Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

3 Calon Siswa Batal Daftar Ulang di SMP Negeri 8 Purwokerto, Kursi Kosong Tak Dibuka Lagi

Tiga Murid SMPN 8 Batal MasukTiga Murid SMPN 8 Batal Masuk
HARI PERTAMA: Selesai MPLS, pembelajaran hari pertama murid baru SMP Negeri 8 Purwokerto dimulai Senin (20/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – SMP Negeri 8 Purwokerto memulai Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jumlah peserta didik baru yang tidak sepenuhnya memenuhi kuota.

Sebanyak tiga calon murid yang sebelumnya dinyatakan diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) memutuskan tidak melakukan daftar ulang.

Akibatnya, terdapat tiga kursi kosong yang tidak terisi hingga dimulainya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Meski masih terdapat kuota yang belum terpenuhi, pihak sekolah memastikan tidak akan membuka perpanjangan pendaftaran.

Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh kepala SMP negeri di wilayah eks Kotatip Purwokerto agar proses penerimaan murid baru tetap berjalan sesuai jadwal dan aturan yang telah ditetapkan.

Kepala SMP Negeri 8 Purwokerto, Anton, menjelaskan bahwa tiga calon murid yang tidak melakukan daftar ulang memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Namun, pihak sekolah tidak mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan tersebut karena merupakan pilihan masing-masing siswa bersama orang tua.

“Dengan berbagai pertimbangan untuk SMP negeri di eks Kotatip tidak membuka perpanjangan pendaftaran,” ujar Anton saat ditemui, Senin (20/7).

Ia menjelaskan bahwa pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 8 Purwokerto membuka sebanyak delapan rombongan belajar dengan total kuota 256 murid baru.

Setelah proses daftar ulang selesai, hanya 253 siswa yang resmi tercatat sebagai peserta didik baru karena tiga calon siswa tidak menyelesaikan proses registrasi ulang.

Menurut Anton, kondisi tersebut tidak mengganggu proses belajar mengajar maupun pelaksanaan kegiatan sekolah.

Seluruh kelas tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya meskipun jumlah siswa tidak sesuai dengan kuota maksimal yang telah disediakan.

“Tidak penuh tiga anak tidak masalah,” katanya.

Para siswa baru yang telah melakukan daftar ulang tetap mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh.

Melalui MPLS, peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, hingga berbagai kegiatan akademik dan nonakademik yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.

Anton mengungkapkan bahwa fenomena calon siswa yang tidak melakukan daftar ulang juga terjadi di sejumlah SMP negeri lain di wilayah eks Kotatip Purwokerto.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, hampir seluruh sekolah mengalami pengurangan jumlah peserta setelah proses daftar ulang berakhir.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian calon siswa yang sebelumnya diterima di sekolah negeri memilih alternatif lain, termasuk melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta sesuai pertimbangan masing-masing keluarga.

Meski demikian, Anton menyebut ada pengecualian di salah satu sekolah.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, SMP Negeri 1 Ajibarang berhasil memenuhi seluruh kuota peserta didik baru hingga tahap daftar ulang selesai.

Proses daftar ulang merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan SPMB karena menjadi penentu jumlah akhir peserta didik yang benar-benar akan menempuh pendidikan di sekolah tujuan.

Siswa yang tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal dianggap mengundurkan diri sehingga haknya sebagai calon peserta didik dinyatakan gugur.

Walaupun terdapat kursi kosong, kesepakatan antarkepala SMP negeri di eks Kotatip Purwokerto menetapkan bahwa tidak ada pembukaan pendaftaran tambahan maupun pengisian sisa kuota.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kepastian pelaksanaan tahun ajaran baru sekaligus menghindari perubahan jadwal yang dapat mengganggu proses pembelajaran.

Dengan dimulainya MPLS dan kegiatan belajar mengajar, SMP Negeri 8 Purwokerto kini fokus mendampingi para siswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Pihak sekolah berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik, meskipun jumlah siswa yang diterima sedikit di bawah kuota yang telah disediakan pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Belum Putuskan Masa Depannya

Masa Depan Jack Grealish Masih Abu-Abu, Everton Tunggu Keputusan

Berita Selanjutnya
Warung Bertambah, Kawasan Tetap Bersih

Jalan Pandak-Sibalung Banyumas Viral, DLH Pastikan Kawasan Tetap Bersih dari Sampah