BANYUMASEKSPRES.ID, Kabupaten Gunungkidul tidak hanya memiliki destinasi wisata pantai, daerah ini juga mempunyai kawasan wisata alam yang asri.
Salah satunya adalah kegiatan seru berjalan kaki menyusuri area Taman Hutan Raya Bunder sambil mengamati flora fauna.
Kepala Tahura Bunder, Alex Zubaedi, mengatakan Tahura Bunder saat ini terbuka bagi masyarakat namun menggunakan sistem gate keeping.
Secara rinci, Alex menyebut jika gate keeping ini menuntut para calon pengunjung untuk lebih terencana ketika hendak berkunjung.
“Jadi masyarakat bisa reservasi dulu atau menghubungi petugas di nomor 082138368731 untuk mendapatkan informasi kunjungan,” kata Alex.
Alex mengungkapkan sistem baru berupa gate keeping bertujuan khusus untuk menjaga ketenangan satwa liar di Tahura Bunder.
Penerapan metode masuk tersebut juga berfungsi guna memastikan pengalaman liburan setiap pengunjung tetap berkualitas tinggi serta tenang.
“Di Tahura Bunder pengunjung bisa melakukan kamping, tracking hingga bermain air di sungai Oya yang pinggirnya bebatuan karst,” ujarnya.
Sedangkan untuk urusan tiket masuk kawasan, setiap orang pengunjung hanya akan dikenakan biaya sebesar lima ribu rupiah.
Sementara jika wisatawan ingin mendirikan tenda, tarifnya cuma sepuluh ribu rupiah saja per tapak untuk setiap malam.
Selanjutnya tarif retribusi parkir kendaraan cuma seribu rupiah, semua dana masuk tersebut digunakan merawat fasilitas Tahura Bunder.
“Tenda bisa 10 lebih, ada fasilitas kamar mandi juga. Tapi kebanyakan yang ke sini biasanya kamping dan paginya melakukan tracking atau jalan kaki menyusuri Tahura Bunder dengan total jarak sekitar tiga kilometer,” ucapnya.
Destinasi alam Tahura Bunder sendiri menyuguhkan rute jalan kaki indah berpemandangan Watu Sipat serta aliran Sungai Oya.
Wisatawan juga dapat melihat penangkaran rusa yang asri di area dalam hutan lindung milik pemerintah daerah Yogyakarta.
Alex menyebut rute tracking menarik tersebut menyusuri jalan setapak kecil dengan jalur yang sudah ditentukan oleh pemandu.
Adapun aktivitas utamanya adalah menyambangi balai perbenihan pohon hingga melihat langsung area kebun tanaman kayu putih perkebunan.
“Untuk pemandu dari operator kami dan bayarnya seikhlasnya,” ujarnya.
Menurut pendapatnya, melalui aktivitas berjalan kaki pengunjung bisa jauh lebih mengenal ragam flora fauna di Tahura Bunder.
Alex juga mengungkapkan terdapat satu titik lokasi atau spot terbilang unik saat melakukan aktivitas penjelajahan hutan tersebut.
“Yang menarik dari tracking itu nanti pengunjung bisa melihat Watu Sipat, itu adalah tempat berupa sungai kecil dengan garis di bebatuannya. Garis itu kalau ditarik lurus bisa sampai Jawa Timur,” katanya.
Alex mengatakan pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara resmi meminta pengelola agar betul-betul menjaga kelestarian lokasi Watu Sipat.
Pihak internal Keraton Jogja mewanti-wanti dengan tegas tidak boleh ada perubahan bentuk fisik apa pun di sana.
“Jadi selain fisik terjaga, pengunjung juga bisa rileks karena suasana di hutan yang masih sangat alami,” ujarnya. (vip)














