Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jasa Salon Kambing di Cilacap Kebanjiran Order Jelang Idul Adha 2026

Jasa Salon Kambing di Pasar Hewan Laris ManisJasa Salon Kambing di Pasar Hewan Laris Manis
JASA SALON : Mang Jaja, penjual jasa salon kambing di Pasar Karangpucung saat menggarap seekor kambing milik pelanggan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Menjelang Hari Raya Idul Adha, kegiatan perawatan kambing di Pasar Hewan Karangpucung, Kabupaten Cilacap mulai mengalami lonjakan yang signifikan.

Para pedagang dan pemilik ternak berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut untuk memanfaatkan jasa perawatan yang ditawarkan.

Salah satu penyedia jasa yang paling dikenal adalah Jaja, yang lebih akrab disapa Mang Jaja.

Warga Desa Cijati, Kecamatan Majenang ini mengungkapkan bahwa permintaan terhadap jasa perawatan kambingnya meningkat drastis seiring dengan masuknya bulan Zulhijah.

Dalam satu kali pasar, Mang Jaja mampu merawat lebih dari 30 ekor kambing.

“Kalau hari biasa paling 15 sampai 20 ekor kambing, sekarang bisa sampai 30 ekor lebih,” ujar Jaja ketika ditemui kemarin.

Kegiatan perawatan yang dilakukan Mang Jaja mencakup berbagai aspek penting, mulai dari merapikan tanduk, mencukur bulu, menyisir bulu hingga membersihkan dan memotong kuku kambing.

Tujuannya jelas, yaitu agar kambing-kambing tersebut tampil lebih rapi dan menarik saat dijual.

Mang Jaja menjelaskan bahwa perawatan pada bagian tanduk menjadi salah satu layanan yang paling banyak diminati oleh pelanggan.

Selain terlihat lebih rapi, kambing yang dirawat juga dianggap tampak lebih gagah sehingga dapat menarik perhatian pembeli.

“Paling banyak merapikan tanduk kambing supaya lebih rapi dan lebih gagah. Katanya pengaruh juga sama harga jual,” jelasnya.

Selain fokus pada tanduk, Mang Jaja juga memperhatikan kebersihan bagian kuku dan bulu kambing yang terlihat panjang. Rambut-rambut di sekitar kuku biasanya dipotong agar kambing terlihat bersih dan terawat.

Dalam memberikan layanan ini, Mang Jaja mematok tarif jasa salon kambing yang bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per ekor, tergantung pada tingkat kesulitan pengerjaan.

“Tergantung kesulitan. Kalau yang agak rumit Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per ekor,” tuturnya.

Selain melayani di pasar hewan, Mang Jaja juga menawarkan layanan panggilan ke kandang milik pelanggan, terutama jika jumlah kambing yang dirawat cukup banyak.

“Kalau satu atau dua ekor biasanya dibawa ke pasar. Tapi kalau banyak, saya yang datang ke sana,” tandasnya.

Fenomena meningkatnya permintaan jasa perawatan kambing menjelang Idul Adha sebenarnya mencerminkan tradisi masyarakat dalam mempersiapkan hewan kurban dengan baik.

Di bulan Zulhijah ini, para pemilik ternak berlomba-lomba untuk memastikan hewan kurban mereka dalam kondisi terbaik agar dapat memberikan kesan positif saat diperlihatkan kepada calon pembeli atau saat disembelih nanti.

Perawatan yang dilakukan tidak hanya sekadar estetika belaka namun juga berdampak pada harga jual kambing itu sendiri.

Kambing yang terlihat bersih dan terawat cenderung memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan kambing yang tidak dirawat dengan baik.

Ini menjadi pertimbangan penting bagi para peternak dan pedagang dalam mengoptimalkan keuntungan mereka selama musim Idul Adha.

Kondisi pasar hewan seperti di Karangpucung ini memang menjadi barometer bagi aktivitas ekonomi lokal di Kabupaten Cilacap menjelang Hari Raya Idul Adha.

Peningkatan transaksi di pasar hewan menunjukkan adanya geliat ekonomi yang positif bagi para peternak lokal serta para pelaku usaha terkait lainnya.

Mang Jaja merupakan salah satu contoh individu yang mampu memanfaatkan peluang bisnis di tengah tingginya minat masyarakat terhadap hewan kurban.

Dengan pengalaman dan keterampilan dalam merawat kambing, ia berhasil membangun reputasi sebagai penyedia jasa salon kambing terpercaya di daerahnya. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Persibangga Masuk Grup Neraka

Persibangga Purbalingga Masuk Grup Neraka Liga 4 Nasional, Hadapi Juara dari Kalimantan dan Riau

Berita Selanjutnya
Pelemahan Rupiah Tak Separah Krisis

Rupiah Tembus 17.500 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Akan Separah Krisis 1998