BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pada Minggu (10/5) pagi, masyarakat Kelurahan Pasirmuncang, Kecamatan Purwokerto Barat, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria lanjut usia di tepi jalan.
Korban yang diketahui bernama Karim, berusia 71 tahun, merupakan warga Jalan Puskesmas RT 4 RW 11 Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan.
Jasadnya ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di bahu jalan yang dipenuhi semak-semak di wilayah RT 3 RW 3 Pasirmuncang.
Saat ditemukan, Karim hanya mengenakan sarung dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Menurut Kapolsek Purwokerto Barat, AKP Susanto, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Ketua RT setempat bersama warga yang sedang melaksanakan kegiatan kerja bakti.
Penemuan ini kemudian dilaporkan segera kepada pihak kepolisian.
“Korban pertama kali ditemukan oleh Ketua RT setempat bersama warga yang sedang melaksanakan kerja bakti. Setelah itu, mereka langsung menghubungi Bhabinkamtibmas, yang kemudian diteruskan ke Polsek,” jelas AKP Susanto mengenai kronologi kejadian.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas dari Polsek Purwokerto Barat dan Tim Inafis Polresta Banyumas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Proses pemeriksaan dilakukan bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan tenaga medis dari Puskesmas Purwokerto Barat.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jasad korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.
Pemeriksaan medis dilakukan dengan tujuan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka akibat penganiayaan pada tubuh korban.
Polisi juga mencatat bahwa tidak ada lebam atau indikasi lain yang dapat mengarah pada kemungkinan tindak pidana dalam kematian Karim.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban diduga meninggal dunia karena faktor usia serta riwayat penyakit yang dideritanya,” tambah AKP Susanto menjelaskan hasil analisis tim medis.
Keterangan dari pihak keluarga mengindikasikan bahwa Karim memang sudah berada dalam kondisi pikun dan sering mengalami gangguan kesehatan seiring bertambahnya usia.
Kondisi kesehatan yang memburuk ini diduga menjadi penyebab utama kematian korban pada saat ia berada di lokasi kejadian.
Keluarga korban menyatakan bahwa mereka menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah Karim.
Mereka menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah dan tidak mempermasalahkan penyebab kematian suami dan ayah mereka tersebut.
Alhasil, setelah proses pemeriksaan selesai dilaksanakan oleh pihak kepolisian dan tenaga medis, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan tradisi yang berlaku.
Polisi memastikan bahwa peristiwa tragis ini murni disebabkan oleh faktor kesehatan tanpa adanya unsur kekerasan dalam kejadian tersebut.
Masyarakat di sekitar lokasi penemuan jasad pun merasa kehilangan akan sosok Karim yang dikenal sebagai pribadi baik di lingkungan sekitar.
Keberadaan sosok lansia seperti Karim di masyarakat merupakan pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kaum lanjut usia.
Banyak dari mereka yang menghadapi berbagai masalah kesehatan seiring bertambahnya usia, dan terkadang tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga atau lingkungan sekitar.
Dalam hal ini, komunitas memiliki peran penting untuk saling menjaga dan memberikan perhatian kepada anggota masyarakat yang rentan.
Pentingnya keberadaan program-program sosial dan kesehatan bagi lansia sangat diperlukan agar mereka dapat menjalani sisa hidup dengan lebih baik dan nyaman. (zet/stch/dda)
















