BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kesempatan kerja bagi pencari kerja di Kabupaten Banyumas semakin terbuka lebar pada pertengahan tahun ini.
Dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi, sebanyak lebih dari 60 perusahaan dipastikan akan berpartisipasi dalam Banyumas Job Fair 2026 yang digelar di Purwokerto.
Kegiatan bursa kerja tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3 hingga 4 Juni 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar Menara Teratai Purwokerto.
Event ini diharapkan akan menjadi magnet bagi ribuan pencari kerja yang ingin meniti karier atau mencari pekerjaan baru.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, menyatakan bahwa jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia mencapai sekitar 3.000 posisi.
Dengan keberadaan puluhan perusahaan yang membuka booth secara langsung selama kegiatan berlangsung, para peserta akan memiliki banyak pilihan.
“Ada 30 perusahaan yang stay membuka booth loker disitu, dengan perusahaan yang ada di luar itu ada lebih dari 60 perusahaan,” ungkap Wahyu.
Ini merupakan peluang emas bagi para pelamar untuk berinteraksi langsung dengan calon pemberi kerja dan memperoleh informasi yang relevan mengenai posisi yang dibuka.
Lowongan pekerjaan yang ditawarkan berasal dari berbagai sektor industri yang cukup beragam.
Pelamar dapat menemukan peluang kerja mulai dari sektor perdagangan, kesehatan hingga manufaktur.
Dengan begitu banyaknya pilihan, antusiasme pencari kerja diperkirakan akan cukup tinggi dalam pelaksanaan job fair tahun ini.
Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah mencari pekerjaan.
Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan sekitar 4.000 pencari kerja untuk datang langsung ke lokasi kegiatan selama dua hari penyelenggaraan bursa kerja tersebut.
“Targetnya kami ada sekitar 4.000 calon pelamar yang datang ke lokasi, di luar itu tentu masih banyak lagi karena kita juga membuka secara online (hybrid),” tuturnya.
Inovasi penyelenggaraan secara hybrid ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan pelamar kerja.
Dengan model ini, masyarakat yang tidak dapat hadir langsung ke lokasi tetap bisa mengakses informasi mengenai lowongan pekerjaan melalui platform online.
Sehingga, lebih banyak orang dapat mendapatkan kesempatan untuk mendaftar dan memilih posisi yang sesuai dengan kualifikasi mereka.
Penyelenggaraan Banyumas Job Fair 2026 tidak hanya bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pencari kerja tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Banyumas.
Data terbaru menunjukkan bahwa angka pengangguran di wilayah ini masih cukup tinggi, dengan tingkat pengangguran mencapai 6,18 persen dari total angkatan kerja.
“Jika diangkakan sesuai dengan data BPS ada sekitar 60 ribu penganggur di Kabupaten Banyumas,” jelas Wahyu Dewanto saat menjelaskan situasi ketenagakerjaan saat ini.
Angka tersebut menggambarkan tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Banyumas Job Fair 2026, pemerintah berharap dapat mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung sehingga proses rekrutmen berjalan lebih efektif dan efisien.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut.
Dengan adanya kegiatan bursa kerja seperti ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi terbaru mengenai lowongan pekerjaan tetapi juga kesempatan untuk menjalin koneksi dengan berbagai perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru. (res/stch/dda)
















