BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Menyambut libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah yang akan datang, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengajukan tambahan kuota gas LPG 3 kilogram sebesar 100 persen dari kebutuhan harian.
Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memastikan ketersediaan gas subsidi bagi masyarakat kurang mampu, di tengah potensi lonjakan konsumsi yang sering terjadi saat perayaan hari besar keagamaan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas, Junaidi, pada Kamis, 21 Mei, menjelaskan bahwa kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Banyumas pada tahun 2026 ditetapkan mencapai 54.556 metrik ton.
Angka tersebut setara dengan rata-rata distribusi sebanyak 61 ribu tabung per hari di seluruh wilayah Banyumas.
Mengingat tingginya permintaan yang diperkirakan akan meningkat selama libur Idul Adha, Pemkab Banyumas mengusulkan tambahan distribusi sebanyak 61 ribu tabung per hari selama masa libur tersebut.
“Tambahan ini untuk menjaga dan menjamin ketersediaan LPG 3 kilogram yang memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait kelangkaan gas LPG di Banyumas,” tegas Junaidi.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang paling rentan.
Selain mengusulkan penambahan kuota, pemerintah daerah juga rutin melakukan pengawasan terhadap distribusi gas subsidi hingga tingkat pangkalan.
Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyaluran LPG bersubsidi berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak disalahgunakan.
“Kami biasa melakukan monitoring atau pengawasan di agen maupun pangkalan-pangkalan yang ada. Apakah distribusi ini sudah sesuai aturan atau belum. Itu memang kita lakukan secara rutin,” sambung Junaidi.
Ia menambahkan bahwa tim dari bagian perekonomian selalu melakukan pemantauan dan pengawasan di tingkat pengecer, khususnya di pangkalan-pangkalan yang ada.
Hal ini penting agar setiap masyarakat penerima manfaat dapat menikmati subsidi secara adil dan tepat sasaran.
Dalam konteks ini, Junaidi juga mengimbau kepada masyarakat menengah ke atas agar beralih menggunakan gas nonsubsidi berukuran 5 kilogram maupun 12 kilogram.
Langkah ini dinilai sangat penting agar subsidi LPG 3 kilogram benar-benar dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat yang seharusnya menerima bantuan dari pemerintah.
Pemisahan penggunaan gas bersubsidi dan nonsubsidi menjadi langkah strategis dalam menjamin keberlanjutan program subsidi tersebut.
Dari sisi nasional, pemerintah pusat melalui PT Pertamina Patra Niaga juga mengambil langkah proaktif dengan menambah kapasitas pasokan sebanyak 5,8 juta tabung LPG 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan nasional selama momentum libur panjang Idul Adha.
Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan serta distribusi LPG subsidi di berbagai daerah, termasuk di Banyumas.
Sementara itu, Pemkab Banyumas telah merencanakan usulan penambahan kuota LPG 3 kilogram untuk tahun mendatang, yakni tahun 2027, sebesar 10 persen dibandingkan kuota tahun sebelumnya (2026).
Usulan tersebut disusun berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat serta tren peningkatan konsumsi gas subsidi setiap tahunnya.
Dengan adanya langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi lonjakan permintaan gas selama libur Idul Adha. (dms/stch/dda)
















