BANYUMASEKSPRES.ID, Program beasiswa dari pemerintah Indonesia masih menjadi incaran banyak mahasiswa dan profesional muda setiap tahunnya.
Salah satu program yang paling diminati tentu berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang rutin membuka kesempatan studi ke berbagai negara ternama dunia.
Meski periode pendaftaran beberapa program LPDP 2026 telah berakhir sejak pertengahan Mei lalu, informasi mengenai jalur beasiswa ini masih menarik untuk disimak.
Banyak calon pendaftar kini mulai mempersiapkan diri lebih awal untuk pembukaan tahap berikutnya agar peluang lolos semakin besar.
Pada gelombang sebelumnya, LPDP menghadirkan sejumlah program kerja sama dengan universitas internasional di Jepang, China, Prancis hingga Inggris.
Skema yang ditawarkan pun beragam, mulai dari jenjang magister sampai doktor dengan pembiayaan penuh.
Selain biaya pendidikan, sebagian besar program juga memberikan dukungan biaya hidup, tunjangan penelitian, hingga pendanaan studi lapangan.

Tidak heran apabila beasiswa LPDP masih menjadi salah satu program pendidikan paling kompetitif di Indonesia. Seperti tahapan pendaftaran LPDP Program Doktor UIII yang masih berlangsung dalam seleksi pemberkasan.
Beasiswa LPDP untuk Program Magister
Salah satu program yang cukup menarik perhatian adalah kerja sama LPDP dengan Northeastern University melalui jalur master di bidang metalurgi.
Program ini memberi kesempatan mahasiswa Indonesia memperdalam ilmu teknik dan pengolahan mineral dengan dukungan studi praktik industri.
Skema tersebut ditujukan bagi peserta yang memiliki latar belakang seperti teknik mesin, teknik elektro, geologi, hingga kimia.
Selain kuliah, awardee juga memperoleh pengalaman internship di perusahaan industri tambang dan pengolahan logam.
Program master lainnya hadir melalui kerja sama dengan University of Science and Technology Beijing atau USTB.
Beasiswa ini terbuka untuk masyarakat umum, dosen, hingga aparatur sipil negara yang ingin mendalami bidang metalurgi di China.
Tak hanya kawasan Asia, LPDP juga menghadirkan kesempatan studi di Eropa melalui kolaborasi bersama University Paris-Saclay.
Program ini cukup diminati karena kampus tersebut dikenal memiliki reputasi akademik kuat di berbagai bidang sains dan teknologi.
Beasiswa Paris-Saclay ditujukan bagi peserta berusia maksimal 35 tahun dengan latar belakang masyarakat umum maupun aparatur negara.
Program ini menjadi salah satu jalur favorit karena menawarkan pengalaman pendidikan dan riset di Prancis.
Peluang Beasiswa Doktor ke Jepang dan Inggris
Bagi calon mahasiswa jenjang doktor, LPDP sebelumnya juga membuka program kerja sama dengan Hiroshima University.
Kampus ternama di Jepang tersebut menawarkan bidang studi STEM hingga sosial humaniora.
Program doktor di Hiroshima University cukup menarik karena Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan studi favorit mahasiswa Indonesia.
Selain kualitas pendidikan tinggi, negara tersebut juga dikenal memiliki lingkungan riset yang maju.
Sementara itu, untuk bidang kesehatan dan penelitian kanker, LPDP menggandeng University of Glasgow serta Cancer Research UK Scotland Institute.
Program ini khusus diperuntukkan bagi peserta yang ingin mendalami School of Cancer Sciences. Beasiswa doktor tersebut memberikan pendanaan studi hingga empat tahun penuh.
Dukungan pembiayaan mencakup biaya kuliah serta kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan di Inggris.
Tak ketinggalan, LPDP juga menghadirkan program doktor kerja sama dengan sejumlah universitas di Prancis melalui skema LPDP-France.
Program ini fokus pada bidang pembangunan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan global saat ini.
Tahapan Seleksi Jadi Acuan Persiapan Berikutnya
Seluruh program beasiswa LPDP tersebut sebelumnya menutup pendaftaran pada 18 Mei 2026.
Setelah tahap administrasi selesai, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi substansi sebelum akhirnya diumumkan sebagai penerima beasiswa.
Walaupun tahap pendaftaran telah berlalu sekitar dua minggu, informasi ini tetap penting bagi calon pendaftar yang ingin mempersiapkan diri untuk pembukaan selanjutnya.
Banyak peserta biasanya mulai menyiapkan dokumen, sertifikat bahasa, hingga proposal studi jauh sebelum pendaftaran resmi dibuka.
Persaingan program LPDP sendiri dikenal cukup ketat setiap tahunnya. Karena itu, memahami jenis program dan universitas tujuan sejak awal dapat membantu calon peserta menentukan strategi terbaik.
Selain kemampuan akademik, LPDP juga sering menilai komitmen kontribusi peserta terhadap Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Maka dari itu, persiapan esai, rencana studi, dan pengalaman organisasi menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Dengan banyaknya pilihan kampus internasional yang bekerja sama dengan LPDP, peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri kini semakin terbuka lebar.
Calon peserta pun diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan berikutnya dengan persiapan yang lebih matang dan terarah. (*/nds)
















