Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Layanan Bus Wisata Damri Teluk Penyu–Jetis Dihentikan, Diganti Rute Baru ke Cilacap Barat

Bus wisata damri stop operasionalBus wisata damri stop operasional
Armada bus pariwisata dengan rute Teluk Penyu-Jetis

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Operasional bus wisata Damri dengan rute Teluk Penyu–Jetis dipastikan akan berakhir pada akhir tahun 2025.

Program ini, yang telah berjalan sejak 2021, merupakan upaya bersama antara Kementerian Perhubungan dan pihak terkait untuk menyediakan fasilitas transportasi wisata bagi masyarakat Jawa Tengah.

Selama empat tahun beroperasi, bus ini mengalami berbagai dinamika dalam hal jumlah penumpang yang tercatat fluktuatif. Pada awal peluncurannya di tahun 2021 hingga 2023, terdapat penurunan jumlah penumpang.

Namun, memasuki tahun 2024, minat masyarakat terhadap layanan transportasi ini kembali meningkat signifikan dengan total penumpang mencapai angka 9.000 orang.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa meskipun sempat mengalami penurunan, daya tarik wisata rute tersebut masih cukup tinggi.

Ari Subroto, Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, menjelaskan bahwa meskipun antusiasme masyarakat cukup besar terhadap layanan ini, kontrak operasional bus wisata ini tetap harus berakhir pada akhir tahun 2025.

Setelah melalui evaluasi dan pertimbangan matang, pihaknya bersama Kementerian Perhubungan telah memutuskan untuk mengalihkan program ini ke wilayah Cilacap bagian barat.

“Bus wisata Damri rute Teluk Penyu–Jetis akan berakhir kontraknya pada Desember 2025. Tahun berikutnya sudah diusulkan pengalihan ke rute Cilacap barat karena banyak permintaan dari masyarakat setempat,” ujar Ari Subroto kepada awak media pada Kamis (10/10).

Rute baru yang direncanakan akan melayani trayek meliputi Sidareja–Cinyawang–Cimrutu–Purwodadi–Patimuan. Penyedia layanan tetap dipercayakan kepada Damri namun kali ini dengan fokus yang berbeda dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya bersifat wisata, maka rute baru ini akan menjadi angkutan perintis umum yang bertujuan mendukung mobilitas warga terutama di Kecamatan Sidareja dan sekitarnya.

Wilayah Cilacap bagian barat hingga kini terbilang minim akses angkutan umum sehingga inisiatif ini diharapkan dapat membantu warga setempat dalam mengakses transportasi umum serta meningkatkan kemudahan menuju layanan publik.

“Selama ini wilayah Cilacap barat masih minim angkutan umum karena itu program baru ini diharapkan bisa membantu warga dalam mengakses transportasi umum dan layanan publik,” tambah Ari.

Keputusan untuk mengalokasikan anggaran dan memberlakukan program angkutan perintis baru tersebut dijadwalkan mulai diterapkan pada tahun 2026.

“Semoga di tahun 2026 nanti sudah bisa berjalan karena dari sisi kebutuhan masyarakat rutenya sangat potensial,” ungkap Ari dengan penuh harapan.

Diharapkan kehadiran rute baru ini mampu menciptakan pemerataan layanan transportasi di Kabupaten Cilacap tidak hanya terpusat pada kawasan kota dan pesisir selatan saja tetapi juga menjangkau area yang lebih luas.

Penutupan operasional bus wisata Damri rute Teluk Penyu-Jetis menandai akhir dari sebuah perjalanan panjang yang membawa banyak kenangan bagi para penumpangnya.

Dengan adanya perubahan fokus program dari pariwisata menjadi angkutan umum perintis pemerintah daerah berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat secara lebih efektif dan efisien.

Bagi sebagian warga Cilacap terutama mereka yang berada di daerah barat kabupaten perubahan ini mungkin akan membawa angin segar dalam keseharian mereka membuka akses lebih baik untuk pendidikan pekerjaan hingga pelayanan kesehatan.

Kehadiran moda transportasi umum yang memadai tentu menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (gia/dda)

Berita Sebelumnya
Dua armada dikerahkan bersihkan alun alun

BPBD Kebumen Terjunkan Armada Tangki Air untuk Bersihkan Alun-Alun Pancasila

Berita Selanjutnya
Budidaya puyuh dan olah sampah jadi cuan

BUMDes Klampok Banjarnegara Ubah Limbah Jadi Cuan Lewat Budidaya Puyuh dan Magot