BANYUMASEKSPRES.ID, LONDON – Kylian Mbappe dengan percaya diri memilih dirinya sendiri sebagai pemain yang paling layak memenangkan Ballon d’Or 2026.
Penyerang Real Madrid tersebut menilai performa individunya sepanjang musim 2025/2026 cukup kuat untuk menjadi dasar memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia.
Kepercayaan diri Mbappe tidak terlepas dari catatan produktivitasnya bersama Real Madrid maupun tim nasional Prancis.
Ia menjalani musim dengan torehan gol yang tinggi dan berhasil mengamankan sejumlah penghargaan individu.
Namun, ambisi Mbappe untuk meraih Ballon d’Or 2026 menghadapi satu persoalan besar.
Ia menutup musim 2025/2026 tanpa trofi mayor bersama Real Madrid maupun Prancis.
Mbappe tetap menilai pencapaian individu dan performanya layak diperhitungkan dalam menentukan pemenang Ballon d’Or.
Dalam persaingan Ballon d’Or 2026, Mbappe tidak ragu ketika ditanya siapa pemain yang akan dipilihnya sebagai pemenang.
Ia mengatakan dirinya sendiri merupakan pilihan utama. Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan ambisi besar Mbappe untuk meraih penghargaan yang hingga kini menjadi salah satu target penting dalam kariernya.
Mbappe mengaku tidak pernah mengalihkan fokus dari target tersebut. Menurutnya, ia merasa memiliki peluang untuk memenangkan Ballon d’Or tahun ini berdasarkan performa yang ditunjukkannya sepanjang musim.
“Saya merasa mampu memenangkannya tahun ini, dan itulah sebabnya saya tidak pernah mengalihkan pandangan dari target tersebut. Siapa yang akan saya pilih? Diri saya sendiri,” ujar Mbappe kepada Marca.
Meski memilih dirinya sendiri, Mbappe tetap mengakui bahwa para pemilih bisa memiliki penilaian berbeda.
Ia tidak mempermasalahkan apabila ada kandidat lain yang dianggap lebih layak oleh sebagian pihak.
Menurutnya, persaingan Ballon d’Or merupakan bagian dari penilaian yang memungkinkan munculnya berbagai perspektif.
Keyakinan Mbappe memiliki dasar statistik yang kuat. Bersama Real Madrid pada musim 2025/2026, ia mencetak 42 gol dari 44 penampilan.
Produktivitas tersebut membuat Mbappe menjadi salah satu penyerang paling menonjol dalam persaingan penghargaan individu tahun ini.
Di kompetisi Eropa, ketajaman Mbappe juga terlihat. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions dengan koleksi 15 gol.
Catatan tersebut menjadi salah satu argumen utama yang dapat memperkuat peluangnya dalam persaingan Ballon d’Or 2026.
Mbappe juga menunjukkan performa impresif di level internasional bersama Prancis. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan torehan 10 gol dan meraih Sepatu Emas turnamen.
Kombinasi produktivitas bersama klub dan tim nasional membuat Mbappe memiliki modal statistik yang kuat untuk bersaing dengan pemain-pemain elite lainnya.’
Mbappe juga menilai kemenangan Ballon d’Or bukan sesuatu yang tidak pantas apabila penghargaan tersebut akhirnya diberikan kepadanya.
Menurutnya, ketika melihat performa dan persaingan yang ada, ia memiliki argumen yang cukup kuat untuk menjadi pemenang.
Ia memahami bahwa keputusan akhir tetap berada pada para pemilih dan kemungkinan adanya kandidat lain yang mendapat dukungan lebih besar.
Namun, Mbappe menilai pencapaiannya selama satu musim membuat namanya tetap pantas berada di posisi teratas.
“Saat saya melihat argumen-argumen yang ada dan persaingan yang terjadi, saya berkata pada diri sendiri bahwa jika saya memenangkan penghargaan ini, itu bukanlah sebuah pencurian,” lanjut Mbappe.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mbappe tidak hanya mengandalkan rasa percaya diri, tetapi juga melihat statistik sebagai dasar untuk menilai peluangnya.
Meski memiliki catatan individu yang mengesankan, Mbappe menghadapi kendala besar dalam persaingan Ballon d’Or 2026, yakni pencapaian tim.
Real Madrid gagal memenangkan trofi bergengsi pada musim 2025/2026. Kondisi serupa terjadi bersama tim nasional Prancis yang tidak berhasil mencapai final Piala Dunia.
Dengan demikian, Mbappe mengakhiri musim tanpa trofi mayor bersama klub maupun tim nasional.
Situasi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi para pemilih Ballon d’Or.
Dalam penghargaan individu seperti Ballon d’Or, performa personal memang menjadi salah satu faktor penting, tetapi pencapaian tim juga kerap ikut memengaruhi penilaian.
Mbappe sendiri memahami persoalan tersebut. Namun, ia menilai penghargaan individu tidak seharusnya hanya ditentukan berdasarkan jumlah trofi yang berhasil diraih seorang pemain.
Baginya, performa sepanjang musim, kontribusi individu, produktivitas, serta konsistensi juga harus menjadi bagian dari penilaian.
Persaingan Ballon d’Or 2026 diprediksi berlangsung ketat. Selain Mbappe, sejumlah nama besar diperkirakan ikut berada dalam daftar kandidat.
Michael Olise, Ousmane Dembele, Lamine Yamal, dan Harry Kane menjadi beberapa pemain yang diperkirakan bersaing dalam perebutan penghargaan tersebut.
Masing-masing memiliki argumen berdasarkan performa individu maupun pencapaian bersama tim. Karena itu, Mbappe tidak bisa hanya mengandalkan jumlah gol untuk memastikan kemenangan.
Daftar resmi 30 pemain nominasi Ballon d’Or 2026 dijadwalkan diumumkan pada 8 September. Mbappe diperkirakan menjadi salah satu kandidat utama dalam daftar tersebut.
Sementara itu, upacara Ballon d’Or edisi ke-70 dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober di London.
Dengan catatan 42 gol dalam 44 pertandingan bersama Real Madrid, 15 gol di Liga Champions, serta 10 gol dan Sepatu Emas Piala Dunia, Mbappe memiliki statistik yang sangat kuat.
Namun, tanpa trofi bersama Real Madrid dan Prancis, perjuangannya untuk memenangkan Ballon d’Or 2026 tetap tidak mudah.
Kini, Mbappe hanya perlu menunggu keputusan akhir para pemilih. Jika penghargaan tersebut akhirnya jatuh ke tangannya, ia sudah terlebih dahulu menyatakan bahwa dirinya sendiri merupakan pilihan utama. (*/stch/dda)














