BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Polres Kebumen secara resmi meluncurkan Operasi Ketupat Candi 2026, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengamankan momen mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini.
Dalam upaya mendukung keamanan selama periode penting ini, Polres Kebumen mengerahkan total 450 personel yang terdiri dari berbagai elemen.
Penambahan kekuatan dilakukan dengan melibatkan 40 personel Brimob dari Polda Jawa Tengah, 60 personel TNI, serta 60 personel dari Dinas Perhubungan.
Para petugas tersebut akan ditempatkan di sebelas pos pengamanan dan pelayanan yang telah disiapkan.
Di antara pos-pos yang telah ditentukan, terdapat satu Pos Pelayanan yang berlokasi di RM Lestari, satu Pos Terpadu yang terletak di Alun-alun Kebumen, serta sembilan Pos Pengamanan lainnya yang tersebar di berbagai titik strategis di jalur mudik.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, dimulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.
Pembukaan resmi operasi ini ditandai dengan pemasangan pita merah sebagai simbol pelaksanaan operasi dalam apel gelar pasukan yang dilakukan di halaman Mapolres Kebumen pada Kamis (12/3).
Dalam kesempatan itu, Kapolres I Putu Bagus Krisna Purnama menekankan bahwa keberhasilan dalam menjaga keamanan selama Lebaran adalah tanggung jawab bersama dari semua pihak terkait.
“Kepada personel di lapangan, kami berpesan untuk meningkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan Mudik Aman dan Keluarga Bahagia,” ujar Kapolres.
Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 merupakan program terpadu yang digelar oleh Polri bekerja sama dengan TNI serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk memastikan bahwa perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman dan lancar serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama libur Lebaran.
Dalam konteks ini, pengamanan menjadi sangat krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat momen mudik.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, aparat keamanan tidak hanya bertugas melakukan pengawasan terhadap lalu lintas tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ini termasuk kegiatan seperti pemeriksaan kelayakan kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan.
Selain itu, petugas juga akan siap sedia untuk memberikan bantuan kepada pemudik yang membutuhkan pertolongan atau informasi mengenai jalur-jalur alternatif.
Pentingnya koordinasi antar instansi juga menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan operasi ini.
Melalui kerja sama antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya, diharapkan setiap tantangan yang muncul dapat diatasi secara efektif.
Kapolres I Putu Bagus Krisna Purnama menambahkan bahwa sinergi antar lembaga ini sangat diperlukan demi menciptakan situasi kondusif bagi masyarakat.
Operasi Ketupat Candi 2026 ini tidak hanya fokus pada pengamanan fisik saja tetapi juga memprioritaskan aspek kesehatan masyarakat.
Dengan situasi kesehatan global yang masih dipengaruhi oleh pandemi COVID-19, pihak kepolisian bersama dengan instansi kesehatan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan selama perjalanan mudik.
Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan kesehatan demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Dalam menghadapi Lebaran tahun ini, Polres Kebumen juga merencanakan beberapa kegiatan tambahan sebagai bagian dari Operasi Ketupat Candi.
Kegiatan tersebut antara lain penyuluhan tentang keselamatan berkendara dan pembagian masker kepada para pemudik.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara serta menjaga kesehatan selama perjalanan.
Banyak keluarga Indonesia menjalani tradisi mudik sebagai cara untuk berkumpul dengan sanak saudara saat Idul Fitri tiba.
Namun, dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang beroperasi selama periode tersebut seringkali menyebabkan kemacetan parah di jalur-jalur utama.
Oleh karena itu, kehadiran petugas keamanan di sejumlah titik strategis dianggap sangat penting untuk mengantisipasi masalah tersebut agar arus lalu lintas tetap lancar dan aman.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkini terkait situasi lalu lintas menjelang perayaan Idul Fitri.
Polres Kebumen berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru melalui berbagai kanal komunikasi baik melalui media sosial maupun saluran berita lokal agar warga dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik.
Ketua Dinas Perhubungan Kebumen juga menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama erat dengan pihak kepolisian untuk memantau kondisi lalu lintas dan menyediakan fasilitas bagi pemudik.
“Kami siap membantu agar perjalanan masyarakat bisa berjalan lancar,” ujarnya saat ditemui setelah apel gelar pasukan.
Diharapkan melalui berbagai langkah proaktif ini, Operasi Ketupat Candi 2026 dapat membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat Kebumen dan sekitarnya dalam merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman. (*/stch/dda)
















