BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebanyak 45 sekolah di Kabupaten Purbalingga menerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI pada 2026.
Total bantuan yang dialokasikan mencapai Rp31,52 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo mengatakan, jumlah sekolah penerima bantuan pada 2026 bertambah dibandingkan 2025.
Peningkatan juga terjadi pada nilai anggaran yang diterima untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Pada 2025, terdapat 25 sekolah di Purbalingga yang mendapatkan bantuan revitalisasi.
Total anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat saat itu mencapai Rp15.041.166.433.
“Anggaran revitalisasi sekolah tersebut dialokasikan untuk 25 sekolah,” kata Heru, Rabu (12/8/2026).
Sementara itu, pada 2026 jumlah sekolah penerima meningkat menjadi 45 sekolah. Total bantuan yang diberikan juga naik menjadi Rp31.520.688.890.
Dengan demikian, terdapat tambahan 20 sekolah penerima bantuan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi anggaran, dana revitalisasi meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi pada 2025.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak sekolah di Purbalingga yang mendapatkan dukungan pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan fasilitas pendidikan.
Bantuan revitalisasi diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa dan guru.
Salah satu sekolah yang menerima bantuan revitalisasi pada 2026 adalah SMP Negeri 5 Satu Atap Rembang, Kecamatan Rembang. Sekolah tersebut mendapatkan alokasi bantuan sebesar Rp1,719 miliar.
Dana tersebut menjadi bagian dari total bantuan revitalisasi yang dialokasikan untuk 45 sekolah di Kabupaten Purbalingga tahun ini.
Program revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya menjadi upaya memperbaiki kondisi bangunan sekolah.
Perbaikan sarana pendidikan juga berkaitan dengan kenyamanan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Sekolah yang memperoleh bantuan diharapkan dapat menggunakan anggaran sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Pelaksanaan revitalisasi juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan agar fasilitas yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, sejumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi pada 2025 telah menyelesaikan proses pembangunan dan perbaikan.
Salah satunya SMP Negeri 5 Satu Atap Rembang yang hasil revitalisasinya kemudian diresmikan oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif.
Peresmian dilakukan dalam apel pagi yang diikuti siswa dan guru pada Selasa (11/8/2026).
Selain SMP Negeri 5 Satu Atap Rembang, SMPN 1 Purbalingga juga menjadi salah satu sekolah yang pernah mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Sekolah tersebut tercatat sebagai penerima bantuan pada 2025.
Bertambahnya jumlah penerima bantuan pada 2026 menjadi peluang bagi sekolah-sekolah di Purbalingga untuk meningkatkan kondisi sarana pendidikan.
Dengan dukungan anggaran pemerintah pusat, kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah dapat dilakukan secara bertahap sesuai prioritas.
Dindikbud Purbalingga juga menjadi bagian dalam pengawalan program tersebut di daerah.
Bantuan revitalisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan sekolah yang lebih baik, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Pada 2026, Rp31,52 miliar bantuan revitalisasi dialokasikan untuk 45 sekolah di Purbalingga. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan Rp15,04 miliar untuk 25 sekolah pada 2025. (tya/stch/dda)
















