Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Mengenal Rubamas Band: Bukti Kreativitas di Balik Rutan Banyumas

Jadi Terapi Emosional dan Ruang EkspresiJadi Terapi Emosional dan Ruang Ekspresi
TAMPIL: Rubamas Band yang personelnya merupakan warga binaan Rutan Banyumas unjuk kebolehan bermain musik akustik di salah satu kafe di Purwokerto

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di balik jeruji besi, semangat berkarya tetap hidup. Di Rumah Tahanan Kelas IIB Banyumas, sekelompok warga binaan menemukan saluran baru untuk mengekspresikan diri melalui musik.

Rubamas Band, sebuah band akustik yang seluruh personelnya merupakan warga binaan, lahir sebagai simbol harapan dan perubahan.

Melalui musik, mereka menciptakan peluang untuk berkreasi meskipun terkurung dalam ruang yang terbatas.

ALUNAN gitar akustik dan ketukan cajon sering kali terdengar dari balik tembok tinggi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas.

Harmoni suara yang mengalun pelan seakan menembus batasan antara dunia di dalam dan luar rutan.

Rubamas Band, kepanjangan dari Rumah Tahanan Banyumas, menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengekspresikan diri melalui musik.

Petikan gitar dan lantunan vokal bukan hanya sekedar hiburan, namun juga menjadi cara mereka menjaga semangat agar tetap menyala di tengah masa sulit.

Dwi Waluyo, Petugas Pembinaan Rutan Banyumas, menjelaskan bahwa band ini lahir dari inisiatif pembinaan berbasis seni musik.

Melihat sejumlah warga binaan yang sering mengisi waktu luang dengan bernyanyi menggunakan gitar sederhana, pihak rutan memutuskan untuk memberikan dukungan lebih lanjut.

“Kami melihat ada potensi. Daripada hanya bermain musik secara spontan, lebih baik kami wadahi dan arahkan agar menjadi kegiatan pembinaan yang positif,” ungkapnya pada Senin (9/3).

Rubamas Band resmi dibentuk pada awal tahun 2025 setelah melalui proses pendataan minat dan bakat warga binaan yang tertarik pada musik.

Mereka kemudian mengikuti seleksi sederhana yang mencakup kemampuan dasar bermain alat musik dan kemampuan vokal.

Dari proses tersebut terbentuklah formasi awal band dengan konsep akustik yang dipilih karena sifatnya yang fleksibel dan sederhana, sehingga mudah dibawakan dalam berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar rutan.

Saat ini Rubamas Band memiliki lima anggota tetap. Mereka terdiri dari seorang vokalis, gitaris akustik, gitaris melodi, pemain cajon atau perkusi, serta pemain bass akustik.

Salah satu anggota band berinisial FT (25) mengungkapkan rasa syukurnya bisa tampil sebagai bagian dari band rutan.

“Awalnya saya cuma iseng nyanyi di kamar hunian. Tidak menyangka sekarang bisa tampil mewakili rutan,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.

Sebagian anggota band ternyata sudah memiliki pengalaman bermusik sebelum menjalani masa pidana.

Ada yang pernah tampil di panggung kampung, gereja, hingga acara sekolah. Namun tidak sedikit pula yang harus belajar dari nol saat berada di dalam rutan.

Melalui latihan yang difasilitasi oleh petugas pembinaan, kemampuan bermusik mereka perlahan berkembang dan semakin matang seiring waktu.

Proses pergantian personel menjadi hal biasa dalam band ini. Ketika ada anggota yang telah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke masyarakat, posisinya akan digantikan oleh warga binaan lain dengan minat serupa.

“Kalau ada teman yang bebas, kami ikut senang. Artinya tujuan pembinaan tercapai,” ujar salah satu personel lainnya dengan nada optimis. “Nanti kami cari lagi anggota baru dan latihan dari awal.”

Sejak awal berdiri hingga saat ini, Rubamas Band rutin tampil dalam berbagai acara internal rutan.

Mereka sering kali mengisi kegiatan peringatan hari besar keagamaan maupun peringatan kemerdekaan dan berbagai kegiatan pembinaan lainnya.

Tak hanya itu saja; Rubamas Band juga pernah mendapatkan kesempatan untuk tampil di luar rutan dalam beberapa acara sosial serta kolaborasi dengan instansi lain di wilayah Banyumas.

Puncaknya terjadi pada akhir tahun 2025 ketika Rubamas Band mendapat undangan untuk tampil di salah satu kafe terkenal di Purwokerto.

Penampilan mereka disambut hangat oleh pengunjung kafe tersebut yang menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap karya mereka meskipun berasal dari latar belakang yang sulit.

Bagi para personelnya, musik bukanlah sekadar hiburan belaka; lebih dari itu, musik menjadi terapi emosional sekaligus ruang ekspresi yang membantu mereka menjaga semangat selama menjalani masa pembinaan ini.

Melalui nada-nada indah serta lirik-lirik yang sarat makna, mereka mampu menyalakan harapan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan memulai kembali kehidupan yang lebih baik setelah melewati masa lalu.

Rubamas Band bukan hanya sekadar sebuah grup musik; ia adalah simbol bahwa di balik tembok rutan masih ada harapan bagi setiap orang untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Dengan dedikasi serta dukungan dari pihak Rutan Banyumas, mereka membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batasan fisik atau situasi kehidupan. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bansos cair ramadhan

Ini Daftar Bansos yang Cair Jelang Lebaran 2026

Berita Selanjutnya
Jalan Alternatif Ngadisepi–Gemawang Dibuka

Jalan Baru Ngadisepi-Kemiriombo Membuka Akses Baru bagi Warga Desa Gemawang