BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Bencana longsor mengancam keselamatan warga di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (3/5/2025) dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga melaporkan tanah longsor telah merusak talud jalan desa dan membahayakan sembilan rumah penduduk beserta satu musala di dusun setempat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa bencana alam ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Dusun Karanggintung RT 22 RW 7.
“Struktur talud sepanjang 35 meter dengan ketinggian 5 meter mengalami kerusakan parah sepanjang 16 meter dan lebar 2,5 meter akibat erosi tanah yang disebabkan curah hujan tinggi,” jelas Prayitno saat memberikan keterangan resmi.
Dampak longsor ini mengancam langsung keselamatan warga di sembilan rumah milik Ngimron, Toha, Kanto Pratama, Saefurohman, Wartomo, Suprapto, Madtuhri, Rasmudin, dan Mahuri. Total warga terdampak mencapai 31 jiwa yang kini berada dalam status siaga bencana.
Kerugian material awal diperkirakan mencapai Rp 30 juta, terutama untuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak.
Tim penanggulangan bencana dari BPBD Purbalingga bersama pemerintah desa telah melakukan assesment lapangan dan memberikan bantuan darurat berupa 50 karung plastik untuk penanganan sementara.
“Kami mengimbau warga sekitar yang rumahnya berdekatan dengan tepi tebing untuk meningkatkan kewaspadaan dini terutama saat musim hujan,” tegas Prayitno.
Untuk mitigasi bencana jangka pendek, BPBD Purbalingga merekomendasikan pembuatan terasering dan penanaman vegetasi untuk memperkuat struktur tanah di area rawan longsor.
Meskipun terjadi kerusakan jalan, akses transportasi untuk kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat dilalui dengan hati-hati.
Rencana tindak lanjut meliputi kerja bakti perbaikan yang akan dilaksanakan pada Kamis, 8 Mei 2025 setelah warga menyelesaikan perbaikan jalur pertanian yang juga terdampak.
Pemkab Purbalingga melalui Dinas PUPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana ini.
Data BPBD menunjukkan Desa Sirau termasuk dalam kawasan rawan longsor di Purbalingga dengan tingkat kerentanan sedang hingga tinggi. Bencana alam serupa kerap terjadi di musim penghujan akibat faktor topografi berbukit dan intensitas hujan yang tinggi.
Warga terdampak saat ini masih dapat menempati rumah mereka namun diminta siaga 24 jam mengingat potensi longsor susulan. (tya/*stch)
















