BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam rangkaian pameran seni ART HEY 6 yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Juni 2026 di kawasan Taman Edukasi dan Sentra Dagang (TESDA), salah satu karya yang berhasil mencuri perhatian pengunjung adalah lukisan berjudul Nona Rayu (Serayu) karya seniman muda Adan F Maruciel.
Karya ini tidak hanya sekadar lukisan biasa, tetapi memancarkan aura yang unik ketika terkena sorotan lampu RGB dan ultraviolet (UV).
Ketika pengunjung memasuki ruangan yang remang-remang itu, efek fluorescent dengan nuansa magenta dan ungu pada lukisan tersebut membuatnya tampak hidup dan berkilau.
Keunikan visual ini menjadikan karya Adan F Maruciel berbeda dari lukisan-lukisan lainnya yang dipamerkan di area itu.
Dalam kesempatan wawancara, Maruciel menjelaskan bahwa ide kreatif di balik lukisannya ini berangkat dari tema besar ART HEY tahun ini, yaitu “Alir”.
“Kalau saya memilih menceritakan Sungai Serayu. Daripada menggambar sungainya secara langsung, saya merasa itu akan terlalu biasa,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Melalui sosok perempuan dalam lukisannya, Maruciel ingin merepresentasikan Sungai Serayu sebagai entitas yang selama ini mengalir menemani kehidupan masyarakat Banyumas.
Ia menganggap bahwa sungai tersebut bukan hanya sekadar aliran air, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari perjalanan manusia serta flora dan fauna yang hidup di sekitarnya.
Proses penciptaan karya Nona Rayu (Serayu) adalah hasil perpaduan antara teknik digital dan manual.
Maruciel memulai dengan menyusun komposisi secara digital sebelum mencetaknya.
Setelah itu, ia kembali mengerjakan lukisan tersebut menggunakan tinta fluorescent yang memiliki kemampuan untuk menyala saat terkena sinar UV.
“Tinta tersebut saya aplikasikan pada bagian-bagian yang ingin saya tonjolkan pencahayaannya,” jelasnya, menambahkan bahwa efek tersebut mirip dengan teknik rim light yang sering digunakan dalam fotografi, sehingga hanya sebagian area tertentu yang tampak lebih terang dibandingkan lainnya.
Maruciel menjelaskan lebih lanjut tentang penggunaan spektrum UV dalam karyanya.
“Paling bagus pada spektrum ultraviolet, terutama nuansa magenta atau ungu. Efeknya paling keluar di situ,” katanya dengan antusiasme yang terlihat jelas.
Dengan menyinari lukisannya menggunakan lampu UV, keindahan dan keunikan dari warna-warna fluorescent menjadi semakin terlihat.
Sosok Adan F Maruciel dikenal sebagai seniman inovatif yang selalu mencari cara baru untuk mengekspresikan pandangannya melalui seni.
Ia mengaku terinspirasi oleh ilustrator internasional terkenal James Jean dalam mengembangkan gaya visualnya.
Selain itu, pengalaman kerjanya pada proyek Jakarta Warehouse Project pada tahun 2013 lalu memberikan pengaruh besar dalam penerapan efek fluorescent pada karyanya saat ini.
“Hasilnya unik. Ruangannya terlihat redup tetapi objeknya tetap menyala,” ungkapnya dengan bangga.
Maruciel bukanlah nama asing dalam dunia seni Banyumas. Ia merupakan salah satu seniman yang sudah mengikuti perjalanan ART HEY sejak masih bernama ART SOG.
Ketertarikan dan komitmennya terhadap dunia seni membuatnya terus aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran seni, baik di Purwokerto maupun luar kota.
Setelah sukses dalam ART HEY 6, ia dijadwalkan untuk mengikuti Post Human Exhibition di Galeri Telkom University.
Dalam dunia seni rupa kontemporer seperti saat ini, kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif sangatlah penting agar bisa bersaing dan menarik perhatian publik.
Melalui karyanya Nona Rayu (Serayu), Maruciel tidak hanya ingin menunjukkan kemampuannya sebagai seniman, tetapi juga berharap dapat memberi makna lebih bagi masyarakat tentang pentingnya pelestarian sungai sebagai bagian dari ekosistem dan budaya lokal.
“Saya ingin orang-orang melihat bahwa sungai bukan hanya sekadar aliran air, tetapi juga nyawa bagi banyak makhluk hidup termasuk manusia,” ujarnya lagi menambahkan pesan moral dalam karyanya.
Melalui pendekatan artistik ini, ia berharap bisa membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar mereka.
ART HEY sendiri menjadi platform bagi para seniman untuk mengekspresikan ide-ide kreatif mereka sekaligus memperkenalkan karya-karya mereka kepada publik luas.
Kegiatan pameran seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi para seniman tetapi juga bagi pengunjung yang dapat menikmati keindahan seni sambil memahami isu-isu sosial yang ada di sekitar mereka.
Keberadaan pameran seni seperti ART HEY menjadi sangat relevan di tengah berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya seni dalam kehidupan sehari-hari.
Seni bukan hanya sekadar hobi atau kegiatan rekreasi semata, tetapi juga bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada khalayak luas.
Dengan semangat juang dan dedikasi tinggi terhadap dunia seni, Adan F Maruciel telah menunjukkan bahwa meskipun masih muda, ia mampu menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi. (dms/stch/dda)














