Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
KPK OTT Bupati Lombok Barat, Harta Kekayaannya Capai 25,5 Miliar
Budidaya Melon Hidroponik di Greenhouse BUMDes Gumelar Sukses, Panen Berkualitas dan Untung Besar

Budidaya Melon Hidroponik di Greenhouse BUMDes Gumelar Sukses, Panen Berkualitas dan Untung Besar

BUMDes Gumelar Kembangkan Melon HidroponikBUMDes Gumelar Kembangkan Melon Hidroponik
MEMETIK: Pengunjung greenhouse memetik melon matang hasil budidaya hidroponik di Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Artha Lestari Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, berhasil membuktikan bahwa budidaya melon menggunakan sistem greenhouse dan hidroponik mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan metode pertanian konvensional.

Inovasi ini menjadi terobosan baru bagi sektor pertanian desa sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para petani melalui hasil panen yang lebih berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi.

Program budidaya melon modern tersebut menjadi salah satu upaya BUMDes Artha Lestari dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.

Melalui penerapan teknologi greenhouse dan hidroponik, tanaman dapat tumbuh dalam kondisi yang lebih terkontrol sehingga mampu menghasilkan buah dengan ukuran lebih besar, rasa lebih manis, serta kualitas yang lebih konsisten.

Pengelola BUMDes Artha Lestari, Hariwoto, mengatakan bahwa program ini bermula dari keinginan mengajak petani yang selama ini menggunakan metode tanam konvensional untuk mencoba teknologi budidaya yang lebih modern.

Menurutnya, perubahan pola budidaya tersebut terbukti memberikan hasil yang sangat memuaskan.

Saat ini, BUMDes Artha Lestari membudidayakan sekitar 880 tanaman melon di dalam greenhouse.

Tanaman tersebut tumbuh dengan sistem hidroponik yang memungkinkan kebutuhan air dan nutrisi diberikan secara terukur sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.

“Awalnya kami mengajak petani yang sebelumnya bertani secara konvensional untuk mencoba budidaya melon dengan sistem hidroponik di greenhouse. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, buahnya lebih besar dan kualitasnya juga lebih baik,” ujar Hariwoto.

Dalam budidaya tersebut, BUMDes mengembangkan tiga varietas melon unggulan, yaitu Dalmatian, melon madu, dan rock melon.

Ketiga jenis melon tersebut dikenal memiliki cita rasa manis serta tekstur daging buah yang lembut.

Rata-rata setiap tanaman mampu menghasilkan buah dengan berat sekitar dua kilogram sehingga produktivitas panennya tergolong tinggi.

Keberhasilan budidaya melon hidroponik di Desa Gumelar tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi greenhouse, tetapi juga didukung oleh proses perawatan tanaman yang dilakukan secara intensif.

Hariwoto menjelaskan bahwa setiap tanaman mendapatkan perhatian sejak masa awal pertumbuhan hingga panen.

Proses perawatan meliputi penyerbukan bunga secara optimal, pengendalian hama dan penyakit tanaman, pelilitan batang agar pertumbuhan lebih teratur, pemangkasan daun dan cabang atau pruning, hingga seleksi buah untuk memastikan hanya buah dengan kualitas terbaik yang dipanen.

Seluruh tahapan tersebut dilakukan secara rutin agar hasil panen tetap maksimal.

Selain itu, kondisi geografis Desa Gumelar yang berada di kawasan perbukitan juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan budidaya melon.

Suhu udara yang relatif sejuk serta iklim yang mendukung membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik di dalam greenhouse.

“Meski kami berada di kawasan perbukitan, kondisi iklim Gumelar dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman melon,” kata Hariwoto.

Keberhasilan panen melon hidroponik ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian desa.

Greenhouse milik BUMDes Artha Lestari kini mulai banyak dikunjungi masyarakat yang ingin melihat langsung proses budidaya melon modern.

Selain membeli buah segar, para pengunjung juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar mengenai sistem hidroponik dan greenhouse yang diterapkan di lokasi.

Melon hasil panen dipasarkan dengan harga sekitar Rp25 ribu per kilogram.

Harga tersebut dinilai lebih terjangkau dibandingkan harga melon di sejumlah pasar, namun tetap menawarkan kualitas premium.

Buah yang dihasilkan memiliki rasa manis, tekstur renyah, serta ukuran yang relatif seragam sehingga semakin diminati oleh konsumen dari dalam maupun luar Desa Gumelar.

Salah seorang pengunjung, Siti, mengaku sengaja datang ke greenhouse karena penasaran dengan budidaya melon hidroponik yang sedang berkembang di Desa Gumelar.

Setelah mencicipi hasil panennya, ia mengaku puas dengan kualitas buah yang dibelinya.

“Rasanya manis, mantap sekali. Harganya juga terjangkau, sekitar Rp25 ribu per kilogram. Dibandingkan di pasar, di sini lebih murah dan buahnya segar,” ungkapnya.

Keberhasilan BUMDes Artha Lestari membangun budidaya melon hidroponik menjadi contoh bahwa penerapan teknologi pertanian modern mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.

Inovasi ini juga memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik melalui produk pertanian bernilai tinggi.

Di sisi lain, keberadaan greenhouse juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi pertanian.

Pengunjung tidak hanya dapat membeli melon segar langsung dari kebun, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya hidroponik yang kini semakin diminati karena lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas.

Ke depan, keberhasilan budidaya melon hidroponik di Desa Gumelar diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi.

Dengan produktivitas yang meningkat, kualitas hasil panen yang lebih baik, serta peluang pengembangan agrowisata, inovasi ini diyakini mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Banyumas. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
KPK OTT Bupati Lombok Barat

KPK OTT Bupati Lombok Barat, Harta Kekayaannya Capai 25,5 Miliar