Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Peluang Karier PELNI Services bagi Fresh Graduate
KAI Tingkatkan Kapasitas KRL Bogor untuk Atasi Kepadatan

KAI Tingkatkan Kapasitas KRL Bogor untuk Atasi Kepadatan

Tambahan Gerbong di KAI BogorTambahan Gerbong di KAI Bogor

BANYUMASEKSPRES.ID, Stasiun Bogor menjadi salah satu titik dengan mobilitas penumpang KRL yang sangat tinggi. Sepanjang semester I 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat lebih dari 18,4 juta pergerakan pelanggan di stasiun tersebut.

Tingginya aktivitas penumpang mendorong KAI melakukan sejumlah penyesuaian untuk meningkatkan kapasitas layanan.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah mengoperasikan seluruh peron Stasiun Bogor untuk melayani rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat distribusi penumpang di area stasiun menjadi lebih baik, terutama pada jam-jam sibuk ketika arus pelanggan KRL meningkat.

Pergerakan Pelanggan Stasiun Bogor Capai 18,4 Juta

Data KAI menunjukkan Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan selama Januari hingga Juni 2026.

Angka tersebut terdiri atas 9.371.057 pelanggan yang tercatat masuk melalui gate in dan 9.080.405 pelanggan yang keluar melalui gate out.

KAI Bogor Beri Tambahan Gerbong

Jika dirata-ratakan, terdapat sekitar 101.942 pergerakan pelanggan setiap hari. Besarnya angka tersebut menunjukkan peran Stasiun Bogor sebagai salah satu simpul transportasi penting bagi masyarakat.

KRL tidak hanya digunakan untuk perjalanan menuju tempat kerja, tetapi juga menunjang mobilitas pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat yang mengakses berbagai layanan di wilayah Jabodetabek.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pengguna menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mengembangkan pelayanan di Stasiun Bogor.

Menurutnya, peningkatan kapasitas perlu memperhatikan seluruh rangkaian perjalanan pelanggan, mulai dari memasuki stasiun, menunggu kereta, menaiki rangkaian, hingga melanjutkan perjalanan menuju tujuan.

Volume Penumpang Bogor Terus Meningkat

Tingginya jumlah pelanggan pada semester I 2026 melanjutkan tren peningkatan mobilitas di Stasiun Bogor dalam beberapa tahun terakhir.

Sepanjang 2025, jumlah pelanggan yang tercatat gate in mencapai 18.199.619 orang, sedangkan pelanggan gate out sebanyak 18.171.350 orang.

Sementara itu, pada 2024 tercatat 17.124.802 pelanggan gate in dan 17.276.284 pelanggan gate out. Selain itu, transportasi lainnya seperti pesawat Garuda berhasil uji coba High Speed Wifi di atas ketinggian 30 ribu kaki.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu alasan KAI perlu menyesuaikan kapasitas pelayanan dengan pertumbuhan jumlah pengguna.

Infrastruktur stasiun dan pola operasi kereta harus mampu mengikuti kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi.

Seluruh Peron Stasiun Bogor Layani KRL SF12

Dimulai 15 Juli 2026, KAI mengoperasikan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk melayani rangkaian KRL dengan formasi SF12.

Sebelumnya, ketiga peron tersebut hanya dapat digunakan untuk rangkaian dengan kapasitas maksimal 10 kereta atau SF10.

Dengan perubahan tersebut, seluruh peron di Stasiun Bogor kini dapat melayani rangkaian Commuter Line yang terdiri dari 12 kereta.

Penggunaan SF12 di seluruh peron memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi pengaturan perjalanan kereta.

Penumpang juga dapat didistribusikan ke lebih banyak area sehingga kepadatan di satu titik dapat diminimalkan.

Langkah ini menjadi penting mengingat volume pelanggan yang menggunakan Bogor Line mencapai ratusan ribu orang setiap harinya.

Bogor Line Layani Lebih dari 431 Ribu Pelanggan per Hari

Selain data Stasiun Bogor, KAI mencatat Bogor Line secara keseluruhan melayani 78.077.679 pelanggan sepanjang semester I 2026.

Jika dihitung berdasarkan rata-rata harian, jumlahnya mencapai sekitar 431.368 pelanggan per hari. Untuk mendukung mobilitas tersebut, Bogor Line saat ini dioperasikan dengan 392 perjalanan Commuter Line pada hari kerja.

Sementara pada akhir pekan tersedia 373 perjalanan. Jumlah perjalanan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan KRL sebagai salah satu moda transportasi utama untuk perjalanan harian.

KAI Tambah Fasilitas di Stasiun Bogor

Peningkatan kapasitas tidak hanya dilakukan melalui pengoperasian rangkaian SF12. KAI juga melakukan pengembangan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Salah satunya berupa pembangunan kanopi di peron jalur 4 dan 5 serta perpanjangan kanopi pada peron jalur 2 dan 3.

Fasilitas tersebut diharapkan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pelanggan ketika menunggu maupun berpindah kereta.

KAI juga memasang eskalator yang nantinya menghubungkan Stasiun Bogor dengan skybridge menuju Stasiun Bogor Paledang.

Konektivitas tersebut diharapkan mempermudah pelanggan yang perlu berpindah layanan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Bogor Paledang.

Dengan akses yang lebih praktis, waktu dan tenaga pelanggan saat melakukan perpindahan perjalanan dapat ditekan.

KAI Operasikan 18 Rangkaian KRL SF12

Dari sisi sarana, KAI saat ini telah mengoperasikan 18 rangkaian Commuter Line SF12 atau setara dengan 216 kereta.

Rangkaian tersebut terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan tujuh rangkaian produksi PT INKA (Persero).

Selain itu, sembilan rangkaian produksi PT INKA lainnya masih menjalani tahapan sebelum dapat digunakan dalam operasional.

Penambahan kapasitas sarana dan optimalisasi peron menjadi bagian dari upaya KAI menyesuaikan layanan dengan pertumbuhan pengguna.

Dengan jumlah pelanggan Bogor Line yang mencapai lebih dari 431 ribu orang per hari, pengembangan kapasitas diharapkan dapat membuat perjalanan KRL meningkat.

Hal ini salah satunya menjadi harapan untuk lebih nyaman, aman, dan tertata, sekaligus mengurangi potensi kepadatan di area stasiun. (*/nds)

Berita Sebelumnya
PELNI Service Rekrutmen

Peluang Karier PELNI Services bagi Fresh Graduate