BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi di Kabupaten Banyumas mulai menghadapi persoalan usia perangkat.
Server Area Traffic Control System (ATCS) yang selama ini digunakan Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas untuk mengatur lalu lintas secara terkoordinasi disebut mulai usang dan kerap mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut mendorong Dishub Banyumas mengusulkan pembaruan server ATCS agar pengaturan lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan dapat berjalan lebih optimal.
ATCS merupakan sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di berbagai persimpangan.
Sistem ATCS Banyumas mencakup server dan workstation sebagai pusat operasional, pengontrol persimpangan, CCTV, serta perangkat pendukung lainnya.
Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, Sugeng Pujiono, mengatakan Kabupaten Banyumas sudah cukup lama menerapkan pengaturan waktu lalu lintas menggunakan server ATCS yang berada di Kantor Dishub Banyumas.
Menurut Sugeng, keberadaan ATCS selama ini membantu petugas melakukan pengaturan waktu lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan.
Pengaturan tersebut dapat dilakukan secara manual dari kantor Dishub ketika kondisi lalu lintas membutuhkan penyesuaian.
Dengan pengaturan waktu yang tepat, antrean kendaraan di persimpangan diharapkan dapat dikurangi sehingga arus kendaraan lebih lancar.
“Waktu lalu lintas di persimpangan bisa diatur manual dari kantor untuk mempercepat laju kendaraan agar kendaraan tidak terlalu lama berhenti menunggu,” katanya.
Namun, seiring bertambahnya usia perangkat, sistem ATCS Banyumas mulai mengalami sejumlah kendala.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah server yang digunakan sebagai pusat pengendalian.
Sugeng menjelaskan, faktor usia menjadi salah satu penyebab munculnya kekurangan pada sistem ATCS saat ini. Server yang sudah berusia lama disebut mulai kerap mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena server memiliki peran penting dalam mendukung operasional sistem pengendalian lalu lintas.
Usulan pembaruan server ATCS disampaikan Dishub Banyumas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP).
Melalui forum tersebut, Dishub mengusulkan agar perangkat server yang sudah berusia lama dapat segera diperbarui.
Usulan tersebut disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Banyumas.
“Kepada Bapperida kami usul agar segera diperbaharui,” ujar Sugeng.
Pembaruan perangkat diharapkan dapat menjaga sistem pengaturan lalu lintas tetap berjalan dengan baik.
Terlebih, ATCS menjadi salah satu perangkat pendukung yang digunakan untuk memantau dan mengatur kondisi lalu lintas di berbagai titik.
Selain pengaturan waktu lampu lalu lintas, sistem ATCS Banyumas juga mendukung pemantauan kondisi persimpangan melalui CCTV.
Laman resmi ATCS Banyumas mencantumkan sejumlah titik persimpangan yang dapat dipantau melalui sistem tersebut.
Di tengah rencana pembaruan server ATCS, kondisi lampu lalu lintas di sejumlah titik Purwokerto juga menjadi perhatian masyarakat.
Salah satunya berada di kawasan Kaliputih. Warga Purwokerto, Joni, mengaku kerap menghadapi kemacetan di kawasan tersebut, terutama pada waktu tertentu.
Menurut Joni, lampu lalu lintas yang mati pada waktu tertentu ditengarai turut menyebabkan antrean kendaraan. Kondisi itu dinilai semakin terasa ketika volume kendaraan meningkat.
“Kena macet seringnya sore di Kaliputih. Mohon kepada petugas agar traffight light tidak sering mati,” pungkasnya.
Keluhan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga perangkat pengatur lalu lintas tetap berfungsi.
Lampu lalu lintas yang mengalami gangguan dapat berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan, khususnya di persimpangan dengan volume lalu lintas tinggi.
Dishub Banyumas sendiri memiliki sistem ATCS yang mencakup sejumlah titik pemantauan lalu lintas di wilayah Banyumas.
Sistem tersebut pada dasarnya dirancang untuk membantu mengatur sinyal persimpangan secara responsif dan terkoordinasi.
Rencana pembaruan server menjadi salah satu upaya Dishub Banyumas untuk mempertahankan kinerja sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi.
Dengan perangkat yang lebih memadai, pengaturan lampu lalu lintas dari pusat diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Petugas juga dapat lebih mudah melakukan pemantauan dan penyesuaian waktu lampu lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.
Kebutuhan pembaruan tersebut semakin penting karena sistem ATCS tidak hanya berkaitan dengan pengaturan waktu lampu merah dan hijau.
Dalam sistem ATCS Banyumas, perangkat tersebut juga terhubung dengan berbagai komponen pendukung, seperti CCTV dan pengontrol lokal di persimpangan.
Untuk itu, usulan pembaruan server yang disampaikan dalam FKP diharapkan dapat ditindaklanjuti.
Pembaruan perangkat menjadi salah satu langkah untuk memastikan teknologi pengendalian lalu lintas tetap dapat mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Banyumas.
Sementara itu, keluhan warga mengenai lampu lalu lintas yang mati di kawasan Kaliputih menjadi perhatian lain yang perlu ditangani agar tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan, terutama pada jam sibuk. (*/stch/dda)














