BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025 masih terbuka hingga dua bulan ke depan.
Mahasiswa yang masuk melalui jalur seleksi mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) masih bisa mendaftar sampai 30 September 2025. Sementara itu, jalur perguruan tinggi swasta (PTS) memiliki batas waktu hingga 31 Oktober 2025.
Banyak calon mahasiswa yang masih bertanya, berapa nominal bantuan KIP Kuliah yang akan diterima. Program ini memiliki dua komponen utama, yaitu biaya pendidikan per semester dan bantuan biaya hidup bulanan.
Dalam panduan resmi KIP Kuliah 2025, besaran biaya pendidikan per semester ditentukan berdasarkan akreditasi program studi. Semakin tinggi akreditasi, maka semakin besar pula bantuan yang bisa diterima mahasiswa.
Untuk program studi dengan akreditasi A, Unggul, atau internasional, bantuan biaya pendidikan mencapai maksimal delapan juta rupiah per semester. Khusus program studi kedokteran, jumlah maksimal yang ditanggung lebih besar, yakni hingga dua belas juta rupiah.
Sementara itu, mahasiswa yang menempuh pendidikan di program studi dengan akreditasi B atau Baik Sekali akan mendapatkan bantuan hingga empat juta rupiah per semester.
Adapun untuk program studi dengan akreditasi C atau Baik, bantuan yang diberikan mencapai dua koma empat juta rupiah.
Selain biaya pendidikan, KIP Kuliah juga menyediakan bantuan biaya hidup yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah masing-masing perguruan tinggi.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menetapkan lima klaster besaran bantuan, mulai dari delapan ratus ribu rupiah hingga satu koma empat juta rupiah per bulan.
Dana biaya hidup ini tidak diberikan setiap bulan, melainkan dicairkan per semester atau setiap enam bulan sekali. Bantuan langsung dikirim ke rekening penerima yang telah terdaftar.
Mahasiswa bisa mengecek secara langsung besaran biaya hidup sesuai daerah perguruan tinggi masing-masing melalui laman resmi KIP Kuliah di https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/.
Meski sudah ditetapkan, nominal bantuan KIP Kuliah tahun ini masih berpotensi ditinjau ulang. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menganalisis kemungkinan peningkatan nilai bantuan, sejalan dengan masukan dari Komisi X DPR RI.
“Kami akan coba analisis apakah ini bisa dinaikkan, kalau syukur-syukur bisa dinaikkan. Kami juga akan konsultasikan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan kemungkinan untuk dinaikkan nilai KIP-nya, termasuk penambahannya,” ujar Brian Yuliarto dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks DPR/MPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Usulan untuk penambahan dana KIP Kuliah sebelumnya disampaikan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Furtasan Ali Yusuf. Ia menilai beberapa jurusan, khususnya bidang teknik, membutuhkan biaya kuliah lebih besar dibandingkan program studi lainnya.
“Kalau sekarang dilihat dari kebijakan KIP (Kuliah), mau prodi apa saja kira-kira ya segitu kalau akreditasinya segitu. Padahal kalau biaya unit cost-nya, ya tentu teknik lebih mahal lah kira-kira begitu karena mungkin ada yang lain-lainnya,” jelas Furtasan.
Ia juga menambahkan, “Apakah itu hanya UKT saja atau seperti apa, saya nggak paham, tetapi setidaknya di situ ada unit cost yang kita memang harus bisa membedakan antara yang sosial yang modal hanya whiteboard saja kira-kira gitu dengan yang sudah menggunakan alat.”
KIP Kuliah sendiri masih menjadi salah satu program beasiswa favorit bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia.
Selain membantu meringankan biaya kuliah, bantuan biaya hidup yang diberikan juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan studi mahasiswa hingga lulus. (WAN)
















