BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan akses informasi di kalangan masyarakat, lebih dari seratus unit radio dibagikan kepada pekerja sektor informal di Banjarnegara.
Program ini menyasar tukang becak, sopir angkot, tukang cukur, hingga pedagang kaki lima yang sehari-hari menjalani aktivitas di ruang publik.
Pembagian radio ini dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis yang ramai, seperti Pasar Induk Banjarnegara, terminal, serta pangkalan becak yang terletak di pinggir jalan.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
I Made Sunarsa, seorang komisioner KPI, menjelaskan bahwa pemberian bantuan radio ini ditujukan kepada masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Menariknya, sebagian penerima bantuan bahkan tidak memiliki telepon seluler.
“Ada lebih dari 100 radio yang kami bagikan. Sasarannya adalah para pekerja di ruang publik seperti tukang becak, sopir angkot, tukang sol sepatu, tukang cukur, sampai pedagang,” ungkap Made pada Jumat (6/3/2026).
Made menambahkan bahwa radio tetap relevan sebagai sumber informasi sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Dengan kemudahan aksesnya, informasi yang disiarkan melalui radio juga dianggap lebih dapat dipercaya dibandingkan media lainnya.
“Radio tidak membutuhkan kuota seperti ponsel. Informasi yang disiarkan juga jelas sumbernya sehingga dapat meminimalkan penyebaran hoaks,” ujarnya.
Pembagian radio ini merupakan bagian dari kegiatan Radio Akademi yang digelar oleh KPI di Banjarnegara.
Kegiatan tersebut melibatkan pelaku industri radio dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, dan Kebumen.
I Made Sunarsa berharap bahwa kegiatan ini dapat mendorong pengelola radio untuk menghadirkan program siaran yang lebih menarik dan bermanfaat bagi pendengar.
“Harapannya teman-teman radio bisa terus berinovasi sehingga siarannya semakin diminati masyarakat,” katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa KPI tidak hanya berfokus pada distribusi alat komunikasi tetapi juga berupaya untuk meningkatkan kualitas siaran radio di tingkat lokal.
Salah satu penerima manfaat dari program ini adalah Birin, seorang kusir dokar di Banjarnegara. Dia mengungkapkan kebahagiaannya saat menerima radio tersebut.
“Saya senang sekali mendapat radio ini. Dengan adanya radio, saya bisa mendengarkan musik atau berita sambil menunggu penumpang di pangkalan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Tursiman selaku Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara juga menyampaikan harapannya mengenai pemanfaatan radio tersebut oleh masyarakat setempat.
“Semoga perangkat ini tidak hanya menjadi sarana hiburan saja, tetapi juga dapat berfungsi sebagai sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat,” katanya.
Dengan pembagian lebih dari seratus unit radio secara gratis kepada tukang becak, sopir angkot, dan pekerja informal lainnya, jelas terlihat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan serta memberikan akses informasi yang lebih luas bagi mereka yang mungkin terpinggirkan oleh teknologi modern. (jud/stch/dda)
















