Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kasus DBD Masih Nol, Tapi 10 Rumah di Bantarsoka Ditemukan Jentik Nyamuk
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, 21 Penerbangan Terdampak

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, 21 Penerbangan Terdampak

21 Penerbangan Terdampak Kabut Asap Karhutla21 Penerbangan Terdampak Kabut Asap Karhutla
DELAY: Branch Communication CSR Department Head Bandara Supadio M Joko Wahyudi (kanan) dan Airport Operation Center Head Bandara Supadio Ratna Pramuniarti menunjukkan jadwal penerbangan di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (21/8/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, KUBU RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Jarak pandang yang menurun membuat sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga pengalihan rute.

Sejak 18 Agustus hingga Jumat (21/8/2026), tercatat 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio terdampak akibat kondisi jarak pandang yang terganggu kabut asap.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan gangguan penerbangan sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut masih berlangsung hingga Jumat pagi.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Supadio, jarak pandang di sekitar bandara pada pagi hari bahkan sempat berada di bawah 1.000 meter.

“Dari tanggal 18 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2026 tercatat terdapat 15 penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay) penerbangan,” ujar Maya, Jumat (21/8).

Enam Penerbangan Terdampak pada Jumat Pagi

Gangguan penerbangan kembali terjadi pada Jumat pagi. Hingga pagi hari, terdapat lima penerbangan keberangkatan dan satu penerbangan kedatangan yang terdampak akibat rendahnya visibility.

Lima penerbangan keberangkatan yang mengalami keterlambatan yakni:

  • JT 837 rute Pontianak-Surabaya, jadwal 06.00 WIB.
  • IU 691 rute Pontianak-Jakarta, jadwal 06.20 WIB.
  • IW 1440 rute Pontianak-Ketapang, jadwal 07.00 WIB.
  • IU 683 rute Pontianak-Jakarta, jadwal 07.35 WIB.
  • IU 697 rute Pontianak-Jakarta, jadwal 08.30 WIB.

Sementara itu, penerbangan IU 682 dengan rute Jakarta-Pontianak dan jadwal kedatangan pukul 06.55 WIB juga mengalami gangguan.

Pesawat tersebut bahkan sempat melakukan go around sebelum akhirnya dialihkan atau divert ke Batam pada pukul 08.24 WIB.

Dengan tambahan enam penerbangan yang terdampak pada Jumat pagi, jumlah penerbangan yang mengalami gangguan akibat kabut asap sejak 18 Agustus mencapai 21 penerbangan.

Kabut asap karhutla menjadi persoalan serius bagi operasional penerbangan karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan.

Kondisi visibility yang rendah membuat pihak bandara harus melakukan pemantauan secara berkala.

Keputusan mengenai operasional penerbangan juga disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.

Maya menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

“Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional penerbangan adalah menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Bandara Supadio juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memantau perkembangan kondisi kabut asap.

Koordinasi dilakukan bersama BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, BNPB, hingga Polres Kubu Raya.

Pemantauan jarak pandang dilakukan secara berkala dan realtime. Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah operasional penerbangan.

Kondisi kabut asap yang masih berubah-ubah membuat jadwal penerbangan berpotensi mengalami penyesuaian.

Karena itu, calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Bandara Supadio, terutama pada pagi hari, diminta tidak hanya mengandalkan jadwal keberangkatan yang telah diperoleh sebelumnya.

Maya mengimbau penumpang untuk mengecek kembali status penerbangan atau flight status sebelum berangkat ke bandara.

Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keterlambatan, perubahan jadwal, hingga pengalihan penerbangan apabila kondisi jarak pandang kembali memburuk.

Di sisi lain, pihak bandara memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan selama kabut asap masih menyelimuti kawasan Kalimantan Barat.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Ketika asap semakin pekat dan jarak pandang turun drastis, aktivitas transportasi udara juga dapat ikut terganggu.

Dengan kondisi yang masih dinamis, penumpang disarankan mempersiapkan waktu lebih longgar dan memastikan informasi penerbangan terbaru sebelum menuju Bandara Internasional Supadio. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Sepuluh Rumah Ditemukan Berjentik Nyamuk

Kasus DBD Masih Nol, Tapi 10 Rumah di Bantarsoka Ditemukan Jentik Nyamuk