BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kebakaran melanda lahan kosong di Jalan Dr Soeparno Nomor 57, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, Kamis (13/8) dini hari. Api membakar lahan seluas sekitar 150 meter persegi.
Kebakaran lahan kosong tersebut berhasil ditangani petugas pemadam kebakaran dalam waktu kurang dari setengah jam.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Kepala UPT Damkar, Andaru Budilaksono, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.34 WIB.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Pauline, 26, yang saat itu sedang melintas di sekitar lokasi.
Saksi melihat kobaran api mulai menyebar di area lahan kosong. Karena khawatir api semakin meluas dan menjalar ke lingkungan sekitar, saksi kemudian segera menghubungi call center Damkar untuk meminta bantuan.
“Karena khawatir api menjalar ke mana-mana, saksi kemudian menghubungi call center Damkar untuk meminta bantuan pemadaman,” kata Andaru.
Setelah menerima laporan, Regu 1 Induk Damkartan Kabupaten Banyumas langsung bergerak menuju lokasi kebakaran.
Petugas kemudian melakukan penanganan bersama sejumlah unsur terkait dan warga di sekitar lokasi.
Kobaran api yang membakar lahan kosong segera dilakukan pemadaman. Petugas berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain di sekitar Jalan Dr Soeparno.
Proses pemadaman berlangsung cukup cepat. Api berhasil dikendalikan dan dinyatakan selesai pada pukul 01.02 WIB.
Dengan demikian, petugas membutuhkan waktu sekitar 28 menit sejak laporan kebakaran diterima hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Cepatnya penanganan menjadi penting karena lahan kosong yang terbakar berada di kawasan perkotaan.
Apabila kobaran api tidak segera dikendalikan, terdapat potensi api menjalar ke area lain, terutama jika kondisi lahan kering.
Mengenai penyebab kebakaran, petugas menduga api muncul akibat lahan tersebut sengaja dibakar oleh orang yang tidak dikenal.
Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan berdasarkan kondisi di lokasi kejadian.
“Penyebab kebakaran diduga akibat lahan sengaja dibakar oleh orang yang tidak dikenal. Syukur tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan,” pungkas Andaru.
Dugaan pembakaran oleh orang tak dikenal tersebut menjadi perhatian karena api dapat membahayakan lingkungan sekitar apabila pembakaran dilakukan tanpa pengawasan.
Terlebih, api pada lahan kosong dapat dengan mudah menyebar apabila terdapat material kering yang mudah terbakar.
Dalam kejadian tersebut, proses pemadaman tidak hanya melibatkan petugas pemadam kebakaran.
Sejumlah unsur turut membantu penanganan kebakaran di Arcawinangun, Purwokerto Timur.
Pemadaman melibatkan Regu 1 Damkartan Kabupaten Banyumas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, RAPI Cilongok, serta warga setempat.
Kolaborasi antara petugas dan masyarakat membantu proses pemadaman berjalan dengan cepat.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan tidak terdapat kobaran yang berpotensi kembali menyala dan meluas.
Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Aktivitas yang dapat memicu munculnya api sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, terutama di lahan kosong yang ditumbuhi rumput atau tanaman kering.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan kebakaran, meskipun api masih berada dalam skala kecil.
Laporan lebih awal dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
Dalam kejadian di Jalan Dr Soeparno tersebut, laporan dari warga membuat petugas dapat segera menuju lokasi. Api pun berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 30 menit.
Tidak adanya korban jiwa dan kerugian material menjadi kabar baik dari peristiwa kebakaran tersebut.
Meski demikian, dugaan pembakaran oleh orang tidak dikenal tetap menjadi perhatian karena tindakan semacam itu berpotensi menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitar.
Kebakaran lahan kosong di Arcawinangun, Purwokerto Timur, akhirnya dapat dikendalikan tanpa merembet ke kawasan lain.
Petugas memastikan penanganan selesai pada pukul 01.02 WIB setelah melakukan pemadaman sejak menerima laporan pada pukul 00.34 WIB. (zet/stch/dda)
















