Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Jaksa Sebut Perkara Yaqut Berdampak pada Hak Jemaah Haji, Kerugian Negara Didakwa 622 Miliar
Batik Pringmas Banyumas Tampil di KKI 2026, Bawa Motif Serayuan dan Lumbon Aseman

Batik Pringmas Banyumas Tampil di KKI 2026, Bawa Motif Serayuan dan Lumbon Aseman

Batik Pringmas Tampil di KKI 2026 JakartaBatik Pringmas Tampil di KKI 2026 Jakarta
BATIK BANYUMAS: Sejumlah produk KUB Batik Pringmas mengikuti event KKI 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center Hall, Jum'at (21/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kain batik tulis karya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Pringmas, Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, turut tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Banyumas untuk memperkenalkan produk berbasis kearifan lokal kepada pasar yang lebih luas.

KKI 2026 yang digelar Bank Indonesia berlangsung mulai Kamis (20/8) hingga Minggu (23/8) di JICC Hall A & B.

Ajang tahunan tersebut menjadi wadah promosi bagi berbagai produk UMKM binaan Bank Indonesia dari sejumlah daerah di Indonesia.

Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari kuliner, olahan pangan, kain tradisional, kerajinan, hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Ketua KUB Batik Pringmas Nunik Wahyuni mengatakan, pihaknya membawa sejumlah produk unggulan dalam kegiatan tersebut.

Dua produk yang mendapat tempat di Hall of Indonesia adalah kain batik tulis dengan motif Serayuan dan Lumbon Aseman.

“Produk Batik Pringmas yang dipajang di Hall of Indonesia yaitu kain batik tulis motif Serayuan dan Lumbon Aseman,” kata Nunik, Jumat (21/8).

Menurut Nunik, pemilihan kedua motif tersebut bukan tanpa alasan. Keduanya merepresentasikan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat Banyumas sehingga sekaligus menjadi identitas produk KUB Batik Pringmas.

Motif Serayuan terinspirasi dari Sungai Serayu yang menjadi salah satu bagian penting dari bentang alam Banyumas.

Dalam motif tersebut, berbagai unsur kehidupan di sungai dan lingkungan sekitarnya dituangkan ke dalam kain batik tulis.

Elemen yang digunakan antara lain ikan, udang, yuyu atau kepiting sungai, rumput, hingga bunga.

Perpaduan berbagai unsur tersebut menghasilkan motif yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan cerita mengenai kekayaan alam Banyumas.

Melalui karya tersebut, KUB Batik Pringmas berupaya memperkenalkan lingkungan Sungai Serayu dalam bentuk karya seni tradisional.

Pengangkatan unsur alam sebagai motif batik juga menjadi cara bagi pelaku UMKM untuk menjaga hubungan antara produk kerajinan dengan identitas daerah asalnya.

Sementara itu, motif Lumbon Aseman mengambil inspirasi dari suasana lingkungan pedesaan Banyumas.

Motif ini mengangkat tanaman lumbu atau talas serta pohon asam jawa yang banyak dijumpai di sekitar permukiman masyarakat.

Kedua tanaman tersebut kemudian diolah menjadi elemen visual dalam kain batik.

Lumbon Aseman menggambarkan kehidupan pedesaan yang dekat dengan alam sekaligus memanfaatkan berbagai tanaman sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Motif tersebut juga membawa pesan mengenai lingkungan yang memberikan kesejukan dan menyediakan sumber pangan bagi masyarakat.

“Setiap tahun diseleksi UMKM mana saja yang layak untuk mengikuti KKI,” ujar Nunik.

Keikutsertaan KUB Batik Pringmas dalam KKI 2026 tidak diperoleh secara otomatis.

Produk UMKM yang ingin ditampilkan dalam ajang tersebut harus melewati proses seleksi dan kurasi.

Menurut Nunik, proses tersebut menjadi salah satu tahapan penting karena produk yang ditampilkan di KKI harus memenuhi standar yang telah ditentukan.

Produk-produk UMKM terlebih dahulu dinilai oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya sebelum akhirnya dipilih untuk ditampilkan di Hall of Indonesia.

Proses kurasi tersebut membuat kesempatan tampil di KKI menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kualitas produk UMKM daerah.

Selain dua kain batik tulis dengan motif Serayuan dan Lumbon Aseman, KUB Batik Pringmas juga membawa sejumlah produk lain.

Di antaranya kain batik cap dengan pewarna sintetis maupun pewarna alami, kain ecoprint, pakaian batik siap pakai atau ready to wear, serta berbagai produk lainnya.

“KUB Batik Pringmas sebagai salah satu UMKM binaan BI Kantor Perwakilan Purwokerto,” kata Nunik.

Kehadiran KUB Batik Pringmas dalam KKI 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan batik khas Banyumas kepada pengunjung dan calon pasar dari berbagai daerah.

Produk yang mengangkat cerita lokal memiliki peluang untuk memperkuat identitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk UMKM.

Motif Serayuan dan Lumbon Aseman menjadi contoh bagaimana kekayaan alam serta kehidupan masyarakat dapat diterjemahkan menjadi karya batik.

Bagi pelaku UMKM, kegiatan seperti KKI juga membuka kesempatan untuk memperluas jejaring dan mengenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Terlebih, produk yang ditampilkan tidak hanya mengandalkan aspek visual, tetapi juga memiliki cerita yang berkaitan dengan daerah asalnya.

KUB Batik Pringmas sendiri terus mengembangkan produk batik dengan berbagai teknik dan pendekatan, mulai dari batik tulis, batik cap, pewarna alami, hingga ecoprint dan pakaian siap pakai.

Keikutsertaan dalam KKI 2026 di Jakarta sekaligus menunjukkan bahwa produk kerajinan daerah memiliki peluang untuk tampil dalam ruang promosi berskala nasional.

Dengan membawa motif yang berakar pada kekayaan alam Banyumas, Batik Pringmas berupaya menjadikan tradisi membatik tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai media untuk mengenalkan cerita dan identitas daerah. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Jaksa KPK: Korupsi Kuota Haji Rampas Hak Jemaah

Jaksa Sebut Perkara Yaqut Berdampak pada Hak Jemaah Haji, Kerugian Negara Didakwa 622 Miliar