdasarkan laman Logam Mulia:
- 0,5 gram: Rp 1.013.500
- 1 gram: Rp 1.927.000
- 2 gram: Rp 3.794.000
- 3 gram: Rp 5.666.000
- 5 gram: Rp 9.410.000
- 10 gram: Rp 18.765.000
- 25 gram: Rp 46.787.000
- 50 gram: Rp 93.495.000
- 100 gram: Rp 186.912.000
- 250 gram: Rp 467.015.000
- 500 gram: Rp 933.820.000
- 1 kilogram: Rp 1.867.600.000
Harga emas batangan kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor global maupun domestik. Termasuk di antaranya adalah pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, inflasi, serta kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh bank sentral.
Kondisi stagnannya harga emas hari ini bisa menjadi cerminan dari pasar yang sedang menanti sentimen baru. Kenaikan harga Rp 10 ribu pada akhir pekan lalu menunjukkan adanya potensi penguatan, namun kini pasar tampaknya kembali stabil.
Sementara itu, masyarakat yang berniat berinvestasi emas perlu memperhatikan detail perhitungan harga jual dan beli, termasuk beban pajak. Terutama bagi yang ingin melakukan transaksi dalam jumlah besar.
Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, emas kerap dipilih sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Emas juga masih dianggap sebagai aset aman atau safe haven, terutama saat gejolak ekonomi atau ketidakpastian global meningkat.
Bagi investor pemula, memahami perkembangan harga emas secara harian seperti ini dapat menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan. Stabilitas harga dalam beberapa hari terakhir juga bisa menjadi momen tepat untuk mempertimbangkan pembelian.
Namun, penting untuk diingat bahwa investasi emas sebaiknya dilakukan dengan orientasi jangka panjang, mengingat volatilitasnya yang bisa berubah dalam waktu singkat. (WAN)
















