BANYUMASEKSPRES.ID, Cilacap kembali menghadirkan semangat kreatif melalui ajang Cilacap Kite Festival 2025. Festival ini akan berlangsung pada 9–10 Agustus 2025 di kawasan Pantai Teluk Penyu.
Event ini tidak sekadar kompetisi, tapi juga ruang untuk melestarikan budaya layang-layang. Para peserta dari berbagai daerah akan menunjukkan karya terbaiknya dalam bentuk layangan unik dan menarik.
Tema yang diusung untuk tahun ini adalah “Melayang Tinggi Merajut Budaya”. Tujuannya mengangkat tradisi lokal supaya tetap eksis di tengah kemajuan zaman moderni ini.
Masyarakat umum dapat menyaksikan lomba tanpa biaya masuk. Sementara peserta lomba bisa mendaftar dengan tiket mulai dari Rp30.000 tergantung kategori.
Kategori Lomba yang Bisa Diikuti
Festival ini terbuka untuk semua kalangan, baik pelayang profesional maupun pemula. Ada empat kategori utama yang dilombakan, yaitu layang-layang tradisional (sendaren), kreasi dua dimensi (2D), kreasi tiga dimensi (3D), dan layangan jenis train (beruntun).
Menurut situs resmi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Cilacap, event ini merupakan bagian dari kalender pariwisata daerah yang digelar rutin setiap tahun.
“Kami ingin menjadikan layang-layang sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya lokal,” ujar perwakilan panitia dalam rilis di disporapar.cilacapkab.go.id.
Peserta dari luar daerah juga mulai menunjukkan antusiasme. Beberapa komunitas layang-layang dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Bali telah mendaftar untuk kategori 3D dan train naga.
Jadwal Lengkap Festival Layang-Layang Cilacap

Agenda festival terbagi menjadi tiga hari utama. Pada 8 Agustus 2025, akan digelar workshop membuat layangan untuk anak-anak SD yang bertujuan menumbuhkan minat terhadap budaya lokal sejak dini.
Hari berikutnya, pada tanggal 9 Agustus, akan dimulai lomba untuk kategori tradisional dan 2 dimensi. Diikuti dengan kategori 3 dimensi dan train pada tanggal 10 Agustus, serta lanjut pengumuman pemenang dan penutupan festival.
Semua kegiatan berpusat di area Pantai Teluk Penyu. Panitia juga menyediakan panggung hiburan dan bazar UMKM sebagai pelengkap agar event makin meriah.
Pesan Budaya dan Edukasi
Festival ini bukan hanya lomba visual di langit, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar komunitas. Tradisi menerbangkan layang-layang menjadi bagian penting dalam budaya pesisir Cilacap yang perlu dikenalkan kembali pada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, peserta belajar tentang kreativitas, teknik, dan filosofi dari setiap bentuk layangan. Layang-layang 3D misalnya, banyak mengangkat bentuk tokoh budaya atau fauna khas Indonesia.
“Kami berharap festival ini bisa memicu lahirnya ide-ide kreatif yang tetap berakar pada budaya lokal,” tambah perwakilan Disporapar Cilacap.
Selain itu, panitia membuka peluang kolaborasi dengan sekolah dan komunitas seni untuk tahun mendatang. Cilacap Kite Fest 2025 menghadirkan lebih dari sekadar perlombaan. Ini adalah momentum menghidupkan warisan budaya melalui media kreatif yang dapat dinikmati semua kalangan.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengisi bulan kemerdekaan dengan kegiatan positif dan penuh warna. Untuk informasi lebih lanjut soal pendaftaran maupun teknis lomba, bisa langsung kunjungi situs resmi Disporapar Cilacap atau akun Instagram @cilacapkitefest. (sgsa)
















