Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kapolres Hadiri Pertemuan Pengendara Difabel di Kebumen, Ajak Masyarakat Aware Pengendara Disabilitas

Ajak masyarakat aware pengendara disabilitasAjak masyarakat aware pengendara disabilitas
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri menghadiri reuni Komunitas Motor Difable di Gedung PLUT Kabupaten Kebumen, Minggu (6/7/2025)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pada hari Minggu, 6 Juli 2025, Gedung PLUT Kabupaten Kebumen menjadi saksi acara reuni akbar yang diselenggarakan oleh Komunitas Motor Difabel bersama Unit Reaksi Cepat Difabel (URCD) Jawa Tengah.

Acara ini dihadiri oleh para tokoh penting, termasuk Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri dan Kepala Disperindag Haryono Wahyudi.

Selain itu, Ketua Komunitas Motor Difabel Teguh Kuatno, Ketua URCD Kebumen Fathur Rozi, serta Penasehat Komunitas Anggota DPRD Jateng Saiful Hadi juga turut hadir.

Acara ini berhasil mengumpulkan setidaknya 150 anggota dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kehadiran Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri dalam acara ini menegaskan dukungan Polres Kebumen terhadap komunitas difabel.

Dalam sambutannya, AKBP Eka Baasith menyampaikan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya.

Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi mereka untuk berkumpul dan berorganisasi tanpa merasa terhalang oleh keterbatasan fisik.

“Meski memiliki keterbatasan fisik, saudara-saudara kita dari komunitas difabel tetap memiliki hak yang sama di mata hukum. Kita harus memberi ruang yang seluas-luasnya bagi mereka untuk berkarya,” ungkapnya dengan tegas.

Pernyataan ini memperlihatkan komitmen pihak kepolisian untuk mendukung setiap upaya yang dilakukan komunitas difabel dalam menunjukkan keberadaan dan kontribusi mereka kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Komunitas Motor Difabel Teguh Kuatno menyoroti pentingnya kegiatan ini sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat umum dan pengguna jalan lainnya.

Dia berharap agar acara tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menghormati serta bersikap ramah terhadap kaum difabel.

“Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dengan kaum disabilitas, karena banyak juga saudara kita yang memiliki kekurangan dapat beraktifitas dan berkendara,” jelas Teguh Kuatno.

Reuni akbar ini tidak hanya menjadi momen penting bagi para anggota komunitas difabel untuk saling bertemu dan berbagi pengalaman, tetapi juga bertujuan memperkuat hubungan sosial antara anggota komunitas difabel dengan masyarakat umum.

Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan akan tercipta lingkungan sosial yang inklusif dan saling mendukung di antara semua lapisan masyarakat.

Penghargaan terhadap hak-hak penyandang disabilitas harus terus ditegakkan agar mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Peran pemerintah daerah dan instansi terkait sangat penting dalam menciptakan kebijakan-kebijakan yang mendukung aksesibilitas serta partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi.

Selain itu, dukungan dari lembaga-lembaga penegak hukum seperti Polres Kebumen menjadi salah satu faktor kunci dalam memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas dihormati dan dilindungi secara hukum.

Dalam konteks ini, kehadiran AKBP Eka Baasith Syamsuri pada acara tersebut merupakan simbol dukungan nyata dari kepolisian kepada komunitas difabel.

Acara reuni ini juga menjadi kesempatan bagi organisasi seperti URCD dan Komunitas Motor Difabel untuk menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan fisik, mereka tetap mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat.

Semangat juang para anggota komunitas ini patut diapresiasi karena mampu memberikan inspirasi kepada banyak orang tentang bagaimana menghadapi keterbatasan dengan optimisme dan keberanian.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih ramah serta mendukung partisipasi aktif kaum difabel dalam berbagai bidang kehidupan.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga penegak hukum, serta organisasi non-pemerintah harus terus dilakukan agar tujuan tersebut dapat terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Acara reuni akbar Komunitas Motor Difabel bersama URCD Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi pertemuan tahunan biasa tetapi juga sebagai momentum penting untuk menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas serta mendorong perubahan positif dalam sikap masyarakat terhadap kaum difabel. (fur/stch)

Berita Sebelumnya
45 ribu rtlh butuh penanganan

45 Ribu RTLH Butuh Penanganan, Bupati Purbalingga Terus Upayakan Bantuan

Berita Selanjutnya
Pemerintah telah menetapkan daftar penerima bantuan beras 10 kg yang akan disalurkan juli 2025

Bantuan Beras 10 Kg Segera Disalurkan Juli 2025, Sasar 18 Juta Penerima Manfaat