Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Mahasiswa Geruduk Rektorat UIN Saizu Tuntut Penanganan Kekerasan Seksual dan Pungli di Kampus

Mahasiswa Geruduk Rektorat UIN SaizuMahasiswa Geruduk Rektorat UIN Saizu
AKSI: Mahasiswa yang tergabung dalam HMI Komisariat UIN Saizu Purwokerto membacakan tuntutan di Gedung Rektorat UIN Saizu, Selasa (2/12)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UIN Saizu Purwokerto menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UIN Saizu pada Selasa (2/12).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menuntut penanganan yang lebih tegas terhadap kasus kekerasan seksual serta dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum satuan pengamanan kampus.

Koordinator lapangan aksi, Mohammad Farhan Al Fararizi, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak kampus belum menunjukkan langkah nyata dalam menyelesaikan kasus kekerasan seksual.

Farhan menilai bahwa pihak rektorat tidak berpihak kepada para penyintas. “Kami melihat tidak ada kejelasan sikap dari rektorat. Penanganan kasus kekerasan seksual harus dilakukan secara transparan dan akuntabel,” tegas Farhan di sela-sela aksi tersebut.

Lebih lanjut, Farhan juga menyoroti adanya dugaan pungli parkir yang dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Banyumas Nomor 1 Tahun 2024.

Ia mendesak agar rektorat segera menindak oknum yang diduga menarik tarif di luar ketentuan.

“Jika pungutan parkir tidak sesuai aturan, rektorat wajib melakukan evaluasi dan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa merasa kecewa karena tidak satu pun pihak rektorat hadir untuk menemui demonstran dan berdialog.

Farhan menyatakan bahwa ketidakhadiran pimpinan kampus menunjukkan lemahnya respons terhadap aspirasi mahasiswa.

“Kami datang untuk menyampaikan tuntutan dengan jelas, tetapi rektorat tidak muncul. Ini menunjukkan ketidakseriusan mereka,” kata Farhan.

Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu diwarnai dengan orasi-orasi keras yang menuntut keadilan bagi para korban kekerasan seksual dan transparansi dalam pengelolaan dana kampus.

Massa juga menegaskan akan kembali menggelar demonstrasi dalam pekan ini apabila rektorat tidak memberikan sikap resmi terkait penanganan kasus yang mereka soroti.

Ketidakpuasan mahasiswa terhadap kinerja pihak kampus bukanlah hal baru. Sebagai institusi pendidikan tinggi, kampus seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.

Namun, tudingan mengenai kekerasan seksual dan praktik pungli justru mencoreng nama baik institusi tersebut.

Aksi ini mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat sekitar yang turut prihatin terhadap situasi yang terjadi di kampus ternama tersebut.

Dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia, isu-isu seperti kekerasan seksual dan pungutan liar merupakan tantangan serius yang harus segera ditangani agar tidak menciptakan lingkungan akademik yang buruk.

Momen aksi ini juga seharusnya menjadi refleksi bagi pihak rektorat UIN Saizu untuk lebih proaktif mendengarkan aspirasi mahasiswa dan memastikan semua bentuk pelanggaran hukum ditindaklanjuti dengan tegas.

Keberanian mahasiswa untuk bersuara membuktikan bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap keadilan dan transparansi.

Mahasiswa berharap agar aksi mereka dapat memicu perubahan positif dalam sistem pengelolaan kampus sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi penyintas kekerasan seksual.

Mereka ingin memastikan bahwa suara mereka didengar dan ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret demi terciptanya lingkungan kampus yang lebih aman dan adil.

Sebagai bagian dari masyarakat akademik, mahasiswa memiliki hak untuk bersuara dan menyampaikan pendapatnya mengenai berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan kampus mereka.

Hal ini sejalan dengan prinsip demokrasi dimana setiap individu harus memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya secara terbuka tanpa rasa takut atau intimidasi.

Pihak rektorat diharapkan segera merespon tuntutan mahasiswa dengan langkah-langkah konkrit serta menjamin bahwa setiap kasus kekerasan seksual akan ditangani secara serius sesuai dengan hukum yang berlaku.

Keseriusan dalam menangani masalah ini akan mencerminkan komitmen institusi pendidikan dalam menjaga reputasinya sebagai tempat belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh mahasiswanya.

Dengan demikian, upaya mahasiswa untuk memerangi ketidakadilan dan mencari kebenaran patut diapresiasi oleh berbagai pihak termasuk pemerintah daerah serta lembaga pendidikan lainnya.

Solidaritas antar mahasiswa juga diharapkan dapat terus terjalin guna memperkuat gerakan ini hingga mencapai tujuan akhir yaitu terwujudnya keadilan sosial bagi semua elemen masyarakat akademik.

Bagi UIN Saizu sendiri, kejadian ini semestinya menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan sistem pengawasan internal serta memperketat aturan-aturan terkait pencegahan tindak kekerasan maupun praktik pungli di lingkungan kampusnya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Inara Rusli Balik Laporkan Insanul atas Dugaan Penipuan

Inara Rusli Laporkan Insanul Fahmi atas Dugaan Penipuan, Kasus Perselingkuhan Kian Memanas

Berita Selanjutnya
Wijaya Kusuma FC Siap Tempur

Wijaya Kusuma FC Siap Hadapi Liga 4 Zona Jawa Tengah dengan Pemain Lokal Cilacap