Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cek Desil Bansos di Situs DTSEN? Ini Penjelasan dan Panduan Resminya
Kasus DBD Masih Nol, Tapi 10 Rumah di Bantarsoka Ditemukan Jentik Nyamuk

Kasus DBD Masih Nol, Tapi 10 Rumah di Bantarsoka Ditemukan Jentik Nyamuk

Sepuluh Rumah Ditemukan Berjentik NyamukSepuluh Rumah Ditemukan Berjentik Nyamuk
JENTIK NYAMUK: Tim jumantik RW 6 Bantarsoka menunjukkan temuan jentik nyamuk di salah satu rumah warga dalam PSN, Jumat (21/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Upaya warga menjaga lingkungan dari ancaman demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan di wilayah RW VI Kelurahan Bantarsoka, Purwokerto.

Hasil kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terbaru menunjukkan masih adanya rumah yang ditemukan memiliki jentik nyamuk.

Sebanyak 10 rumah ditemukan terdapat jentik nyamuk saat kader jumantik melakukan pemantauan pada Jumat (21/8).

Temuan tersebut diketahui setelah tim memeriksa 106 rumah yang tersebar di tiga RT wilayah RW VI Bantarsoka.

Meski masih menemukan jentik, kondisi lingkungan secara umum terbilang cukup baik.

Ketua RW VI Bantarsoka, Tri Waluyo, menyebut angka bebas jentik mencapai sekitar 90 persen.

“Angka bebas jentik 90 persen,” kata Tri.

Jentik yang ditemukan di sejumlah rumah tersebut langsung dimusnahkan oleh tim jumantik.

Pemeriksaan juga tidak hanya dilakukan di rumah warga, tetapi menyasar lingkungan sekolah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Hal yang cukup menarik dari hasil pemantauan tersebut adalah kasus DBD di RW VI Bantarsoka masih tercatat nihil sepanjang 2026 hingga Agustus.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari kegiatan PSN yang dilakukan secara rutin oleh warga, kader kesehatan, serta tim jumantik di masing-masing RT.

Tri mengatakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk tidak hanya dilakukan ketika ada agenda pemeriksaan.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan petugas di setiap RT.

“PSN setiap saat. Tim jumantik dari setiap RT ada. Satu RT dua petugas,” jelasnya.

Keberadaan petugas jumantik di setiap RT dinilai membantu pengawasan kondisi lingkungan secara lebih menyeluruh.

Warga juga dapat lebih cepat mengetahui apabila ditemukan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.

Meskipun belum ditemukan kasus DBD, temuan jentik di 10 rumah menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti masih perlu diwaspadai.

Tempat-tempat yang menampung air, baik di dalam maupun sekitar rumah, dapat menjadi lokasi yang berpotensi digunakan nyamuk untuk berkembang biak.

Karena itu, kegiatan PSN tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan berkala dari kader.

Lurah Bantarsoka, Winarni, mengapresiasi konsistensi kader kesehatan dan tim jumantik yang tetap melakukan PSN di tengah berbagai kegiatan masyarakat.

Menurutnya, menjaga lingkungan dari jentik nyamuk merupakan tanggung jawab bersama.

Warga tidak seharusnya menunggu adanya kegiatan pemeriksaan untuk mulai membersihkan lingkungan.

Winarni meminta masyarakat melakukan pemeriksaan secara mandiri di rumah masing-masing, terutama pada tempat-tempat yang berpotensi menampung air.

“Semangat PSN setiap saat. Bukan seminggu sekali atau setiap berapa hari sekali,” tegasnya.

Kegiatan PSN di RW VI Bantarsoka menunjukkan bahwa pencegahan DBD dapat dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah dan lingkungan sekitar.

Pemeriksaan 106 rumah dan ditemukannya jentik di 10 rumah menunjukkan masih terdapat potensi perkembangbiakan nyamuk yang harus segera ditangani.

Namun, tidak ditemukannya kasus DBD hingga Agustus 2026 menjadi indikasi bahwa upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat terus berjalan.

Peran kader jumantik juga menjadi penting karena mereka membantu warga mengenali potensi tempat perkembangbiakan nyamuk sekaligus mendorong kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

Warga diharapkan tidak hanya membersihkan tempat yang terlihat kotor, tetapi juga memperhatikan wadah atau tempat yang dapat menampung air.

Pemeriksaan sederhana secara rutin dapat membantu menemukan jentik sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Dengan semangat PSN yang dilakukan secara berkelanjutan, warga RW VI Bantarsoka berupaya mempertahankan kondisi nol kasus DBD sekaligus mencegah munculnya kasus baru di lingkungan mereka. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Cek Desil Bansos

Cek Desil Bansos di Situs DTSEN? Ini Penjelasan dan Panduan Resminya