BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Desa Muntang di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, kembali menjadi sorotan nasional berkat prestasi yang membanggakan dari Perpustakaan Bergerak Limbah Pustaka.
Baru-baru ini, perpustakaan tersebut menerima penghargaan bergengsi sebagai Perpustakaan Terbaik dalam Kategori Inovasi dan Kreasi Pelibatan Masyarakat untuk tingkat nasional.
Penghargaan ini diberikan dalam kerangka Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang diadakan secara daring oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Roro Hendarti, pengelola Limbah Pustaka, berbagi kabar gembira ini kepada Banyumas Ekspres pada Rabu malam (10/12/2025).
“Penghargaan diberikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada ajang Peer Learning Meeting atau Pertemuan Pembelajaran Sebaya Nasional,” ujar Roro dengan nada penuh rasa syukur.
Selain mendapatkan penghargaan, Limbah Pustaka juga menerima apresiasi berupa dana sebesar Rp 5 juta sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat literasi di masyarakat.
Roro menuturkan bahwa pencapaian ini juga dipersembahkan sebagai hadiah spesial untuk ulang tahun Kabupaten Purbalingga yang ke-195.
“Kami masih bisa menorehkan tinta emas untuk Purbalingga melalui perpustakaan di kancah nasional,” tambahnya dengan bangga.
Apresiasi ini merupakan bagian dari penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI dengan tujuan mendorong perpustakaan daerah, desa, dan komunitas untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dirancang untuk mengangkat peran perpustakaan sebagai pusat kreativitas dan inklusi sosial.
Dengan penghargaan ini, diharapkan perpustakaan dapat terus menghadirkan layanan yang inklusif dan kreatif, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Peran perpustakaan tidak lagi hanya sebatas tempat menyimpan buku, tetapi telah berevolusi menjadi pusat kegiatan masyarakat yang dinamis.
Dengan adanya inovasi seperti Limbah Pustaka, perpustakaan kini dapat menarik minat lebih banyak orang, terutama generasi muda, untuk terlibat aktif dalam aktivitas literasi.
Hal ini sejalan dengan semangat TPBIS yang ingin menjadikan perpustakaan sebagai ruang inklusif yang mendorong kreativitas dan partisipasi masyarakat.
Keberhasilan Limbah Pustaka tidak lepas dari kerja keras tim pengelola dan dukungan komunitas setempat.
Dengan adanya penghargaan ini, Roro berharap dapat memotivasi lebih banyak orang untuk ikut serta dalam upaya meningkatkan literasi dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program kreatif dan inklusif.
Limbah Pustaka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya dan berprestasi.
Dengan sumber daya yang terbatas namun penuh semangat inovatif, perpustakaan ini mampu menciptakan program-program unik yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Program-program tersebut dirancang agar mampu menjawab kebutuhan informasi dan pendidikan masyarakat setempat sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menarik dan relevan.
Dengan terus berkembangnya teknologi digital, peran perpustakaan juga harus beradaptasi agar tetap relevan dengan zaman.
Limbah Pustaka memahami hal ini dan mencoba memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan layanan mereka.
Pengelola perpustakaan percaya bahwa dengan memadukan teknologi dan pendekatan sosial inklusif, mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi semua kalangan.
Prestasi Limbah Pustaka dalam mendapatkan penghargaan nasional ini tentu akan menjadi inspirasi bagi perpustakaan lain di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakatnya.
Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, perpustakaan dapat menjadi agen perubahan sosial yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup melalui literasi. (tya/dda)
















