BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Danantara, sebuah perusahaan yang baru berdiri selama satu setengah tahun, telah berhasil menerbitkan obligasi global dengan tenor yang bervariasi antara lima tahun hingga sepuluh tahun.
Penerbitan obligasi ini mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar, meskipun saat ini kondisi pasar modal domestik sedang mengalami tekanan.
Nilai tukar rupiah juga berada dalam tekanan, namun hal ini tidak menyurutkan minat investor.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa meskipun tantangan yang dihadapi cukup signifikan, respons pasar terhadap penerbitan obligasi tersebut tetap menunjukkan optimisme.
Obligasi yang diterbitkan oleh Danantara masing-masing memiliki nilai sebesar US$ 375 juta untuk tenor lima tahun dengan kupon sebesar 5,35 persen, dan US$ 375 juta untuk tenor sepuluh tahun dengan kupon sebesar 5,95 persen.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Sekretariat Kabinet pada Senin (15/6/2026), Rosan mengungkapkan bahwa bahkan terdapat minat dari para investor untuk potensi penerbitan obligasi hingga tenor 30 tahun ke depan.
Hal ini menandakan bahwa hasrat atau appetite investor terhadap Indonesia masih cukup kuat dan percaya diri.
Kunjungan Rosan ke berbagai negara selama proses penerbitan obligasi juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Permintaan tinggi terhadap obligasi yang diterbitkan tercermin dari tingkat oversubscription yang mencapai lebih dari tiga kali lipat dari nilai yang ditawarkan.
“Banyak investor menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap instrumen keuangan ini,” ungkap Rosan.
Ini merupakan debut obligasi bagi Danantara di pasar internasional dan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mampu menarik perhatian investor global meskipun usianya masih terbilang muda.
Tingkat kepercayaan investor terhadap Danantara tampaknya tetap tinggi meskipun situasi global penuh tantangan.
Rosan menambahkan bahwa yield atau hasil yang diperoleh dari obligasi ini tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan obligasi sovereign lainnya, bahkan cenderung lebih rendah.
Hal tersebut mencerminkan kredibilitas Danantara di mata para investor global dan menunjukkan bahwa perusahaan ini mampu bersaing dengan emiten lainnya dalam menarik perhatian capital market.
Dalam konteks ekonomi yang lebih luas, penerbitan obligasi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi Danantara tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan global.
Dalam situasi geopolitik dan geoekonomi dunia yang penuh tekanan saat ini, perkembangan ini merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi Indonesia.
Menurut Rosan, dinamika pasar seperti ini merupakan hal yang wajar terjadi dalam siklus ekonomi.
Meskipun ada berbagai tantangan, respons positif dari pasar menunjukkan bahwa keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap solid.
Keberhasilan penerbitan obligasi global oleh Danantara menjadi bukti nyata bahwa sektor keuangan Indonesia masih diminati oleh para investor internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin menarik perhatian dunia luar.
Hal ini terbukti dengan banyaknya investasi asing yang mengalir ke berbagai sektor di Tanah Air.
Rosan menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan hanya sekedar angka-angka semata, tetapi merupakan cerminan kerja keras seluruh tim Danantara serta dukungan dari berbagai pihak terkait.
“Kami sangat menghargai dukungan dari semua pihak yang telah membantu kami mencapai titik ini,” ujarnya.
Ia berharap agar keberhasilan ini dapat menjadi pendorong bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan mencari peluang di pasar global.
Sebagai CEO, Rosan memiliki visi jangka panjang untuk Danantara agar tetap relevan dan berkompetisi secara global.
Ia percaya bahwa dengan memanfaatkan teknologi serta memfokuskan pada inovasi produk dan layanan, Danantara dapat membangun daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang.
Dalam upaya memperkuat posisinya di pasar internasional, Danantara juga berkomitmen untuk terus melakukan komunikasi aktif dengan para pemangku kepentingan dan investor.
Transparansi dalam pengelolaan keuangan dan strategi bisnis akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan demi menjaga kepercayaan investor.
Menyusul keberhasilan penerbitan obligasi ini, Rosan menegaskan pentingnya menjaga momentum agar dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan ke depannya.
“Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi para pemegang saham dan masyarakat,” tambahnya.
Dari perspektif industri keuangan secara keseluruhan, keberhasilan Danantara dalam menarik investasi melalui penerbitan obligasi dapat menjadi contoh positif bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia untuk mengeksplorasi peluang serupa.
Penerbitan obligasi tidak hanya memberikan akses kepada dana segar tetapi juga dapat meningkatkan profil perusahaan di mata publik dan investor.
Secara keseluruhan, momen penerbitan obligasi oleh Danantara mencerminkan optimisme pasar terhadap perekonomian Indonesia meskipun ada berbagai tantangan baik domestik maupun internasional. (*/stch/dda)
















