Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Jadwal Qatar vs Swiss: Ujian Perdana Julen Lopetegui di Panggung Piala Dunia 2026
Uji Coba Penutupan Jembatan Serayu Banyumas Berjalan Lancar Tanpa Macet

Uji Coba Penutupan Jembatan Serayu Banyumas Berjalan Lancar Tanpa Macet

Ujicoba Penutupan Jembatan Serayu Minim MacetUjicoba Penutupan Jembatan Serayu Minim Macet
PADAT: Selama ujicoba rekayasa lalu lintas penutupan Jembatan Serayu pada Jumat (12/6), kendaraan yang datang dari Gunung Tugel dan Patikraja yang menuju Banyumas dibelokkan melalui Jembatan Joko Kaiman lewat simpang tiga Masjid Al-Muhahidin, Mandiracan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Uji coba rekayasa lalu lintas menyusul penutupan Jembatan Serayu pada hari Jumat, 12 Juni 2023, berlangsung selama satu setengah jam.

Selama periode tersebut, tidak terjadi kemacetan signifikan di jalur alternatif yang telah ditentukan.

Meskipun kepadatan kendaraan sempat terlihat di beberapa titik, arus lalu lintas tetap terpantau lancar tanpa mengalami penumpukan yang berkepanjangan.

Pantauan awak media menunjukkan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas yang awalnya dijadwalkan dimulai lebih pagi mengalami keterlambatan sekitar satu setengah jam.

Rekayasa lalu lintas baru dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB.

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, Oktavia Yulianto, menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh perluasan persiapan yang dilakukan oleh seluruh personel gabungan.

Sebelum pelaksanaan uji coba, mereka menjalani apel bersama di area Pendopo Kecamatan Banyumas.

Setelah semua persiapan selesai, termasuk pemasangan barrier dan pengumuman di sejumlah titik strategis, uji coba akhirnya dilaksanakan.

“Hasil evaluasi sementara menunjukkan bahwa tidak terjadi kemacetan parah di jalur alternatif Mandiracan-Papringan selama uji coba berlangsung,” ungkap Oktavia kepada awak media.

Meskipun demikian, ia mencatat adanya peningkatan volume kendaraan di beberapa persimpangan, yang menyebabkan kepadatan meskipun tidak sampai mengakibatkan kemacetan yang serius.

Dalam upaya mengurangi beban kendaraan di sekitar Jembatan Serayu yang ditutup sementara, kendaraan kecil dari arah Gunung Tugel dan Patikraja dialihkan melalui Jembatan Joko Kaiman menuju simpang depan Masjid Al-Mujahidin Mandiracan.

“Terjadi kepadatan iya. Ada penyesuaian pada durasi APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) atau lampu merah di Simpang Pegalongan khususnya untuk arah dari selatan,” jelas Oktavia.

Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan untuk seluruh pengguna jalan tanpa pengecualian.

Tidak hanya kendaraan pribadi dan kendaraan niaga yang terpengaruh, tetapi juga armada Trans Banyumas yang turut dialihkan selama uji coba berlangsung.

Untuk memastikan kelancaran transportasi umum meskipun akses utama ditutup sementara, armada Trans Banyumas diputar melalui kawasan Pasar Kalisada, Kaliori.

Oktavia menambahkan bahwa sesi kedua dari uji coba ini direncanakan mulai pukul 16.00 WIB dengan lama waktu uji coba yang akan kembali disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan saat itu.

Proses ini menunjukkan komitmen Dinas Perhubungan Banyumas dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meminimalisir dampak dari penutupan jembatan terhadap masyarakat pengguna jalan.

Uji coba rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan perbaikan infrastruktur demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Penutupan Jembatan Serayu sendiri dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjamin keamanan struktur jembatan tersebut, sekaligus memberikan waktu untuk melakukan pemeliharaan yang diperlukan.

Dalam konteks tersebut, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa tindakan seperti penutupan jembatan dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara namun memiliki tujuan jangka panjang demi keselamatan publik.

Pihak Dinas Perhubungan juga mengimbau agar pengguna jalan tetap mengikuti petunjuk dan rambu-rambu lalu lintas yang ada selama periode uji coba berlangsung.

Sebagai langkah lanjutan pasca-uji coba ini, hasil evaluasi akan digunakan untuk merumuskan strategi lebih lanjut dalam pengaturan lalu lintas ke depan.

Dengan data akurat tentang arus lalu lintas dan titik-titik rawan kemacetan, pihak berwenang berharap dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih baik serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Qatar vs Swiss Al Annabi Hapus Trauma, La Nati Incar Sempurna

Jadwal Qatar vs Swiss: Ujian Perdana Julen Lopetegui di Panggung Piala Dunia 2026