BANYUMASEKSPRES.ID, Malam penghargaan Indonesia Property & Bank Award (IPBA) ke-XIX Tahun 2025 tak hanya menjadi ajang apresiasi bagi insan properti, tetapi juga momen penting yang memuat tantangan terbuka dari pemerintah.
Dalam acara yang digelar dengan tema “Akselerasi Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat Menuju Indonesia Emas 2025”, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tampil menyuarakan harapan baru untuk masa depan rumah subsidi.
Menteri yang akrab disapa Ara ini menegaskan bahwa pembangunan rumah subsidi tidak bisa lagi hanya dikejar dari sisi jumlah semata.
Ia menyampaikan tantangan terbuka kepada para pengembang untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi agar benar-benar layak huni dan nyaman bagi masyarakat.
“Tahun depan, saya minta untuk diberikan penghargaan yang terbanyak dan terbaik dalam membangun rumah subsidi. Saya siapkan hadiah umrah bagi pengembang yang paling banyak bangun perumahan subsidi berkualitas, pada penyelenggaran penghargaan berikutnya,” tegas Ara, pada Rabu, 25 Juni 2025 lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan para pelaku industri properti yang hadir dalam IPBA 2025.
Dengan penuh semangat, Ara menekankan bahwa kualitas rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar angka-angka pencapaian pembangunan.
Menurutnya, rumah subsidi bukan sekadar bangunan beratap, tetapi harus menjadi hunian yang bermartabat dan memberikan kenyamanan hidup bagi penghuninya dalam jangka panjang.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah melalui Kementerian PKP dalam memastikan pembangunan rumah subsidi yang tidak hanya kuantitatif, namun juga menyentuh aspek kualitas yang berkelanjutan.
Ara menegaskan bahwa rumah layak harus menjadi standar minimal, bukan kemewahan. Ia ingin rumah subsidi menjadi wujud konkret dari komitmen negara dalam memenuhi hak dasar warga untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan manusiawi.
Malam anugerah tersebut menjadi panggung bagi Ara untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pihak swasta, untuk bersinergi dalam mewujudkan hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menteri Ara tidak hanya berbicara soal pembangunan rumah baru, tetapi juga menyoroti pentingnya merenovasi rumah-rumah tidak layak huni yang masih banyak tersebar di berbagai daerah.
“Ini merupakan upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” cetus Ara.
Dengan semangat yang sama, ia menyerukan perlunya kolaborasi lintas sektor agar target penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa dicapai secara efektif dan berkeadilan.
Ara juga turut menerima penghargaan sebagai “Tokoh Penggerak Pengembangan Rumah Subsidi Berkualitas Untuk Pembangunan dan Renovasi Rumah Rakyat”.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusinya dalam mendorong ekosistem perumahan yang lebih manusiawi dan inklusif.
Tantangan yang ia lontarkan malam itu bukan sekadar janji atau wacana, melainkan undangan terbuka kepada para pelaku industri untuk berperan aktif dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih sejahtera melalui perumahan rakyat yang berkualitas. (fam)
















