Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kondisi Trotoar Purbalingga Memprihatinkan, Warga Desak Perbaikan Segera

Rotoar Kota Makin RusakRotoar Kota Makin Rusak
PARAH: Kondisi trotoar di Jalan Komisaris Noto Sumarsono, Purbalingga, yang mengalami kerusakan dan disebut warga belum pernah diperbaiki selama puluhan tahun

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Di tengah upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur jalan melalui program “alun dalane”, kondisi trotoar di berbagai ruas jalan perkotaan Purbalingga justru menunjukkan keadaan yang sangat memprihatinkan.

Banyak trotoar yang mengalami kerusakan parah, ditumbuhi rumput liar, serta terdapat lubang-lubang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan para pejalan kaki.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan trotoar ini tampak hampir merata di berbagai titik di kawasan perkotaan.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi trotoar yang sudah lama tidak mendapatkan perhatian, bahkan ada yang menyebutkan bahwa beberapa trotoar sudah puluhan tahun tidak pernah mengalami perbaikan.

Salah satu lokasi yang paling sering dibicarakan adalah Jalan Pujowiyoto, tepatnya di sekitar Kantor BPJS Kesehatan Purbalingga.

“Bisa dilihat sendiri trotoar yang berada di sebelah Kantor BPJS kondisinya sudah rusak. Selain itu, juga banyak ditumbuhi rumput liar,” ungkap Putra, seorang warga Kecamatan Purbalingga dalam wawancara pada Selasa (16/6/2026).

Kerusakan trotoar juga terlihat jelas di Jalan Kapten Pierre Tendean, khususnya pada sisi selatan Alun-alun Purbalingga.

Di ruas jalan ini, banyak bagian trotoar yang mengelupas dan tidak rata, membuatnya semakin berisiko bagi pengguna jalan.

Di kawasan samping kompleks sekolah Muhammadiyah, kondisi trotoar bahkan lebih memprihatinkan.

Sebagian area telah dialihfungsikan menjadi lokasi penyimpanan gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar alun-alun.

Salah satu lokasi dengan kondisi paling memprihatinkan adalah Jalan Komisaris Noto Sumarsono atau Kominot, yang terletak tidak jauh dari pusat kota.

Di kawasan tersebut, banyak trotoar berlubang dan menggunakan ubin model lama yang sudah mengalami kerusakan di berbagai titik.

Slamet, seorang warga setempat, mengaku bahwa trotoar di Jalan Kominot sudah sangat lama tidak mendapatkan perbaikan sama sekali.

“Setahu saya, sejak lebih dari 30 tahun trotoar jalan di sini belum pernah diganti atau diperbaiki,” katanya menambahkan keprihatinannya.

Menurut Slamet, salah satu titik paling berbahaya berada di sekitar Jembatan Sungai Gringsing.

Banyak ubin trotoar yang terkelupas sehingga berpotensi menyebabkan pejalan kaki terjatuh dan mengalami cedera serius saat melintas.

“Di jembatan Sungai Gringsing, terlihat ubin sudah banyak yang terkelupas. Hal itu membahayakan pejalan kaki yang melintas,” ujarnya dengan penuh kekhawatiran.

Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk pemerataan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga agar tidak hanya fokus pada pembangunan dan perbaikan badan jalan besar tetapi juga memperhatikan fasilitas pejalan kaki, yang merupakan bagian penting dari infrastruktur perkotaan.

“Trotoar merupakan hak pejalan kaki yang harus disiapkan pemerintah dalam kondisi baik dan aman,” tambah Slamet menegaskan pentingnya perhatian terhadap keselamatan pejalan kaki.

Dalam konteks ini, pemeliharaan dan perbaikan trotoar harus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan infrastruktur daerah.

Trotoar bukan hanya sekadar jalur bagi pejalan kaki tetapi juga mencerminkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas sehari-hari masyarakat Purbalingga, keberadaan trotoar yang aman dan nyaman sangat diperlukan. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dari Pangkalan Dokar, Bertahan di Era Belanja Online

Berawal dari Pangkalan Dokar, Pasar Koplak Jadi Pusat Ekonomi Warga Karangpetir Banyumas

Berita Selanjutnya
Akibat Puntung Rokok, Teras Rumah Terbakar

Puntung Rokok Sebabkan Kebakaran di Kebumen, Teras Rumah Lansia Hangus Terbakar