BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Ruas Jalan Pandak-Sibalung di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, kini menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat setelah proyek pembangunan jalan selesai.
Meningkatnya aktivitas warga dan pedagang di kawasan tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas bergerak cepat dengan melakukan pemantauan kebersihan untuk mengantisipasi munculnya timbulan sampah liar.
Melalui Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh, DLH Banyumas secara rutin melakukan penyisiran di sepanjang ruas Jalan Pandak-Sibalung.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya preventif agar kawasan yang mulai berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat tetap terjaga kebersihannya.
Kepala UPKP Wilayah Sumpiuh, Titien Isnaeni, mengatakan pihaknya telah memantau kondisi jalan yang belakangan menjadi viral karena banyak dikunjungi warga.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi lingkungan di sepanjang jalan tersebut masih bersih dan belum ditemukan adanya penumpukan sampah yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
“UPKP sudah memantau ruas jalan baru Pandak-Sibalung yang sedang ramai, masih bersih dari sampah,” ujar Titien, Senin (20/7).
Menurutnya, keberadaan jalan baru tersebut memberikan manfaat lebih dari sekadar jalur transportasi.
Pada pagi hari, banyak warga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi berolahraga, seperti berjalan kaki, jogging, maupun bersepeda.
Sementara pada sore hingga menjelang malam, suasana di sepanjang jalan berubah menjadi tempat favorit masyarakat untuk bersantai bersama keluarga maupun teman sambil menikmati suasana terbuka.
Ramainya pengunjung turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Puluhan pedagang mulai memanfaatkan tingginya aktivitas warga dengan membuka lapak yang menjual berbagai jenis makanan, minuman, hingga jajanan ringan di sepanjang ruas jalan Pandak-Sibalung.
Meski jumlah pedagang terus bertambah, kondisi kebersihan kawasan masih dinilai cukup baik.
Hasil penyisiran petugas menunjukkan belum ditemukan sampah yang berserakan di sekitar lokasi.
Hal ini tidak terlepas dari kesadaran para pedagang yang mulai menyediakan tempat sampah di masing-masing warung.
“Sudah ada warung juga di lokasi, tersedia tempat sampah,” kata Titien.
Selain melakukan pemantauan rutin, DLH Banyumas juga memanfaatkan momentum meningkatnya aktivitas masyarakat untuk memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Petugas mengimbau setiap pemilik warung agar menyediakan tempat sampah yang memadai serta mengelola limbah usahanya dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.
Edukasi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan kawasan merupakan tanggung jawab seluruh pihak, baik pedagang maupun pengunjung.
Dengan lingkungan yang bersih, kawasan Jalan Pandak-Sibalung dapat terus berkembang menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
DLH Banyumas juga mengajak para pengunjung untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya serta tidak meninggalkan sampah setelah beraktivitas di kawasan tersebut.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan, terutama di lokasi yang baru berkembang dan mulai ramai dikunjungi.
Keberadaan Jalan Pandak-Sibalung yang kini menjadi destinasi favorit masyarakat menunjukkan bahwa infrastruktur baru dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial dan ekonomi.
Selain menjadi jalur alternatif di wilayah Banyumas timur, kawasan ini juga mulai berkembang sebagai ruang terbuka yang dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi ringan dan aktivitas olahraga.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung setiap hari, DLH Banyumas akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kebersihan kawasan tetap terjaga.
Pengawasan tersebut juga dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya volume sampah seiring bertambahnya jumlah pedagang maupun aktivitas masyarakat.
Pemerintah berharap sinergi antara petugas kebersihan, pedagang, dan masyarakat dapat menjaga Jalan Pandak-Sibalung tetap bersih, nyaman, dan bebas dari sampah liar.
Dengan demikian, kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi baru yang menarik di Kabupaten Banyumas, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan ruang publik yang mengedepankan kebersihan, kenyamanan, dan kepedulian terhadap lingkungan. (fij/stch/dda)














